De Zerbi Temukan Jawaban Internal: Mathys Tel dan Mikey Moore Siap Gantikan Peran Savinho dan Kroupi di Tottenham
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur menutup pramusim tanpa kekalahan, dengan Mathys Tel dan Mikey Moore tampil menonjol sebagai solusi lini serang.
- Tel menunjukkan performa terbaiknya sejak bergabung, dengan tiga assist dan satu gol, mengingatkan pada gaya bermain Savinho.
- Moore, yang akan dipinjamkan, membuktikan kemampuannya dengan dua gol saat melawan Hoffenheim, menjadi kandidat kuat pengganti Kroupi.

Tottenham Hotspur mengakhiri pramusim dengan catatan impresif: enam laga, lima kemenangan, satu hasil imbang, tanpa kekalahan. Di bawah arahan Roberto De Zerbi, The Lilywhites menunjukkan kesiapan untuk bersaing di papan atas Premier League musim ini, setelah musim lalu nyaris terdegradasi. Namun, di balik optimisme tersebut, masih ada pertanyaan besar mengenai ketajaman lini depan, terutama dengan rumor kedatangan pemain bintang seperti Victor Osimhen dan Savinho.
Manajemen Tottenham dikabarkan serius mengejar Savinho dari Manchester City, dengan nilai transfer yang bisa mencapai ยฃ85 juta. Namun, statistik menunjukkan bahwa pemain Brasil itu hanya mencetak empat gol musim lalu, angka yang sama dengan Mathys Tel. Alih-alih mengeluarkan dana besar, De Zerbi mungkin telah menemukan solusi internal yang lebih ekonomis dan efektif.
Mathys Tel, yang sebelumnya diragukan kemampuannya, tampil memukau sepanjang pramusim. Ia mencetak gol tendangan bebas indah melawan Sydney, dan yang lebih penting, mencatatkan tiga assist dalam lima penampilan. Dua assist tercipta saat melawan Hoffenheim, di mana ia melewati dua bek sebelum memberikan umpan matang kepada Mikey Moore. Gaya bermainnya yang progresif dan kreatif, dengan kemampuan membawa bola ke area lawan, membuatnya masuk dalam 1% pemain sayap terbaik di liga-liga top Eropa untuk progressive carries.
Di sisi lain, Mikey Moore, pemain muda berusia 19 tahun yang sempat dipinjamkan ke Rangers, juga menunjukkan kelasnya. Dalam laga melawan Hoffenheim, Moore mencetak dua gol, salah satunya melalui penyelesaian tenang setelah menerima umpan Tel. Moore, yang sering dibandingkan dengan Neymar oleh rekan setimnya James Maddison, memiliki fleksibilitas bermain di sayap kiri atau sebagai penyerang tengah. Catatannya di level junior pun impresif: 11 gol dalam 8 pertandingan sebagai striker, dan 7 gol dalam 12 laga sebagai second striker.
Keputusan untuk meminjamkan Moore musim ini mungkin akan dipertimbangkan ulang oleh De Zerbi, terutama setelah performanya yang meyakinkan. Sementara itu, Tottenham juga sempat mengincar Eli Junior Kroupi dari Bournemouth, namun pemain Prancis itu mengalami cedera pergelangan kaki yang membuatnya absen empat bulan. Dengan demikian, Moore bisa menjadi jawaban jangka pendek untuk mengisi peran yang diharapkan dari Kroupi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa mulai mengandalkan pemain muda lokal daripada membeli bintang mahal. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih percaya pada pembinaan pemain muda. Selain itu, jika Tel dan Moore terus tampil konsisten, mereka bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Asia Tenggara yang bercita-cita berkarier di liga top Eropa.
De Zerbi tampaknya tidak terburu-buru untuk merekrut pemain baru di sisa bursa transfer. Dengan performa Tel dan Moore, ia mungkin telah menemukan formula yang tepat untuk lini serang Tottenham. Pertanyaannya, apakah kedua pemain ini mampu mempertahankan performa mereka saat musim kompetisi dimulai? Jika ya, Tottenham bisa menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan di Premier League.



