Roma Kunci Kesepakatan dengan Fofana, tetapi Transfer ke Mora Masih Menggantung
Baca dalam 60 detik
- Roma dikabarkan telah menyetujui persyaratan pribadi dengan Malick Fofana, namun langkah tersebut masih menunggu keputusan Porto terkait Rodrigo Mora.
- Nilai transfer Fofana diperkirakan mencapai โฌ40 juta, sementara Sportitalia menyebut โฌ30 juta plus bonus sudah cukup.
- Kesepakatan untuk Mora melibatkan โฌ25 juta plus 50 persen penjualan di masa depan, dengan opsi pembelian sisa kontrak pada 2027.

AS Roma akhirnya bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini setelah melalui periode awal yang penuh frustrasi. Klub ibu kota Italia tersebut dikabarkan telah mencapai kesepakatan pribadi dengan winger Olympique Lyon, Malick Fofana, namun langkah finalisasi masih bergantung pada respons FC Porto terkait Rodrigo Mora.
Menurut pakar transfer Fabrizio Romano, Roma telah menyetujui persyaratan dengan pemain asal Belgia itu, yang dikabarkan antusias bergabung ke Stadio Olimpico. Namun, dengan keterbatasan anggaran, manajemen klub harus memastikan terlebih dahulu apakah Porto bersedia melepas Mora, yang menjadi target utama lainnya. Langkah ini menunjukkan strategi hati-hati Roma dalam mengelola keuangan di tengah persaingan ketat dengan Galatasaray yang juga mengincar Fofana.
Nilai transfer yang beredar bervariasi. Romano menyebut Roma siap membayar sekitar โฌ40 juta untuk Fofana, sementara Sportitalia melaporkan bahwa โฌ30 juta plus bonus sudah cukup untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 21 tahun tersebut. Perbedaan angka ini mencerminkan kompleksitas negosiasi yang masih berlangsung, terutama karena Lyon dikenal sebagai klub yang sulit dalam negosiasi transfer.
Sementara itu, untuk Mora, Roma dan Porto dikabarkan hampir mencapai kesepakatan senilai โฌ25 juta ditambah 50 persen dari penjualan di masa depan. Ada pula klausul yang memungkinkan Roma membeli sisa kontrak Mora pada 2027 dengan nilai tambahan โฌ25 juta. Struktur pembayaran ini menunjukkan pendekatan inovatif Roma untuk mengatasi keterbatasan dana tunai, namun juga menimbulkan pertanyaan tentang komitmen jangka panjang klub terhadap kedua pemain muda tersebut.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Roma ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa beradaptasi dengan regulasi keuangan yang ketat. Strategi mencicil pembayaran atau melibatkan klausul penjualan di masa depan bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang ingin merekrut pemain asing berkualitas tanpa membebani anggaran. Selain itu, minat Roma pada pemain muda seperti Fofana dan Mora menegaskan tren klub-klim Eropa yang semakin berani memberikan menit bermain kepada talenta belia, sebuah pendekatan yang juga mulai diadopsi di Liga 1.
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, dihadapkan pada dilema: apakah ia bisa mendapatkan kedua pemain tersebut tanpa penjualan signifikan terlebih dahulu? Dengan skuat yang sudah cukup padat, keputusan untuk mendatangkan dua pemain sekaligus bisa memicu perombakan tim. Jika tidak ada pemain yang dijual, Roma mungkin harus mencari solusi kreatif lain, seperti meminjamkan pemain muda atau memanfaatkan skema pembayaran yang lebih fleksibel.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Roma akan mampu mempertahankan keseimbangan skuat dan keuangan setelah perekrutan ini. Dengan Fofana yang bisa langsung menjadi starter dan Mora yang mungkin butuh waktu adaptasi, Gasperini harus pandai mengatur rotasi. Jika kedua transfer ini berhasil, Roma akan memiliki lini serang yang lebih tajam dan muda, tetapi juga meningkatkan ekspektasi di musim kompetisi yang akan datang. Apakah langkah ini akan membawa Roma kembali ke papan atas Serie A, atau justru menjadi beban finansial baru? Hanya waktu yang akan menjawab.



