Lazio Kunci Kesepakatan Pinjam Josip Sutalo dari Ajax, Bek Kroasia Segera Jalani Tes Medis
Baca dalam 60 detik
- Lazio dan Ajax mencapai kata sepakat untuk transfer pinjaman Josip Sutalo dengan opsi pembelian permanen.
- Kesepakatan ini memberi Lazio opsi mempermanenkan bek Kroasia itu dengan total biaya mencapai 10,5 juta euro.
- Sutalo dijadwalkan terbang ke Italia pada Jumat untuk menjalani tes medis dan menandatangani kontrak.

Lazio akhirnya mengunci kesepakatan dengan Ajax Amsterdam untuk memboyong bek tengah asal Kroasia, Josip Sutalo, ke Stadio Olimpico. Berdasarkan laporan sejumlah media Italia, Rabu (14/2), kedua klub telah menuntaskan negosiasi dan tinggal menunggu proses administratif serta tes medis pemain berusia 24 tahun itu.
Menurut laporan Sky Sport Italia dan jurnalis transfer kenamaan Gianluca Di Marzio, Lazio akan membayar biaya pinjaman sebesar 3 juta euro untuk musim 2026-2027. Dalam kesepakatan itu, klub ibu kota Italia juga memegang opsi pembelian permanen dengan nilai tambahan 7,5 juta euro. Jika opsi itu dieksekusi, total pengeluaran Lazio untuk Sutalo mencapai 10,5 juta euroโangka yang jauh lebih rendah dibandingkan investasi Ajax saat mendatangkannya dari Dinamo Zagreb pada musim panas 2023 silam.
Ajax kala itu menebus Sutalo dengan mahar 20,5 juta euro, menjadikannya salah satu pembelian termahal dalam sejarah klub Eredivisie. Namun, performa bek internasional Kroasia itu di Amsterdam tidak sepenuhnya konsisten. Meski mencatatkan 108 penampilan di semua kompetisi, termasuk 30 laga di Eropa, Sutalo kerap mendapat sorotan karena inkonsistensi di lini belakang. Kini, Lazio berharap perubahan lingkungan dapat memulihkan performa terbaiknya.
Bagi Lazio, langkah ini merupakan bagian dari strategi peremajaan skuad di bawah arahan pelatih Marco Baroni. Dengan tambahan Sutalo, diharapkan lini pertahanan Biancoceleste semakin solid, terutama menghadapi padatnya jadwal Serie A dan kompetisi Eropa. Kehadiran pemain dengan pengalaman internasional seperti Sutalo juga dinilai mampu memberikan dimensi baru dalam rotasi pemain.
Dari sisi finansial, kesepakatan ini juga menguntungkan Ajax. Dengan melepas Sutalo, klub asal Amsterdam itu mengurangi beban gaji dan mendapatkan dana segar yang bisa digunakan untuk memburu pemain lain. Namun, keputusan ini tetap menyisakan tanda tanya: apakah Ajax terlalu cepat menyerah pada pemain yang baru dua musim berseragam mereka?
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik untuk dicermati karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa semakin cermat dalam berbelanja. Lazio, misalnya, memilih skema pinjaman dengan opsi beli untuk meminimalkan risiko. Pola seperti ini juga kerap digunakan klub-klub Asia, termasuk di Indonesia, dalam membangun skuad kompetitif tanpa menguras kas.
Selain itu, pergerakan Sutalo juga menjadi pengingat bahwa nilai pasar pemain bisa berubah drastis. Ajax yang sempat membayar mahal kini harus merelakan pemainnya dengan nilai lebih rendah. Ini menjadi pelajaran bagi klub mana pun, termasuk klub-klub Indonesia yang mulai berani berinvestasi di pemain asing.
Dengan jadwal tes medis pada Jumat (16/2), publik Roma berharap Sutalo segera bisa diturunkan dalam laga kontra lawan-lawannya di Serie A. Pertanyaannya, mampukah ia membuktikan diri sebagai bek tangguh yang selama ini dicari Lazio? Atau justru akan menjadi investasi yang kembali mengecewakan?



