Luciano Leandro Pertanyakan Skor Besar Indonesia dan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2, sementara Malaysia menang 6-0 atas Singapura dalam laga Grup A yang digelar bersamaan.
- Pengamat sepak bola Luciano Leandro menilai margin gol yang tidak biasa ini memerlukan audit transparan dari FIFA dan penyelenggara.
- Indonesia lolos ke final dengan keunggulan selisih gol +2 atas Malaysia dan akan menghadapi Thailand pada 5 Oktober 2026.

Kemenangan besar Timnas Indonesia atas Bangladesh dengan skor 9-2 dan kemenangan Malaysia 6-0 atas Singapura dalam matchday terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 memicu pertanyaan serius tentang integritas kompetisi. Kedua laga yang berlangsung bersamaan pada Kamis (1/10/2026) malam WIB itu tidak hanya menentukan siapa yang lolos ke final, tetapi juga meninggalkan jejak kontroversi yang sulit diabaikan.
Pengamat sepak bola nasional, Luciano Leandro, menyoroti anomali hasil tersebut. Menurutnya, margin gol yang sangat besar dalam pertandingan yang digelar simultan dan mempertaruhkan posisi klasemen adalah hal yang wajar untuk dipertanyakan. "Dua hasil ini tentu membuat saya sebagai analis sepak bola bertanya-tanya," ujar Luciano kepada Bola.com, Kamis (1/10/2026). Ia menegaskan tidak menuduh adanya kecurangan, namun menilai situasi ini layak dianalisis secara serius.
Pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, berjalan dramatis. Peringkat kedua tim terus berubah seiring bertambahnya gol. Mitchell Baker menjadi bintang kemenangan Garuda dengan lima gol pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+8. Empat gol lainnya dicetak Rizky Ridho (32'), Justin Hubner (45+1'), Luke Vickery (90'), dan Kevin Diks (90+6'). Bangladesh hanya mampu membalas melalui Shahriar Emon (36') dan Farhaan Ali Wahid (90+1').
Luciano, mantan pelatih Persipura Jayapura, menekankan pentingnya transparansi dalam pertandingan yang berdampak besar pada klasemen. "Integritas kompetisi harus selalu menjadi prioritas. FIFA dan penyelenggara harus memastikan seluruh pertandingan dapat diaudit dan dianalisis secara transparan, termasuk keputusan wasit, VAR, tambahan waktu, serta perilaku pertandingan pada fase akhir," tuturnya. Ia menambahkan bahwa hasil yang tidak biasa membutuhkan penjelasan yang juga luar biasa untuk menjaga kepercayaan publik terhadap sepak bola.
"Kita boleh menikmati drama sepak bola, tetapi hasil yang sangat tidak biasa juga membutuhkan transparansi yang luar biasa. Saya tidak menuduh siapa pun. Saya hanya mengatakan bahwa hasil seperti ini pantas mendapatkan penjelasan dan analisis yang transparan demi menjaga kepercayaan terhadap sepak bola."
โ Luciano Leandro, pengamat sepak bola
Konteks Indonesia: Lolosnya Timnas ke final edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pencapaian penting, tetapi sorotan terhadap integritas pertandingan bisa membayangi euforia. PSSI dan federasi terkait dituntut untuk memastikan tidak ada celah yang mencoreng kredibilitas turnamen. Di sisi lain, performa gemilang Mitchell Baker dan rekan-rekan tetap layak diapresiasi sebagai bukti kualitas sepak bola nasional.
Menghadapi Thailand di final, Indonesia tidak hanya perlu strategi matang, tetapi juga mental juara yang bersih dari kontroversi. Pertanyaan besarnya: akankah FIFA merespons seruan audit transparan ini, ataukah drama di lapangan akan tetap menjadi satu-satunya narasi yang tersisa?



