Geely Ganti Pucuk Pimpinan Unit Utama: Eric Li Mundur, An Conghui Naik Tahta
Baca dalam 60 detik
- Eric Li, pendiri Geely, melepas jabatan ketua di Geely Auto, digantikan An Conghui, sebagai bagian dari suksesi jangka panjang.
- Gan Jiayue mengambil alih posisi CEO dari Gui Shengyue yang menjadi wakil ketua, efektif 18 Agustus.
- Langkah ini terjadi di tengah persaingan ketat pasar otomotif China dan target ekspansi global, dengan target penjualan luar negeri dua pertiga dari total.

Shanghai, 18 Agustus 2025 โ Pendiri raksasa otomotif China, Geely Holding, Eric Li, resmi melepas jabatan ketua di unit andalannya, Geely Auto. Posisi tersebut kini dipegang oleh direktur eksekutif An Conghui, menandai babak baru dalam strategi suksesi perusahaan yang telah berdiri empat dekade.
Dalam pengumuman resmi ke bursa efek Hong Kong, Geely Holding menegaskan bahwa Li tetap bertahan sebagai ketua grup induk. Keputusan ini diambil agar Li dapat memfokuskan energinya pada berbagai komitmen bisnis lain. Sementara itu, kursi CEO Geely Auto juga berganti: Gan Jiayue, yang sebelumnya menjabat direktur eksekutif, akan menggantikan Gui Shengyue. Gui sendiri tidak pergi jauhโia dipromosikan menjadi wakil ketua. Perombakan ini berlaku efektif mulai Selasa, 18 Agustus 2025.
Pergantian manajemen ini bukan sekadar rotasi internal. Geely Holding, yang menaungi merek-merek seperti Volvo Cars, Polestar, Zeekr, dan Lynk & Co, tengah berhadapan dengan persaingan sengit di pasar otomotif terbesar dunia. Di dalam negeri, Geely harus berhadapan langsung dengan BYD, raja kendaraan listrik (EV) asal China yang terus menguasai pangsa pasar. Di sisi lain, ekspansi ke pasar global menjadi prioritas utama. An Conghui, dalam pernyataannya, mengungkapkan target ambisius: dua pertiga penjualan Geely Auto di masa depan harus berasal dari luar negeri.
Langkah ini dinilai sebagai upaya menyegarkan manajemen untuk menghadapi tantangan industri yang kian kompleks. Analis melihat bahwa penunjukan Gan Jiayue, yang memiliki pengalaman luas di sektor manufaktur dan strategi, adalah sinyal bahwa Geely ingin mempercepat transformasi menuju mobilitas listrik dan digitalisasi. "Gan memiliki rekam jejak yang solid dalam mengelola operasi dan memahami dinamika pasar," tulis Geely Auto dalam filing-nya, menegaskan keyakinan dewan atas kapabilitasnya.
Bagi Indonesia, perubahan di pucuk pimpinan Geely Auto patut disimak. Geely telah lama menjadi pemain penting di pasar otomotif regional, dan melalui merek seperti Volvo dan Lynk & Co, mereka memiliki jejak di Asia Tenggara. Dengan target ekspansi global yang lebih agresif, bukan tidak mungkin Geely akan meningkatkan penetrasi pasar Indonesia, terutama di segmen kendaraan listrik yang tengah digenjot pemerintah melalui berbagai insentif. Persaingan di pasar EV domestik yang selama ini didominasi merek China seperti Wuling dan DFSK, bisa semakin memanas dengan kehadiran Geely yang lebih agresif.
Keputusan ini juga mencerminkan tren yang lebih luas di industri otomotif global: pendiri perusahaan besar mulai melepas kendali operasional harian untuk memberi ruang bagi generasi penerus. Di tengah transisi energi dan teknologi, kesinambungan kepemimpinan menjadi kunci. Pertanyaannya, akankah langkah ini cukup untuk menjaga momentum Geely di tengah gempuran BYD dan pemain baru lainnya? Atau justru akan membuka peluang bagi kompetitor untuk merebut pangsa pasar? Waktu yang akan menjawab, namun yang jelas, Geely tidak ingin terjebak dalam zona nyaman.



