Como Siapkan Dana Besar untuk Kean, Tapi Tiga Pemain Harus Hengkang Lebih Dulu
Baca dalam 60 detik
- Como menjadikan Moise Kean prioritas utama lini serang, namun harus melepas minimal tiga pemain inti terlebih dahulu.
- Kean dianggap aset berharga karena status homegrown dan rekam jejaknya yang impresif bersama Fiorentina dan Timnas Italia.
- Langkah Como ini menjadi ujian ambisi mereka di Liga Champions, sekaligus pelajaran bagi klub Asia Tenggara dalam membangun skuad kompetitif.

Klub promosi Serie A, Como, dikabarkan masih menjadikan penyerang tim nasional Italia, Moise Kean, sebagai target utama bursa transfer musim panas ini. Namun, ambisi Cesc Fabregas untuk memboyong pemain berusia 26 tahun itu tidak akan mudah, karena klub harus lebih dulu melepas setidaknya tiga pemain inti untuk memenuhi regulasi skuad dan kebutuhan finansial.
Kean, yang kini membela Fiorentina, telah mencetak 27 gol di liga sejak bergabung dari Juventus dua tahun lalu. Catatan impresif itu membuatnya menjadi incaran banyak klub, termasuk Como yang tengah bersiap menghadapi musim perdana di Liga Champions pada 2026-27. Selain itu, status Kean sebagai pemain yang memenuhi kuota 'homegrown' atau lokal menjadi nilai tambah tersendiri bagi Como yang masih kekurangan talenta Italia untuk mematuhi aturan UEFA.
Menurut laporan Gianluca Di Marzio, pakar transfer asal Italia, Como harus merelakan beberapa pemainnya hengkang sebelum bisa mengajukan tawaran serius untuk Kean. Salah satu yang paling rumit adalah Alvaro Morata, yang sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Atlanta United di MLS. Namun, klub Amerika Serikat itu kini lebih condong kepada penyerang Timnas Swiss, Breel Embolo, sehingga masa depan Morata di Como semakin tidak pasti.
Selain Morata, bek kanan Ignace van der Brempt juga masuk daftar jual. Genoa dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Como, sementara Marseille dan Werder Bremen juga menunjukkan minat. Sementara itu, gelandang Matthias Braunoeder yang musim lalu dipinjamkan ke Bari, diminati oleh Virtus Entella.
Langkah Como ini menunjukkan bahwa mereka serius membangun skuad kompetitif untuk pentas Eropa. Namun, keputusan untuk melepas pemain inti demi mendatangkan satu nama besar selalu memiliki risiko. Keseimbangan antara kebutuhan finansial dan kualitas tim menjadi pertimbangan utama bagi Fabregas dan manajemen klub.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Como ini menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana klub membangun skuad secara berkelanjutan. Di tengah gencarnya naturalisasi pemain keturunan untuk Timnas Indonesia, penting untuk melihat bagaimana klub-klub Eropa menyeimbangkan antara kebutuhan akan pemain berkualitas dan kepatuhan terhadap regulasi. Como, misalnya, harus memastikan kuota pemain lokal terpenuhi, sebuah tantangan yang juga relevan bagi klub-klub Asia Tenggara yang ingin bersaing di level tertinggi.
Ke depannya, apakah Como akan berhasil mendatangkan Kean atau justru gagal karena kendala penjualan pemain? Atau akankah mereka beralih ke target lain yang lebih realistis? Keputusan ini akan menentukan sejauh mana ambisi Como di kancah Eropa, sekaligus menjadi cermin bagi klub-klub lain dalam mengelola bursa transfer dengan cerdas.



