Pique dan Haaland Ramaikan Investasi Catur: Olahraga Strategi yang Kian Komersial
Baca dalam 60 detik
- Mantan bek Spanyol Gerard Pique resmi menjadi pemegang saham strategis di tim American Gambits, kasta Global Chess League (GCL), menyusul jejak Erling Haaland dan atlet top lain.
- Investasi ini menandai pergeseran catur dari permainan papan tradisional menjadi properti hiburan global, dengan dukungan liga franchise, sponsor, dan platform streaming.
- Fenomena ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekosistem catur di Indonesia, baik dari sisi partisipasi pemain maupun peluang komersial bagi brand lokal.

Mantan bek timnas Spanyol dan Barcelona, Gerard Pique, resmi bergabung sebagai pemegang saham strategis dalam franchise Global Chess League (GCL), Fyers American Gambits. Langkah ini menegaskan tren investasi atlet top dunia di olahraga catur yang kini menjelma menjadi produk hiburan komersial dengan daya tarik global.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Bengaluru, India, Senin (17/8). Pique, yang juga pendiri perusahaan olahraga dan media Kosmos, mengaku telah lama terpesona oleh kedalaman strategi dan ketangguhan mental yang dituntut dalam permainan catur. Ia bergabung dengan deretan investor lain seperti bintang Manchester City, Erling Haaland, dan pebalap ski lintas alam Norwegia, Johannes Hoesflot Klaebo, yang sebelumnya telah menanamkan modal di ajang Norway Chess dan Total Chess World Championship.
Investasi ini bukan sekadar tren sesaat. Di baliknya, terdapat upaya sistematis untuk mentransformasi catur dari permainan papan tradisional menjadi produk olahraga global melalui liga franchise, konten digital, sponsor, dan platform streaming. Global Chess League, yang didukung oleh raksasa teknologi India Tech Mahindra dan Federasi Catur Dunia (FIDE), telah merancang format pertandingan yang lebih singkat dan dinamis agar mudah dikonsumsi penonton televisi dan digital.
Menurut investor asal Norwegia, Morten Borge, yang turut mendorong Haaland masuk ke proyek ini, ada banyak paralel menarik antara sepak bola level tertinggi dan catur. "Meski di lapangan Erling terlihat seperti monster fisik, sepak bola level tertinggi juga tentang persiapan, strategi, timing, dan memahami momen-momen krusial. Dalam hal ini, ada kemiripan dengan catur," ujarnya. Borge menambahkan bahwa Haaland tertarik pada penekanan catur pada pemikiran strategis dan disiplin mental untuk tampil di bawah tekanan.
Fenomena ini mencerminkan tren yang lebih luas di dunia olahraga, di mana para atlet semakin memanfaatkan catur untuk mengasah konsentrasi, pengambilan keputusan, dan pengenalan pola. Pelatih legendaris Pep Guardiola, misalnya, kerap merujuk catur dalam diskusi taktik sepak bolanya. Sejumlah atlet seperti Mohamed Salah, Boris Becker, dan Novak Djokovic juga telah berbicara terbuka tentang penggunaan catur sebagai alat latihan.
Di sisi lain, para investor semakin melihat peluang komersial yang besar dalam catur. Borge percaya bahwa catur mengikuti jejak olahraga niche lain yang berhasil memperluas basis penggemar mereka. "Ketika Anda bisa mengomersialkan olahraga sempit seperti darts, dan ketika hampir satu miliar orang di dunia bermain catur, peluangnya jelas," katanya. Perbandingan dengan darts, yang kini memiliki turnamen bergengsi dengan hadiah besar, menunjukkan potensi catur untuk tumbuh serupa.
Bagi Indonesia, fenomena ini membuka peluang besar. Dengan populasi muda yang besar dan penetrasi internet yang meningkat, catur memiliki basis penggemar yang potensial. Turnamen catur online dan offline semakin populer, dan kehadiran investor global dapat mendorong pengembangan ekosistem catur lokal, baik dari sisi pembinaan atlet maupun peluang komersial bagi brand yang ingin menjangkau audiens yang cerdas dan strategis.
American Gambits, yang juga memiliki pemegang saham mantan pemain kriket India Ravichandran Ashwin, akan berlaga di edisi keempat GCL di Bengaluru pada September mendatang. Pertanyaan besarnya, apakah langkah Pique dan Haaland akan diikuti oleh atlet-atlet Indonesia, dan apakah Indonesia siap memanfaatkan momentum ini untuk melahirkan generasi pecatur yang mampu bersaing di panggung global?



