Hamilton Soroti Struktur Manajemen Ferrari, Vasseur Tetap Dapat Restu
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton mempertanyakan efektivitas struktur manajemen Ferrari di atas Fred Vasseur, meski menegaskan dukungan penuh kepada sang team principal.
- Keterbatasan power unit menjadi biang keladi defisit performa Ferrari, dengan Mercedes kini unggul 160 poin di klasemen konstruktor.
- Hamilton berharap perombakan struktur dan perbaikan mesin untuk musim 2027 dapat mengembalikan Ferrari ke jalur juara.

Lewis Hamilton membuka suara mengenai pentingnya stabilitas manajemen di Formula 1, seraya menyoroti perlunya evaluasi terhadap struktur organisasi Ferrari yang telah lama tidak berubah. Pernyataan ini muncul di tengah tekanan yang terus menggunung pada tim asal Maranello tersebut, terutama setelah performa kurang memuaskan pada musim 2026. Meski demikian, pembalap tujuh kali juara dunia itu menegaskan dukungan penuh kepada Fred Vasseur sebagai team principal, namun ia menyiratkan bahwa ada lapisan manajemen di atas Vasseur yang perlu dibenahi.
Dalam sesi wawancara di Grand Prix Bahrain, Hamilton dimintai pendapatnya tentang seberapa krusial struktur manajemen yang solid bagi tim yang tengah berjuang merebut gelar. "Struktur itu sangat penting, begitu pula stabilitas, dan pada akhirnya semua orang harus mendayung ke arah yang sama. Itu kunci di bisnis apa pun," ujarnya. Ketika ditanya apakah semua pihak di sekitar dan di atas Vasseur sudah sejalan, Hamilton tidak ragu membela rekannya itu. "Saya pikir Fred mendapat dukungan penuh," tegasnya. Namun, ia menambahkan, "Ada struktur yang sudah ada sejak lama, apakah itu perlu ditinjau ke depan. Jelas ada juga orang-orang di atas Fred."
Pernyataan Hamilton ini menyoroti dinamika internal Ferrari yang kerap menjadi sorotan publik. Musim 2026 memang menjadi tahun yang berat bagi Scuderia. Unit daya yang kurang bertenaga membuat Mercedes mampu menyalip mereka di klasemen konstruktor, bahkan kini unggul 160 poin. Lebih jauh, posisi Hamilton di klasemen pembalap juga tergerus, tidak lagi berada di peringkat kedua. Para penggemar pun mempertanyakan aturan keterlibatan antar pembalap yang dianggap berkontribusi pada penurunan performa, dan Vasseur menjadi sasaran utama kritik.
Hamilton menegaskan bahwa defisit performa Ferrari murni berasal dari mesin. "Kami tahu setiap akhir pekan kami membawa defisit satu persepuluh detik, bahkan terkadang enam persepuluh detik hanya dalam tenaga lurus. Kami sadar akan hal itu dan itu sesuatu yang perlu kami kerjakan, dan mungkin mereka sedang bekerja sangat keras untuk memperbaikinya tahun depan," jelasnya. Ia juga memuji upaya Vasseur yang telah membantu tim meraih posisi kedua di kejuaraan konstruktor, sebuah lompatan besar dari musim sebelumnya.
Di tengah derasnya kritik, Hamilton menyayangkan sikap media yang menurutnya terlalu keras terhadap Ferrari. "Sangat frustrasi melihat semua hal negatif karena Anda melihat orang lain membuat kesalahan dan tidak ada yang mengatakan banyak tentang mereka. Kami membuat kesalahan yang sama atau saya tidak sempurna, dan entah kenapa sepuluh kali lebih buruk bagi Ferrari. Tapi itu juga bisa dimaklumi karena ini adalah merek terbaik, yang paling ikonik," tuturnya. Ia mengaku tidak membaca situs berita, namun melihat dampaknya pada anggota tim. "Ketika keluarga Anda mengirim pesan tentang hal-hal negatif yang mereka baca, dan orang-orang di pabrik juga membacanya, kadang Anda merasa tidak ada yang benar meskipun sudah memberikan segalanya," tambahnya.
"Pesan saya adalah jangan membaca semua tulisan itu karena faktanya tidak ada penulis yang benar-benar tahu apa yang mereka bicarakan karena mereka tidak berada di dalam tim."
- Lewis Hamilton
Hamilton enggan mengungkapkan perubahan spesifik apa yang akan ia lakukan, tetapi ia mengonfirmasi bahwa "ada perubahan yang akan saya lakukan." Ia berharap dengan kerja keras seluruh tim, musim depan Ferrari dapat mencapai posisi yang diinginkan. "Saya tahu ini bukan tahun kedua kami akan berada di tempat yang kami inginkan. Tapi saya berharap dan berdoa dengan kerja keras semua orang, mungkin tahun depan kami bisa sampai ke tempat yang kami inginkan dan layak kami dapatkan," pungkasnya.
Pernyataan Hamilton ini membuka diskusi lebih luas tentang tata kelola tim-tim papan atas F1. Ferrari, dengan sejarah panjang dan ekspektasi tinggi, sering kali menjadi sorotan ketika hasil tidak sesuai harapan. Pertanyaan tentang apakah struktur manajemen yang ada sudah optimal untuk bersaing di level tertinggi menjadi relevan, terutama ketika rival seperti Mercedes dan Red Bull terus berinovasi. Bagi penggemar di Indonesia, dinamika ini menjadi cerminan bahwa kesuksesan di ajang balap tidak hanya ditentukan oleh pembalap, tetapi juga oleh sinergi seluruh elemen tim, dari mekanik hingga manajemen puncak.
Ke depan, fokus Ferrari akan tertuju pada perbaikan power unit untuk musim 2027 dan kemungkinan perombakan struktur manajemen. Jika Hamilton benar, perubahan di level atas bisa menjadi kunci untuk mengembalikan Ferrari ke jalur juara. Namun, dengan regulasi teknis yang terus berkembang, akankah Ferrari mampu beradaptasi dan memenuhi ekspektasi? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: tekanan pada Vasseur dan jajarannya tidak akan surut hingga hasil di lintasan berbicara.



