Investor IPL Incar Ekspansi The Hundred: Peluang Baru bagi Kemitraan Global
Baca dalam 60 detik
- Kolkata Knight Riders siap kembali berinvestasi di The Hundred jika turnamen menambah jumlah tim menjadi sepuluh.
- Langkah ini memperkuat dominasi pemodal IPL dalam kompetisi kriket Inggris, dengan empat dari delapan waralaba sudah dimiliki grup terkait IPL.
- Ekspansi The Hundred dijadwalkan paling cepat 2029, berpotensi meningkatkan nilai hak siar dan membuka peluang bagi investor Asia.

Pemilik tim kriket Kolkata Knight Riders (KKR), Knight Riders Group (KRG), menyatakan minatnya untuk membeli saham waralaba baru jika kompetisi The Hundred di Inggris diperluas dari delapan menjadi sepuluh tim. Ketertarikan ini muncul setelah KRG sebelumnya mengundurkan diri dari proses lelang karena menilai valuasi waralaba terlalu tinggi.
Pada tahun lalu, KRG terlibat dalam penawaran untuk Trent Rockets, namun akhirnya kalah dari Cain International, perusahaan investasi milik Todd Boehly dan Jonathan Goldstein, yang membayar hampir £40 juta untuk 49% saham. Keputusan mundur tersebut diambil setelah pertimbangan matang, namun kini mereka membuka peluang untuk kembali jika ECB (England and Wales Cricket Board) memutuskan menambah jumlah tim.
Langkah ini berpotensi menghadirkan pemodal besar dengan koneksi IPL (Indian Premier League) dalam proses ekspansi The Hundred. Saat ini, empat dari delapan waralaba The Hundred—Sunrisers Leeds, Manchester Super Giants, MI London, dan Southern Brave—telah dimiliki atau sebagian dimiliki oleh grup yang berafiliasi dengan IPL. Masuknya KRG akan menambah daftar investor global yang semakin menguatkan posisi The Hundred sebagai kompetisi dengan daya tarik internasional.
ECB sendiri belum akan menambah tim sebelum siklus hak siar saat ini berakhir pada 2028. Namun, penambahan dua tim dan lebih banyak pertandingan dapat meningkatkan nilai kontrak siaran berikutnya, dengan ekspansi yang mungkin dimulai pada 2029. Durham dan tim dari barat daya Inggris, seperti Bristol atau Taunton, disebut-sebut sebagai kandidat lokasi waralaba baru.
KRG memiliki portofolio waralaba kriket yang luas, termasuk di India, Karibia, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Hal ini menjadikan mereka salah satu pemain global paling aktif dalam bisnis waralaba kriket. Minat mereka pada The Hundred tidak hanya soal investasi, tetapi juga strategi memperluas pengaruh di pasar kriket Inggris yang sedang berkembang.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik karena menunjukkan bagaimana investasi asing, terutama dari Asia Selatan, semakin menguasai olahraga global. Meski kriket bukan olahraga utama di Indonesia, tren ini bisa menjadi pelajaran tentang bagaimana kompetisi domestik dapat menarik investor asing untuk meningkatkan kualitas dan popularitas. Selain itu, dengan semakin banyaknya pemilik tim dari Asia, ada potensi peningkatan siaran dan pemasaran di kawasan Asia Tenggara, yang bisa menjadi peluang bagi penggemar kriket di Indonesia untuk mengakses konten lebih mudah.
Para analis memperkirakan bahwa jika ekspansi terjadi, nilai hak siar The Hundred bisa meningkat signifikan, mengingat minat investor yang besar. Namun, ECB perlu memastikan bahwa penambahan tim tidak mengorbankan kualitas kompetisi. Pertanyaan yang muncul: apakah ekspansi ini akan membuat The Hundred semakin kompetitif atau justru melebar tanpa kedalaman? Keputusan ECB dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi kunci.



