Gawat: Bintang Muda Cagliari, Yael Trepy, Kritis di ICU Setelah Hampir Tenggelam
Baca dalam 60 detik
- Penyerang muda Cagliari, Yael Trepy, masih dirawat intensif di Sassari setelah insiden nyaris tenggelam di Porto Cervo.
- Klub meminta privasi dijaga dan terus berkomunikasi dengan keluarga serta rumah sakit, sementara kondisi pemain dipantau ketat.
- Insiden ini menjadi pengingat akan risiko di luar lapangan bagi pesepakbola muda, sekaligus menguji ketahanan mental skuad Cagliari jelang Serie A.

Kabar mengejutkan datang dari Italia: penyerang muda Cagliari, Yael Trepy (20), harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah nyaris tenggelam di sebuah kolam renang di Porto Cervo, Sardinia. Peristiwa ini terjadi di sela libur singkat para pemain, dan kini seluruh perhatian klub tertuju pada kondisi pemain asal Prancis tersebut.
Cagliari Calcio, melalui pernyataan resmi pada Senin (12/8), mengonfirmasi bahwa Trepy dirawat di unit perawatan intensif Rumah Sakit Santissima Annunziata di Sassari. Klub menyatakan terus berkomunikasi dengan pihak medis dan keluarga pemain, serta memantau perkembangan kondisinya secara saksama. "Semua pemikiran klub saat ini tertuju pada Yael dan keluarganya. Kami meminta rasa hormat yang sebesar-besarnya terhadap privasi mereka," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Menurut laporan Gazzetta dello Sport dan media Italia lainnya, pemain yang akrab disapa Trepy itu hampir tenggelam di kolam renang di Porto Cervo dan sempat dilarikan ke rumah sakit menggunakan helikopter. Insiden ini terjadi setelah Cagliari memberikan dua hari libur pasca-laga Coppa Italia melawan Arezzo pada Jumat lalu, di mana Trepy tampil sebagai starter dan bermain selama 54 menit. Para pemain seharusnya kembali berlatih hari ini untuk persiapan laga pembuka Serie A melawan Parma akhir pekan depan.
Trepy, yang bergabung dengan sektor muda Cagliari dari US Crรฉteil pada 2023, telah mencuri perhatian dengan penampilannya. Musim lalu, ia menjalani debut di Serie A dan berhasil mencetak satu gol dalam delapan penampilan. Kontraknya di Unipol Domus terikat hingga Juni 2030, menunjukkan bahwa ia merupakan investasi jangka panjang klub. Namun, insiden ini tentu menjadi ujian berat bagi perjalanan kariernya yang masih panjang.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi ada pelajaran berharga. Banyak pemain muda Indonesia yang mulai menembus skuad utama klub-klub Eropa, dan insiden seperti ini mengingatkan bahwa karier pesepakbola tidak hanya ditentukan oleh performa di lapangan, tetapi juga faktor keamanan dan kesehatan di luar pertandingan. Klub-klub di Indonesia pun mulai memperhatikan aspek ini, meski masih perlu peningkatan.
Kondisi Trepy saat ini masih belum jelas, dan publik menantikan perkembangan lebih lanjut. Cagliari sendiri dijadwalkan memulai musim Serie A melawan Parma, dan kehilangan salah satu pemain muda potensialnya tentu menjadi pukulan tersendiri. Namun, yang terpenting adalah keselamatan dan pemulihan sang pemain. Pertanyaannya, mampukah Trepy bangkit dari insiden ini dan kembali menunjukkan tajinya di Serie A? Atau justru ini menjadi titik balik yang mengubah arah kariernya? Kita tunggu kabar selanjutnya.



