Ricci Menuju Como: Pinjaman dengan Opsi Beli, tetapi Milan Masih Menunggu Penjualan
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan pinjaman Samuele Ricci ke Como dengan opsi pembelian telah dicapai, tetapi transfer bergantung pada penjualan pemain Como terlebih dahulu.
- Gelandang Italia berusia 24 tahun itu minim menit bermain di Milan musim lalu, hanya 14 kali starter dari 34 penampilan, sehingga peluang pindah menjadi angin segar bagi kariernya.
- Jika terealisasi, kepindahan ini bisa menjadi model transfer yang menarik bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, dalam memanfaatkan pemain muda Eropa yang kurang dimanfaatkan.

Gelandang internasional Italia, Samuele Ricci, dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk bergabung dengan Como dengan status pinjaman plus opsi pembelian, namun kepindahan tersebut masih menggantung karena Como harus melepas salah satu pemainnya terlebih dahulu. Langkah ini menjadi titik balik bagi Ricci yang musim lalu jarang mendapat kepercayaan dari pelatih anyar Milan, Ruben Amorim.
Sejak diboyong dari Torino dengan nilai transfer sekitar โฌ23 juta plus bonus pada musim panas lalu, Ricci kesulitan menembus skuad utama Rossoneri. Dari 34 penampilan kompetitif, ia hanya 14 kali menjadi starter, mencetak satu gol dan empat assist. Situasi ini memicu spekulasi sejak awal musim bahwa ia tidak masuk dalam rencana Amorim, yang lebih mengandalkan gelandang lain di lini tengah.
Menurut laporan Sky Sport Italia, kedua klub telah berjabat tangan atas kesepakatan pinjaman hingga akhir musim dengan opsi pembelian permanen. Namun, Como baru dapat merampungkan transfer setelah mereka menjual salah satu gelandang mereka, yang kemungkinan besar adalah Luca Mazzitelli, untuk memberi ruang di skuad. Mazzitelli disebut-sebut menjadi target Hellas Verona, yang bisa menjadi jalan keluar bagi Como.
Ketertarikan pada Ricci tidak hanya datang dari Como. Atalanta dan pelatih Maurizio Sarri sempat dikaitkan dengan pemain berusia 24 tahun itu, namun negosiasi tidak pernah berlanjut. Ricci sendiri akan genap berusia 25 tahun pada Jumat ini dan telah mengoleksi 11 caps bersama tim nasional Italia. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun memiliki kualitas, persaingan di klub besar seperti Milan bisa menghambat perkembangan pemain muda.
Bagi Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Banyak pemain muda Indonesia yang bermain di liga Eropa, seperti Asnawi Mangkualam di Port FC (Thailand) atau Egy Maulana Vikri yang sempat merumput di Eropa. Pola pinjaman dengan opsi pembelian seperti yang dialami Ricci bisa menjadi alternatif bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, untuk mendapatkan pemain berkualitas dari liga top Eropa tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal. Selain itu, kasus Ricci juga menggarisbawahi pentingnya manajemen karier bagi pemain muda, di mana menit bermain menjadi kunci perkembangan.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Como benar-benar akan menebus Ricci secara permanen jika ia tampil impresif. Dengan usia yang masih muda dan pengalaman internasional, Ricci bisa menjadi aset berharga bagi Como yang tengah membangun skuad kompetitif di Serie A. Namun, semua itu masih bergantung pada kelancaran penjualan Mazzitelli. Jika gagal, bukan tidak mungkin Ricci akan bertahan di Milan hingga bursa transfer berikutnya, atau bahkan pindah ke klub lain yang lebih serius mengejarnya.



