Vicario ke Juventus: Kiper Italia Itu Tinggalkan Tottenham demi Menit Bermain
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan pinjaman dengan opsi pembelian senilai ยฃ8,6 juta telah disetujui kedua klub.
- Langkah ini merupakan respons atas minimnya kesempatan bermain di bawah Roberto de Zerbi.
- Kepindahan ini bisa mengubah peta persaingan kiper di Serie A musim depan.

Guglielmo Vicario, kiper internasional Italia berusia 29 tahun, akan segera kembali ke Serie A setelah Tottenham Hotspur menerima tawaran pinjaman dari Juventus dengan opsi pembelian. Kepindahan ini menjadi babak baru bagi karier kiper yang sempat menjadi pilihan utama Spurs sejak 2023 namun kehilangan tempat di musim lalu.
Kesepakatan tersebut mencakup opsi pembelian non-wajib senilai sekitar ยฃ8,6 juta. Vicario dijadwalkan terbang ke Turin untuk menjalani tes medis dan menyelesaikan kepindahan. Langkah ini muncul setelah upaya Juventus mendatangkan Emiliano Martinez dari Aston Villa gagal total, sebagian karena cedera jari yang dialami kiper Argentina itu. Alhasil, Bianconeri mengalihkan fokus ke Vicario setelah sempat menjajaki Zion Suzuki dari Parma.
Bagi Tottenham, kepergian Vicario merupakan bagian dari perombakan besar-besaran di bawah manajer Roberto de Zerbi. Sejak ditunjuk menukangi Spurs, De Zerbi lebih memercayakan Antonin Kinsky sebagai kiper utama, sementara Martin Dubravka didatangkan gratis dari Burnley sebagai pelapis. Vicario yang tampil 117 kali untuk Spurs sejak dibeli dari Empoli seharga ยฃ17,2 juta pada 2023, kini harus merelakan posisinya demi menit bermain yang lebih teratur.
Keputusan ini juga sejalan dengan strategi belanja klub London utara yang memecahkan rekor. Tottenham telah merekrut enam pemain baru dan masih memburu dua penyerang tambahan. Di sisi lain, sejumlah pemain inti seperti kapten Cristian Romero, Djed Spence, dan Yves Bissouma telah dilepas, dipinjamkan, atau dibebaskan. Ini menandai era baru yang agresif di bawah kepemilikan klub.
Bagi Juventus, kedatangan Vicario diharapkan menjadi solusi jangka pendek sekaligus investasi. Opsi pembelian yang tidak mengikat memberi fleksibilitas bagi klub untuk mengevaluasi performanya. Jika Vicario mampu tampil konsisten, ia bisa menjadi penerus jangka panjang di bawah mistar gawang, mengingat usia kiper biasanya masih produktif hingga akhir 30-an.
Dari perspektif Indonesia, kepindahan ini menarik untuk dicermati karena Serie A memiliki basis penggemar yang besar di Tanah Air. Banyak suporter yang mengikuti perkembangan liga Italia, dan pergerakan kiper sekelas Vicario bisa memengaruhi dinamika persaingan di papan atas. Selain itu, dengan semakin banyaknya pemain Asia Tenggara yang merambah Eropa, transfer seperti ini menjadi indikator bahwa klub-klim Eropa tetap terbuka pada talenta dari berbagai kawasan.
Para analis menilai bahwa Vicario masih memiliki kualitas untuk bersaing di level tertinggi. Meski sempat kehilangan tempat di Tottenham, pengalamannya di Premier League dan statusnya sebagai kiper internasional Italia menjadi modal berharga. Juventus, yang tengah membangun kembali skuad setelah beberapa musim inkonsisten, membutuhkan sosok tangguh di bawah mistar. Pertanyaannya, akankah Vicario mampu merebut hati penggemar dan staf pelatih di Turin?
Musim depan akan menjadi ujian nyata bagi Vicario. Jika ia berhasil tampil gemilang, bukan tidak mungkin opsi pembelian akan diaktifkan dan ia menjadi kiper utama jangka panjang. Sebaliknya, jika performanya menurun, Juventus bisa mengembalikannya ke Tottenham. Skenario ini memberikan keuntungan bagi kedua klub, tetapi juga menempatkan tekanan besar pada pundak Vicario untuk membuktikan bahwa ia masih layak disebut sebagai salah satu kiper terbaik Italia.



