Amy Hunt Sapu Empat Emas Eropa: Dari Cedera Parah Menuju Ambisi Olimpiade 2028
Baca dalam 60 detik
- Sprinter Inggris Amy Hunt mengukir sejarah dengan memborong empat medali emas di Kejuaraan Eropa 2025, termasuk nomor estafet 4x100m campuran.
- Kesuksesan ini menjadi puncak kebangkitannya setelah cedera tendon paha yang nyaris mengakhiri kariernya pada 2022.
- Hunt kini mengincar prestasi serupa di Olimpiade Los Angeles 2028, dengan fokus memperbaiki start untuk bersaing di level dunia.

Amy Hunt, sprinter andalan Inggris, menutup Kejuaraan Atletik Eropa 2025 dengan cara yang spektakuler. Pada Minggu (13/8) malam waktu Birmingham, ia mempersembahkan medali emas keempatnya setelah menjadi bagian dari tim estafet 4x100m campuran yang finis terdepan. Dengan torehan itu, Hunt resmi mengukir namanya dalam buku sejarah sebagai atlet pertama yang menyapu bersih empat emas dalam satu edisi kejuaraan Eropa—sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Perjalanan Hunt menuju puncak tidaklah mulus. Tujuh tahun lalu, saat berusia 17 tahun, ia memecahkan rekor dunia junior putri untuk nomor 200m dengan catatan waktu 22,42 detik di Jerman. Namanya langsung melambung, bahkan Vogue menobatkannya sebagai salah satu wajah yang mendefinisikan dekade ini. Namun, setelah sorotan itu, kariernya justru diuji oleh serangkaian cedera dan keraguan diri. Baru pada 2025, setelah pindah ke Padua, Italia, untuk berlatih di bawah arahan Marco Airale, Hunt menemukan kembali performa terbaiknya.
Di Birmingham, Hunt tampil dominan. Ia merebut emas 100m pada malam pembukaan, kemudian menyusul dengan kemenangan di nomor 200m dan dua estafet. Setelah memastikan gelar individu ganda, ia berteriak ke kamera, "Are you not entertained?!"—sebuah pernyataan yang menegaskan bahwa ia telah tiba di panggung besar. Kini, namanya disebut-sebut sebagai kandidat kuat BBC Sports Personality of the Year.
Kesuksesan ini terasa manis mengingat pada 2022, Hunt mengalami cedera parah: tendon paha depan kanannya robek total saat berlomba di Birmingham. Ia harus menjalani operasi dan membutuhkan bantuan ibunya untuk sekadar mandi. Momen itu nyaris menghentikan kariernya, tetapi Hunt justru bangkit. Ia menyelesaikan studi Sastra Inggris di Cambridge sambil menjalani rehabilitasi, dan pada 2024 meraih medali perak Olimpiade di nomor estafet 4x100m. Setahun kemudian, ia mempersembahkan medali perak dunia pertamanya di nomor 200m di Tokyo.
Di balik kegemilangannya, Hunt masih memiliki pekerjaan rumah: start. Dengan tinggi hampir 180 cm, ia dikenal memiliki kecepatan top-end yang luar biasa, tetapi start-nya masih menjadi kelemahan. Colin Jackson, mantan juara dunia 110m gawang, menilai Hunt perlu menembus waktu 10,75 detik untuk 100m dan 21,7-21,8 detik untuk 200m jika ingin bersaing di level global. "Dia belum jauh dari target itu," ujar Jackson kepada BBC Sport.
Hunt juga harus mengatasi masalah kesehatan yang belum jelas penyebabnya: tekanan darah rendah yang membuatnya hampir pingsan saat lari jarak jauh, termasuk di London Diamond League pada Juli lalu. Namun, dengan manajemen elektrolit dan handuk dingin, ia berhasil tampil kuat di Kejuaraan Eropa. "Empat emas adalah mimpi, dan mungkin mimpi itu menjadi kenyataan," kata Hunt. "Saya sangat bangga pada diri sendiri dan cara saya menghadapi pekan ini."
Bagi Indonesia, kisah Hunt menjadi pengingat bahwa perjalanan atlet jarang linier. Di tengah gencarnya pembinaan atlet muda oleh pemerintah, kasus Hunt menunjukkan pentingnya manajemen cedera dan dukungan psikologis. Jika Indonesia ingin melahirkan sprinter kelas dunia, investasi pada pelatih berkualitas dan fasilitas pemulihan cedera menjadi krusial—bukan sekadar mengejar rekor di usia muda.
Ke depan, Hunt mengincar Olimpiade Los Angeles 2028. Ia ingin mengulang sapu bersih emas sprint di panggung terbesar. Namun, sebelum itu, ia akan berlaga di Kejuaraan Dunia Ultimate pada September dan Kejuaraan Dunia 2026 di Beijing. Pertanyaannya: mampukah ia mempertahankan konsistensi ini dan menaklukkan start-nya untuk menjadi yang terbaik di dunia? Jika musim ini adalah indikasi, jawabannya mungkin akan segera kita lihat.



