Pedro Acosta Kembali ke Motegi dengan Sensasi Mirip 2024, Siap Rebut Pole?
Baca dalam 60 detik
- Pedro Acosta mengaku merasakan sensasi yang mirip dengan 2024 di Motegi, di mana ia meraih pole position pertamanya.
- Pembalap KTM itu mencatat waktu tercepat kedua pada Jumat, menunjukkan peningkatan performa dibanding tahun lalu.
- Dengan sirkuit yang baru diaspal dan kompon ban berbeda, Acosta optimistis bisa mengulang kesuksesan Austria.

Pedro Acosta mengawali akhir pekan MotoGP Jepang dengan modal kepercayaan diri tinggi. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu menorehkan waktu tercepat kedua pada sesi latihan Jumat di Sirkuit Motegi, dan mengaku merasakan sensasi yang tak asing—mirip dengan momen dua tahun silam ketika ia merebut pole position pertamanya di kelas premier.
Pada 2024, Acosta yang masih berstatus rookie tampil mengejutkan dengan meraih pole di Motegi, meski akhirnya gagal finis di sprint maupun balapan utama karena kecelakaan. Kini, dengan pengalaman dua musim penuh, pembalap Spanyol berusia 22 tahun itu menilai dirinya jauh lebih matang. "Rasanya sangat mirip dengan 2024 dan jauh lebih baik daripada 2025, jadi saya senang," ujarnya usai sesi latihan.
Motegi memang dikenal cocok dengan karakter KTM RC16. Tahun lalu, Acosta juga tampil kompetitif di trek ini—menduduki posisi keempat kualifikasi, kedua di hari Jumat, dan naik podium sprint—meski harus berjuang keras menghemat ban. Namun, ia menyebut situasi tahun ini berbeda. "Mungkin perbedaan terbesarnya adalah seluruh sirkuit diaspal ulang dan kompon ban juga berbeda," jelasnya. "Tapi soal manajemen ban, sepanjang musim ini kami jauh lebih baik daripada musim lalu. Sepertinya bukan situasi yang sama seperti tahun lalu."
Kemenangan di Austria menjadi titik balik bagi Acosta setelah melalui awal musim yang naik-turun. Kini, ia berpeluang melanjutkan tren positif di Jepang. Meski demikian, ia enggan sesumbar. "Silakan doakan saya," katanya sambil tersenyum. "Pada akhirnya, kami melakukan pekerjaan dengan baik. Sepertinya kami sudah menemukan basis motor yang bagus untuk awal akhir pekan, tinggal menyempurnakan detail. Saya cukup senang dengan cara tim bekerja."
"Rasanya sangat mirip dengan 2024 dan jauh lebih baik daripada 2025, jadi saya senang." — Pedro Acosta
Persaingan di Motegi diprediksi ketat. Selain Acosta, sejumlah pembalap lain juga menunjukkan kecepatan, termasuk rival-rival dari Ducati dan Aprilia. Namun, faktor pengaspalan ulang dan perubahan ban bisa menjadi variabel yang menguntungkan bagi pembalap yang mampu beradaptasi cepat. Acosta sendiri menyadari bahwa kualifikasi akan menjadi kunci, mengingat sulitnya menyalip di sirkuit ini.
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, performa Acosta selalu menjadi sorotan. Gaya balapnya yang agresif dan kepribadiannya yang jujur membuatnya digemari. Jika ia mampu meraih pole atau bahkan menang di Jepang, posisinya di klasemen pembalap akan semakin solid, dan persaingan gelar juara dunia musim ini bisa berubah dramatis. Akankah Acosta mengulang kejayaan Austria? Jawabannya akan terungkap dalam balapan akhir pekan ini.



