Tanpa Katie Taylor, Vazquez vs Piñeiro Perebutkan Sabuk WBC/WBA di Bayamón
Baca dalam 60 detik
- Litzy Vazquez dan Stephanie Piñeiro akan bertarung untuk gelar WBC dan WBA kelas super ringan yang ditinggalkan Katie Taylor, pada 5 Desember di Bayamón, Puerto Rico.
- Duel ini mempertemukan petinju tak terkalahkan asal Meksiko dengan penantang nomor satu WBA yang turun dari kelas welter, dalam rivalitas klasik Meksiko vs Puerto Rico.
- Kemenangan akan melahirkan juara dunia baru di kelas 140 pon, sekaligus menentukan siapa yang layak meneruskan warisan Taylor di tinju wanita.

Dua petinju wanita akan memperebutkan sabuk juara dunia WBC dan WBA kelas super ringan yang kosong setelah Katie Taylor pensiun. Litzy Vazquez dari Meksiko dan Stephanie Piñeiro dari Puerto Rico dijadwalkan bertarung pada Sabtu, 5 Desember, di Coliseo Ruben Rodriguez, Bayamón, Puerto Rico, dalam acara BIG TIME BOXING yang disiarkan langsung oleh Wynn Records Network mulai pukul 20.00 waktu setempat.
Taylor, legenda tinju Irlandia yang mengundurkan diri pada September, meninggalkan empat gelar utama setelah pertarungan perpisahan di Croke Park, Dublin, yang disaksikan lebih dari 80.000 penonton. Kini, Vazquez yang menyandang gelar interim WBA dan Piñeiro yang berstatus penantang nomor satu WBA akan berusaha mengukir nama sendiri di kelas 140 pon, sekaligus menghormati jejak Taylor dalam sejarah tinju wanita.
Promotor Salita Promotions dan Universal Promotions, bekerja sama dengan Wynn Records, menggelar acara ini. Siaran Wynn Records Network dapat diakses di seluruh dunia melalui www.wynnrecordsnetwork.com, sementara tiket dijual melalui Ticketera. Daftar pertarungan pendukung akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan.
Vazquez, yang dijuluki “La Bomba”, kembali ke Puerto Rico setelah sebelumnya menumbangkan Matthysse di acara debut Wynn Records Network. Petinju 24 tahun itu menyatakan bahwa pertarungan ini adalah buah dari kerja keras dan disiplin selama bertahun-tahun. Ia mengakui Piñeiro sebagai petinju kidal yang tangguh, Olympian, dan pejuang sejati, namun ia siap menghadapi perang di atas ring.
“Ini pertarungan yang sangat berarti bagi saya karena mewakili semua pengorbanan, dedikasi, disiplin, dan kerja keras yang saya berikan untuk tinju,” kata Vazquez. “Sekarang saatnya saya menunjukkan kepada semua orang siapa ‘La Bomba’ sebenarnya.”
Sementara itu, Piñeiro yang bertarung di depan pendukung sendiri di Bayamón menyebut kesempatan ini sebagai mimpi terbesar yang menjadi kenyataan. Ia mengakui tekanan dari warisan Taylor, tetapi memilih menjadikannya motivasi. Menurutnya, Taylor telah mengubah sejarah tinju wanita, dan kini saatnya generasi baru menulis babak baru di kelas 140 pon.
“Saya tidak berusaha menggantikan Katie Taylor. Tempatnya dalam sejarah sudah aman. Saya berusaha membangun warisan saya sendiri dan memastikan suatu hari orang juga membicarakan Stephanie Piñeiro,” ujarnya.
Dmitriy Salita, Presiden Salita Promotions, menegaskan bahwa pendekatan promotor yang mengutamakan petinju memungkinkan dua atlet kelas dunia membangun warisan mereka sendiri sambil meneruskan jejak Taylor. Ia juga menyoroti rivalitas Meksiko vs Puerto Rico yang telah lama menjadi salah satu yang terbesar dalam tinju, dan kini dibawa ke panggung juara dunia.
Javier Bustillo, Presiden Universal Promotions, menambahkan bahwa acara ini akan menandai babak baru tinju Puerto Rico. Ia berambisi menjadikan Bayamón sebagai panggung lahirnya juara dunia baru di kelas 140 pon, sekaligus memamerkan talenta dan gairah tinju Puerto Rico ke jutaan penonton di seluruh dunia melalui Wynn Records Network.
Bagi penggemar tinju Indonesia, pertarungan ini bisa menjadi tontonan menarik untuk menyaksikan regenerasi di kelas super ringan. Meski tidak ada petinju Indonesia yang terlibat, duel ini menunjukkan bagaimana promotor internasional membangun platform bagi petinju wanita untuk bersaing di level tertinggi. Penggemar tanah air dapat menyaksikannya melalui layanan streaming Wynn Records Network yang tersedia di berbagai perangkat.
Pertanyaan besarnya: mampukah Vazquez memanfaatkan momentum dan kecepatan mudanya, atau akankah Piñeiro memanfaatkan dukungan publik Bayamón untuk mengukir sejarah? Jawabannya akan terungkap pada 5 Desember, dan hasilnya akan menentukan arah baru kelas super ringan wanita pasca-Taylor.



