Drama 17 Gol di Dua Kota: Malaysia Rayakan Lebih Awal, Indonesia ke Final
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia memastikan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 9-2 atas Bangladesh, unggul produktivitas gol atas Malaysia.
- Malaysia sempat selebrasi di Stadion Si Jalak Harupat usai menghancurkan Singapura 6-0, namun harus rela finis runner-up Grup B.
- Indonesia akan menantang Thailand di partai puncak pada Senin (5/10/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Timnas Indonesia memastikan langkah ke final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan cara dramatis, mengalahkan Bangladesh 9-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Kemenangan ini membuat Skuad Garuda finis sebagai juara Grup B dengan keunggulan produktivitas gol atas Malaysia yang sebelumnya sudah merayakan kemenangan besar di Bandung.
Malaysia tampil perkasa di Stadion Si Jalak Harupat, membantai Singapura 6-0. Bergson mencetak hattrick, sementara Stuart Wilkin, Paulo Josue, dan Syahir Bashah melengkapi pesta gol. Kemenangan itu sempat menempatkan Malaysia di posisi yang sangat menguntungkan dengan koleksi tujuh poin dan selisih gol +9, identik dengan Indonesia. Namun, laga di Bandung dimulai lebih awal beberapa menit, sehingga para pemain dan ofisial Malaysia sudah melakukan selebrasi di lapangan sebelum pertandingan Indonesia versus Bangladesh usai.
Drama sesungguhnya baru terjadi di Jakarta. Indonesia yang tampil menekan sejak awal harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk menambah dua gol krusial yang mengubah skor menjadi 9-2. Tambahan gol tersebut menjadi penentu karena aturan kompetisi menggunakan produktivitas gol sebagai pemisah jika poin dan selisih gol sama. Malaysia yang sudah merayakan kemenangan besar harus gigit jari setelah posisinya digeser oleh Indonesia.
"Kami sudah memberikan yang terbaik, tetapi sepak bola memang bisa berubah dalam hitungan detik," ujar seorang ofisial Malaysia yang enggan disebutkan namanya.
Bagi Indonesia, hasil ini menjadi pembuktian ketajaman lini serang yang mampu mencetak 11 gol dalam fase grup. Produktivitas tersebut menjadi pembeda utama di antara dua tim yang memiliki statistik hampir identik. Keberhasilan ini juga memperpanjang tradisi Indonesia selalu tampil di partai puncak turnamen regional bergengsi, sekaligus menegaskan kualitas pembinaan pemain muda yang terus berjalan.
Di sisi lain, Malaysia harus menerima kenyataan pahit meski telah tampil impresif. Kemenangan 6-0 atas Singapura sejatinya merupakan modal berharga, namun nasib mereka ditentukan oleh hasil laga lain. Situasi ini menggarisbawahi pentingnya konsistensi mencetak gol sepanjang fase grup, bukan hanya mengandalkan kemenangan besar di laga terakhir.
Indonesia akan menghadapi Thailand di partai final yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026). Thailand dikenal sebagai lawan tangguh dengan organisasi permainan rapi. Pertanyaan besarnya, mampukah Skuad Garuda memanfaatkan momentum dan dukungan publik sendiri untuk merebut gelar juara? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal pasti: drama 17 gol di Jakarta dan Bandung akan dikenang sebagai salah satu malam paling mendebarkan dalam sejarah ASEAN Cup.



