Indonesia Pesta Gol 9-2 ke Gawang Bangladesh, Kunci Tiket Final ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia menutup fase grup dengan kemenangan telak 9-2 atas Bangladesh di SUGBK, memastikan posisi puncak klasemen Grup A.
- Mitchell Baker mencetak empat gol dalam laga ini, sementara Malaysia juga menang 6-0 atas Singapura namun harus puas menjadi runner-up karena kalah produktivitas gol.
- Indonesia akan menghadapi pemenang Grup B di partai final, dengan lini serang yang kembali menunjukkan ketajaman setelah sebelumnya sempat tersendat.

Timnas Indonesia memastikan langkah ke partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh dengan skor mencolok 9-2 pada laga pamungkas Grup A Premier Division di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB. Kemenangan ini tidak hanya mengunci posisi juara grup, tetapi juga menegaskan kembali dominasi lini serang skuad asuhan John Herdman di turnamen regional tersebut.
Sejak menit awal, Indonesia mengambil inisiatif menyerang. Duet bek sayap Kevin Diks dan Calvin Verdonk aktif naik membantu serangan, sementara Ole Romeny berperan sebagai penyerang bayangan di belakang Mitchell Baker. Pola umpan silang dari kedua sisi menjadi senjata utama untuk membongkar pertahanan Bangladesh yang bermain rapat. Pada menit ke-10, Baker membuka keunggulan lewat tembakan mendatar ke tiang jauh memanfaatkan umpan Romeny.
Gol kedua lahir pada menit ke-19, lagi-lagi melalui Baker yang menyelesaikan kemelut di depan gawang setelah tembakan Ragnar Oratmangoen ditepis. Rizky Ridho menambah keunggulan pada menit ke-32 dengan tembakan mendatar dari dalam kotak penalti. Bangladesh sempat memperkecil skor melalui tandukan Shahriar Emon pada menit ke-37, tetapi Indonesia merespons cepat lewat gol keempat Baker dua menit berselang. Baker menutup babak pertama dengan gol keempatnya pada menit ke-41, disusul sundulan Justin Hubner di masa injury time. Skor 6-1 menutup paruh pertama.
Memasuki babak kedua, Indonesia tidak mengendurkan tekanan. Herdman melakukan rotasi dengan memasukkan Luke Vickery, Dean James, dan Egy Maulana Vikri untuk menjaga intensitas. Beberapa peluang tercipta, termasuk sundulan Elkan Baggott yang masih bisa ditepis kiper Bangladesh. Bangladesh sempat memperkecil skor di masa injury time melalui Farhaan Ali Wahid, namun Indonesia langsung membalas lewat gol Kevin Diks dan Baker. Skor akhir 9-2 menutup pertandingan.
"Kami ingin menyelesaikan laga ini dengan cara yang meyakinkan. Para pemain menunjukkan fokus dan ketajaman yang luar biasa," ujar John Herdman dalam konferensi pers usai pertandingan.
Di pertandingan lain yang berlangsung bersamaan, Malaysia menang 6-0 atas Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Bergson mencetak hattrick, sementara Stuart Wilkin, Paulo Josue, dan Syahir Bashah masing-masing menyumbang satu gol. Meski meraih poin dan selisih gol yang sama dengan Indonesia, Malaysia kalah dalam produktivitas gol sehingga harus puas di posisi kedua.
Keberhasilan Indonesia ke final menjadi sinyal kebangkitan sepak bola nasional di kancah regional. Sebelumnya, tim ini sempat diragukan setelah hanya meraih hasil imbang di laga awal. Namun, kemenangan besar atas Bangladesh menunjukkan bahwa lini serang yang diisi pemain-pemain diaspora seperti Baker, Romeny, dan Diks mampu menjadi fondasi serangan yang produktif. Herdman dinilai berhasil memadukan pemain muda dan senior dalam skema yang agresif.
Di partai final, Indonesia akan menghadapi juara Grup B yang masih ditentukan oleh hasil pertandingan terakhir. Tantangan terberat adalah menjaga konsistensi performa dan mengatasi tekanan pertandingan puncak. Jika mampu mempertahankan ketajaman seperti saat melawan Bangladesh, peluang Indonesia mengangkat trofi ASEAN Cup 2026 terbuka lebar. Namun, pertanyaan besarnya: mampukah skuad Garuda tampil dominan di laga final yang biasanya berlangsung ketat dan penuh taktik?



