Timnas Indonesia Pesta Gol 9-2 ke Gawang Bangladesh, Lolos ke Final dengan Statistik Memukau
Baca dalam 60 detik
- Timnas Indonesia mengalahkan Bangladesh 9-2 di laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 dan melaju ke final.
- Dominasi Garuda tercermin dari penguasaan bola 70 persen serta 32 tembakan, 17 di antaranya tepat sasaran.
- Mitchell Baker mencetak empat gol, sementara disiplin pemain terjaga dengan hanya enam pelanggaran sepanjang laga.

Timnas Indonesia memastikan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghajar Bangladesh dengan skor 9-2 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam. Kemenangan ini tidak hanya membawa Skuad Garuda ke partai puncak, tetapi juga menorehkan sejumlah catatan statistik yang menegaskan superioritas mereka di Grup A.
Sejak awal laga, pasukan asuhan John Herdman sudah menunjukkan intensitas tinggi. Babak pertama berakhir dengan keunggulan 6-1, dipicu oleh penampilan gemilang Mitchell Baker yang mencetak empat gol (menit 11, 20, 37, dan 42). Rizky Ridho dan Justin Hubner menambah dua gol lainnya, sementara Bangladesh sempat memperkecil melalui Shahriar Emon di menit 36. Di paruh kedua, Indonesia kembali menambah tiga gol lewat Luke Vickery (90'), Kevin Diks (90+6'), dan Baker lagi (90+7'), sedangkan Ali Wahid mencetak gol hiburan bagi Bangladesh di menit 90+1.
Dominasi Indonesia terlihat jelas dari penguasaan bola yang mencapai 70 persen berbanding 30 persen milik Bangladesh. Sepanjang 90 menit, tim tuan rumah melepaskan total 32 tembakan, dengan 17 di antaranya mengarah ke gawang. Bangladesh hanya mampu mencatatkan tujuh tembakan, tiga tepat sasaran, dan dua berbuah gol. Jarak peringkat FIFA yang jauh antara kedua tim tercermin nyata di lapangan.
Keunggulan Indonesia juga tampak dari banyaknya situasi bola mati. Mereka mendapatkan 13 tendangan sudut dan 14 tendangan bebas, sementara Bangladesh hanya memperoleh satu tendangan sudut dan tujuh tendangan bebas. Meski demikian, disiplin pemain tetap terjaga dengan hanya enam pelanggaran, jauh lebih sedikit dibandingkan 13 pelanggaran yang dilakukan lawan. Kedua tim sama-sama menerima dua kartu kuning: Ole Romeny dan Elkan Baggott untuk Indonesia, serta Farhaan Ali Wahid dan Saad Uddin untuk Bangladesh.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bagi Indonesia menjelang final. Efektivitas lini serang yang dipimpin Baker dan solidnya pertahanan menjadi modal berharga. Namun, menghadapi lawan yang lebih tangguh di partai puncak, konsistensi dan ketenangan akan diuji. Akankah Skuad Garuda melanjutkan performa impresif ini dan mengangkat trofi? Publik sepak bola nasional menanti jawabannya.



