Josh Hartnett Lumpuh Sementara di Set 'Verity': 10 Hari Tak Bisa Berjalan
Baca dalam 60 detik
- Josh Hartnett mengungkapkan bahwa ia mengalami keracunan makanan parah hingga otot-ototnya kaku dan tidak bisa berjalan selama sepuluh hari syuting film 'Verity'.
- Sutradara Michael Showalter membenarkan kondisi Hartnett yang terbaring di antara take, namun tetap memuji profesionalismenya.
- Meski demikian, Hartnett dan lawan mainnya, Anne Hathaway serta Dakota Johnson, menikmati proses syuting yang penuh chemistry dan tawa di sela adegan gelap.

Aktor Josh Hartnett mengungkap pengalaman pahit di balik layar film thriller psikologis terbaru, Verity. Pria 48 tahun itu mengaku tidak dapat berjalan selama sepuluh hari akibat keracunan makanan yang membuat seluruh ototnya kaku. Kejadian ini berlangsung di tengah proses produksi yang menuntut fisik dan mental, karena ia harus berperan dalam adegan-adegan intens bersama Anne Hathaway dan Dakota Johnson.
Dalam wawancara di podcast Front Row, Hartnett menuturkan bahwa kondisinya bukan sekadar mual biasa. "Itu keracunan makanan, tapi keracunan yang sangat parah. Otot-otot saya semua menegang hingga saya tidak bisa berjalan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa masa pemulihan berlangsung sekitar sepuluh hari, periode yang cukup lama untuk mengganggu jadwal syuting.
Sutradara Michael Showalter memiliki kesaksian serupa. Menurutnya, selama pembuatan film, Hartnett sering terlihat terbaring dan dirawat saat kamera tidak menyorotnya. "Untuk sebagian besar film, ketika Josh tidak di depan kamera, ia berbaring dan ditangani. Josh sedang melawan sesuatu yang sangat, sangat serius," kata Showalter. Pernyataan ini menegaskan bahwa meski kondisi fisiknya menurun, Hartnett tetap berusaha menyelesaikan tanggung jawabnya.
Meski menghadapi cobaan fisik, Hartnett mengaku menikmati dinamika di set. Ia menyebut chemistry dengan para pemain lain terbangun dari pertemanan dan kebersamaan di luar syuting. "Ada beberapa adegan gelap, tapi di tengah-tengahnya kami tertawa terbahak-bahak dan tidak bisa berhenti," kenangnya. Baginya, bekerja dengan sutradara yang biasa menangani komedi seperti Showalter justru memberi warna berbeda pada film bergenre gothic-thriller ini.
"Saya tidak perlu menurunkan intensitas di akhir hari. Kami bekerja dengan sutradara yang biasanya menangani komedi, dan dia sangat paham cara membuat semuanya berjalan," ujar Hartnett.
Anne Hathaway juga merasakan pengalaman serupa. Ia mengaku tidak terlalu mengenal Hartnett dan Johnson sebelum syuting dimulai, tetapi antusiasme tetap membara. "Saya datang setiap hari dengan sangat bersemangat karena saya tahu kemampuan mereka sebagai aktor. Saya juga tahu naskahnya, dan saya akan melihat mereka pergi ke tempat yang belum pernah mereka jelajahi," tuturnya. Hathaway menilai bahwa ikatan yang terbentuk sebelum pengambilan gambar membantu menyatukan seluruh proses kreatif.
Kisah di balik layar Verity ini menyoroti sisi lain industri Hollywood: tekanan fisik dan mental yang harus dihadapi aktor, bahkan ketika mereka tampil prima di layar. Keracunan makanan mungkin terdengar sepele, tetapi dampaknya pada produksi film bisa signifikan. Hartnett dan timnya membuktikan bahwa profesionalisme tetap dijunjung, meski tubuh sedang tidak mendukung.
Ke depan, apakah industri film akan lebih memperhatikan kesejahteraan pemain di lokasi syuting? Ataukah kisah semacam ini akan terus dianggap sebagai bagian dari dedikasi seni? Yang jelas, Verity akan menjadi bukti bahwa di balik setiap adegan menegangkan, ada perjuangan nyata yang jarang terungkap.



