Panasonic Rilis TOUGHBOOK 34 dan G3: Laptop Tangguh yang Bertahan Jatuh dari 6 Kaki
Baca dalam 60 detik
- Panasonic memperkenalkan dua laptop 2-in-1 fully rugged, TOUGHBOOK 34 dan G3, yang dirancang untuk pekerjaan di lingkungan ekstrem.
- Perangkat ini tahan jatuh hingga 6 kaki dalam mode tablet, bersertifikat IP66, dan beroperasi pada suhu -10°C hingga 50°C.
- Keduanya mengusung prosesor Intel Core Ultra, RAM hingga 64GB, penyimpanan 2TB, serta konektivitas 5G dan Wi-Fi 7, menargetkan sektor publik dan industri.

Panasonic memperluas jajaran laptop tangguhnya dengan meluncurkan TOUGHBOOK 34 dan TOUGHBOOK G3, dua perangkat 2-in-1 yang dirancang untuk bertahan dalam kondisi kerja paling keras. Keduanya mampu menahan benturan setara jatuh dari ketinggian 6 kaki saat digunakan sebagai tablet, sebuah standar yang jauh melampaui laptop konsumen biasa.
Langkah ini menegaskan posisi Panasonic di segmen perangkat komputasi lapangan yang tidak banyak pemainnya. Berbeda dengan laptop bisnis tipis yang mengutamakan estetika, TOUGHBOOK menyasar pekerja di sektor keamanan publik, utilitas, instansi federal, pergudangan, hingga layanan otomotif. Perangkat ini dirancang untuk tetap berfungsi di lingkungan yang penuh debu, air, dan guncangan—kondisi yang akan membuat laptop konvensional berhenti bekerja dalam hitungan menit.
Dari sisi ketahanan, TOUGHBOOK 34 memenuhi standar IP66 yang berarti tahan terhadap debu dan semprotan air bertekanan tinggi. Sementara G3 baru bersertifikat IP65, dengan pengujian IP66 masih berlangsung. Keduanya juga lolos uji MIL-STD-810H/461G dan dapat beroperasi pada suhu ekstrem, mulai dari 14°F hingga 122°F (sekitar -10°C hingga 50°C).
Spesifikasi di dalamnya pun tidak kalah modern. TOUGHBOOK 34 ditenagai Intel Core Ultra 5 335H, sedangkan G3 dapat dikonfigurasi dengan Intel Core Ultra X7 368H. Keduanya mendukung hingga 64GB RAM dan penyimpanan hingga 2TB. Layar menggunakan Corning Gorilla Glass 3 dan mendukung input sentuh serta pena. TOUGHBOOK 34 bahkan memiliki layar sentuh auto-detect yang dapat mengenali jari atau sarung tangan—fitur yang sangat berguna bagi pekerja lapangan yang tidak selalu berada di meja bersih.
“Perangkat ini dirancang untuk tetap menyala dan responsif bahkan di bawah aliran air yang terus-menerus,” ujar perwakilan Panasonic, menggambarkan ketangguhan TOUGHBOOK dalam kondisi ekstrem.
Konektivitas menjadi nilai tambah lainnya. Dukungan Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, dan opsi 5G—termasuk untuk jaringan Verizon, AT&T, FirstNet, dan T-Mobile—membuat perangkat ini siap digunakan di lapangan tanpa mengandalkan Wi-Fi terbatas. Opsi GPS, kamera belakang 13MP, dan kamera depan IR 5,2MP melengkapi kemampuan dokumentasi dan komunikasi.
Panasonic juga menekankan aspek keamanan. Kedua model dilengkapi TPM, SSD OPAL, serta opsi autentikasi kartu pintar dan sidik jari. TOUGHBOOK 34 memiliki SSD quick-release untuk isolasi data. Sistem operasi yang didukung adalah Windows 11 Pro atau Windows IoT, dengan TOUGHBOOK 34 telah tersertifikasi untuk Red Hat Device Edge, sementara G3 masih dalam proses.
Bagi pasar Indonesia, kehadiran perangkat ini dapat menjadi angin segar bagi sektor-sektor yang membutuhkan komputasi andal di medan sulit, seperti pertambangan, energi, logistik, dan respons bencana. Meski harga dan ketersediaan resmi belum diumumkan, TOUGHBOOK telah lama menjadi pilihan di industri yang menuntut perangkat tahan banting. Dengan spesifikasi modern dan fleksibilitas modular, Panasonic berupaya memperkuat ceruk pasar yang jarang tersentuh merek konsumen.
Ke depan, pertanyaannya adalah seberapa cepat adopsi perangkat rugged seperti ini di negara berkembang, di mana tantangan infrastruktur dan medan kerja seringkali lebih berat daripada di negara maju. Jika Panasonic mampu menawarkan harga kompetitif dan layanan purna jual yang luas, TOUGHBOOK bisa menjadi tulang punggung digitalisasi di sektor-sektor kritis.



