Bursa Transfer Leeds: Ezzalzouli Dinilai Lebih Layak daripada Paixao untuk Isi Kreativitas Lini Serang
Baca dalam 60 detik
- Leeds United membidik Abde Ezzalzouli dari Real Betis sebagai alternatif Igor Paixao, dengan banderol €40 juta.
- Statistik Ezzalzouli di La Liga musim lalu lebih unggul daripada Paixao di Ligue 1, terutama dalam kontribusi gol dan duel.
- Persaingan ketat dengan Galatasaray, Roma, dan klub Premier League lainnya membuat Leeds harus bergerak cepat.

Leeds United tengah mempertimbangkan langkah besar di bursa transfer musim panas ini dengan mengincar winger Real Betis, Abde Ezzalzouli, sebagai jawaban atas kebuntuan kreativitas lini serang mereka. Klub asal Yorkshire itu dilaporkan siap bersaing dengan sejumlah raksasa Eropa untuk mendapatkan tanda tangan pemain berusia 24 tahun tersebut, yang nilainya ditaksir mencapai €40 juta atau sekitar £34 juta.
Setelah sukses mempertahankan status di Premier League musim lalu, Leeds kini berupaya membangun skuad yang lebih kompetitif. Namun, di balik solidnya lini belakang yang baru diperkuat Nico Elvedi, ada kekhawatiran tentang minimnya sumber kreativitas di lini depan. Nama-nama seperti Dan James dan Brenden Aaronson dinilai belum konsisten, sementara Wilfried Gnonto jarang mendapat menit bermain. Harry Wilson, yang datang gratis dari Fulham, diharapkan menjadi solusi instan, tetapi kebutuhan akan pemain kreatif tambahan tetap mendesak.
Dalam konteks ini, perbandingan antara Ezzalzouli dan Igor Paixao, target lain Leeds dari Marseille, menjadi menarik. Paixao, yang dibanderol £43 juta, mencatatkan 11 gol dan assist dalam 30 penampilan Ligue 1 musim lalu, dengan hanya lima peluang besar yang diciptakan. Meski tampil gemilang di Liga Champions dengan empat gol dan satu assist dalam delapan laga, konsistensinya di liga domestik dipertanyakan. Sementara itu, Ezzalzouli justru tampil lebih impresif di La Liga: 10 gol dan 8 assist, 11 peluang besar, serta rata-rata 1,1 key pass per laga. Ia juga unggul dalam dribel sukses (1,3 per laga) dan duel yang dimenangkan (6,7 per laga) dibanding Paixao.
Menurut laporan dari Turki, Galatasaray menjadi pesaing terdepan untuk Ezzalzouli, dengan Roma, Aston Villa, dan Newcastle United juga ikut memantau. Betis sendiri dikabarkan baru akan melepas pemainnya jika ada tawaran mencapai €40 juta. Leeds, yang belum lama ini mengamankan Elvedi dengan £8,5 juta, harus bergerak cepat jika ingin memenangkan perlombaan ini.
Keputusan Leeds untuk memilih antara Ezzalzouli dan Paixao akan sangat menentukan arah permainan mereka musim depan. Ezzalzouli, yang pernah menimba ilmu di Barcelona, menawarkan profil yang lebih lengkap: kreatif, agresif, dan produktif. Ia juga masih muda dan memiliki potensi berkembang. Di sisi lain, Paixao memiliki pengalaman Liga Champions yang lebih mentereng, tetapi statistiknya di liga domestik kurang meyakinkan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perburuan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League berlomba mendapatkan pemain kreatif untuk bersaing di level tertinggi. Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya analisis data dalam pengambilan keputusan transfer, sesuatu yang mulai diterapkan pula oleh klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Dengan tenggat waktu bursa yang semakin dekat, Leeds harus segera menentukan sikap. Apakah mereka akan mengeluarkan dana besar untuk Ezzalzouli, atau tetap bertahan dengan opsi yang ada? Jawabannya akan menentukan apakah Elland Road akan kembali menjadi tempat yang ditakuti lawan, atau justru menjadi saksi kegagalan lain dalam membangun skuad impian.



