Gemini Ganti Perangkat Lunak Zcash Jelang Blok 25 Detik, Sinyal Ekspansi Ekosistem Winklevoss
Baca dalam 60 detik
- Bursa kripto Gemini beralih ke perangkat lunak Zakura untuk sistem Zcash, memangkas waktu sinkronisasi dari hampir sehari menjadi sekitar enam jam.
- Langkah ini bersiap menghadapi upgrade NU7 yang mempercepat blok dari 75 detik ke 25 detik, serta memperkuat posisi Winklevoss di ekosistem Zcash.
- Keberhasilan NU7 di jaringan uji Oktober akan menentukan apakah aktivasi mainnet 5 November berjalan sesuai rencana.

Bursa kripto Gemini (GEMI) resmi mengganti perangkat lunak yang menjalankan sistem Zcash mereka dari Zebra ke Zakura, sebuah langkah strategis untuk mengantisipasi percepatan waktu blok dari 75 detik menjadi 25 detik dalam pembaruan jaringan yang dijuluki NU7. Keputusan ini diumumkan pada Selasa dan menjadi sinyal kesiapan infrastruktur menghadapi lonjakan volume transaksi tiga kali lipat.
Menurut pengujian yang dipublikasikan, Zakura mampu mengejar ketertinggalan blok terbaru dalam waktu sekitar enam jam, jauh lebih cepat dibandingkan Zebra yang membutuhkan hampir 24 jam. Pengembang Zakura bahkan mencatatkan waktu 4 jam 20 menit dalam uji terpisah, sementara Zebra memerlukan hampir 21 jam. Selain itu, tersedia salinan data jaringan terbaru yang memungkinkan komputer pengganti online tanpa mengunduh riwayat Zcash dari awal, dengan kecepatan sekitar 680 kali lebih cepat dari sinkronisasi standar.
Gemini dikendalikan oleh Cameron dan Tyler Winklevoss, yang minatnya pada Zcash melampaui batas bursa. Perusahaan investasi mereka memimpin pendanaan US$59 juta untuk Cypherpunk Technologies, perusahaan publik yang memegang dan menambang ZEC. Pada Agustus, afiliasi Winklevoss menjual armada penambangan Zcash senilai US$33 juta kepada Cypherpunk, dan Cypherpunk menyatakan Gemini menangani perdagangan serta kustodi untuk kepemilikan ZEC mereka. Langkah ini memperkuat integrasi vertikal dari penambangan hingga likuiditas pasar.
Setiap bursa yang mencatatkan mata uang kripto menjalankan komputer sendiri untuk mengikuti jaringan tersebut. Mengirim ZEC ke Gemini tidak serta-merta dapat diperdagangkan, karena komputer harus menemukan pembayaran di Zcash dan memverifikasinya sebelum mengkredit akun pelanggan. Jika komputer macet atau tertinggal, koin bisa tiba sementara saldo pelanggan tetap kosong, dan bursa biasanya menghentikan sementara deposit dan penarikan hingga sistem pulih. Durasi jeda sangat bergantung pada kecepatan membangun ulang salinan jaringan.
"Percepatan blok tiga kali lipat menuntut infrastruktur yang lebih responsif. Kesiapan Gemini dengan Zakura menunjukkan antisipasi terhadap potensi lonjakan beban jaringan," ujar seorang analis infrastruktur blockchain yang tidak ingin disebutkan namanya.
Pembaruan NU7 dijadwalkan mencapai jaringan uji Zcash pada 6 Oktober, dan pengembang akan memutuskan aktivasi mainnet pada 5 November setelah melihat hasilnya. Gemini belum mempublikasikan uji performa di bawah jadwal blok NU7 yang lebih cepat. Ketidakpastian ini menjadi perhatian pelaku pasar, mengingat Zcash adalah aset privasi dengan kapitalisasi pasar signifikan dan likuiditas yang sensitif terhadap gangguan teknis.
Bagi Indonesia, perkembangan ini berdampak pada investor kripto lokal yang mengakses ZEC melalui bursa global. Jika NU7 sukses, transaksi ZEC menjadi lebih cepat dan murah, yang dapat meningkatkan adopsi di segmen pengguna yang mengutamakan privasi. Namun, percepatan blok juga menuntut kesiapan bursa domestik dalam mengelola risiko operasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator aset kripto di Indonesia perlu memastikan bahwa platform lokal memiliki prosedur pemulihan yang memadai untuk menghadapi perubahan protokol semacam ini.
Ke depan, apakah Gemini akan merilis hasil uji NU7 sebelum aktivasi mainnet? Dan bagaimana bursa lain, termasuk yang beroperasi di Indonesia, bersiap menghadapi era blok 25 detik? Jawabannya akan menentukan lanskap perdagangan ZEC dalam beberapa bulan mendatang.



