Everton Incar Daniel Munoz: Kunci Baru di Sisi Kanan untuk Pertahankan Iliman Ndiaye
Baca dalam 60 detik
- Everton siap menggelontorkan dana £25 juta untuk memboyong bek kanan Crystal Palace, Daniel Munoz, demi memperkuat lini kanan mereka.
- Kedatangan Munoz dinilai bisa menjadi solusi atas lemahnya dukungan bagi bintang Senegal, Iliman Ndiaye, yang musim lalu kerap bermain tanpa perlindungan optimal.
- Langkah ini menjadi sinyal ambisi The Toffees untuk bersaing di papan atas dan mempertahankan pemain kunci di tengah minat klub-klub besar Inggris dan Arab Saudi.

Everton dilaporkan tengah serius mengejar bek kanan Crystal Palace, Daniel Munoz, dengan nilai transfer mencapai £25 juta. Langkah ini diyakini menjadi kunci untuk melecut performa Iliman Ndiaye, pemain sayap andalan asal Senegal yang musim lalu tampil impresif meski kurang mendapat dukungan dari sisi kanan pertahanan.
Kabar ini muncul di tengah upaya Everton memperkuat skuad menjelang musim 2026/27. Setelah melewati akhir musim yang mengecewakan dengan tujuh laga tanpa kemenangan, manajer David Moyes bertekad membenahi sejumlah sektor yang dinilai rapuh. Salah satu prioritas utama adalah menambah daya gedor di lini kanan, yang selama ini menjadi titik lemah The Toffees.
Musim lalu, Ndiaye kerap dipaksa bermain di posisi yang bukan naturalnya dan minim dukungan dari belakang. Jake O'Brien, yang lebih sering ditempatkan sebagai bek kanan, dinilai kurang mobile untuk membantu serangan. Akibatnya, Ndiaye sering kehilangan ruang dan harus bekerja ekstra keras untuk menciptakan peluang. Meski demikian, ia tetap mencatatkan rata-rata 2,3 dribel sukses dan enam duel dimenangkan per laga, membuktikan kualitas individunya yang tinggi.
Kehadiran Munoz diharapkan mampu mengubah dinamika tersebut. Bek berusia 30 tahun itu dikenal memiliki etos kerja tinggi, agresif dalam menyerang maupun bertahan, serta gemar melakukan overlap untuk membuka ruang bagi pemain sayap di depannya. Gaya bermainnya yang dinamis dinilai akan sangat cocok bersanding dengan Ndiaye, yang butuh dukungan ekstra untuk mengoptimalkan kreativitasnya.
Menurut laporan Football Insider, Crystal Palace sebenarnya enggan melepas Munoz yang masih memiliki sisa kontrak dua tahun. Namun, dengan kedatangan pelatih baru Pierre Sage yang tengah merombak lini kanan, peluang transfer pun terbuka. Palace sendiri dalam beberapa musim terakhir sukses meraih trofi FA Cup, Community Shield, dan Conference League, menjadikan Munoz sebagai salah satu pemain kunci di balik kesuksesan tersebut.
Di sisi lain, masa depan Ndiaye menjadi sorotan. Penyerang yang dijuluki "salah satu pemain terbaik untuk ditonton di Premier League" oleh jurnalis olahraga James Nalton ini sempat menolak pinangan Al-Hilal dari Liga Arab Saudi. Meski terbuka pada peluang pindah ke rival Premier League seperti Arsenal atau Manchester United, ia tidak memaksakan diri untuk hengkang. Hal ini memberi angin segar bagi Everton yang ingin mempertahankan bintangnya.
Langkah Everton mendatangkan Munoz juga bisa menjadi sinyal kuat bagi Ndiaye untuk bertahan lebih lama di Merseyside. Dengan dukungan yang lebih baik di sisi kanan, Ndiaye berpotensi tampil lebih memukau dan membawa Everton bersaing di papan atas. Apalagi, kabar tentang kembalinya Jack Grealish dengan status pinjaman dari Manchester City semakin menambah optimisme suporter.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Liga Inggris selalu menjadi tontonan favorit, dan performa pemain-pemain seperti Ndiaye dan Munoz akan turut mewarnai persaingan di papan tengah. Jika transfer ini terwujud, Everton diprediksi akan menjadi tim yang lebih solid dan sulit dikalahkan, sekaligus memberikan tontonan menarik bagi pecinta Premier League di Tanah Air.
Pertanyaannya, akankah Everton mampu mempertahankan Ndiaye dan merealisasikan transfer Munoz di tengah persaingan ketat bursa transfer? Atau justru langkah ini menjadi awal dari kepergian pemain bintangnya ke klub yang lebih besar? Musim depan akan menjadi jawabannya.



