Newcastle Incar Palhinha untuk Gantikan Peran Bruno Guimaraes
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan kembali menghubungi Bayern Munich untuk merekrut Joao Palhinha setelah tawaran Aston Villa ditolak.
- Gelandang Portugal itu dinilai mampu mengisi kekosongan kepemimpinan di lini tengah The Magpies pasca hengkangnya Bruno Guimaraes ke Arsenal.
- Dengan harga sekitar 27 juta poundsterling, Palhinha bisa menjadi kunci kebangkitan Newcastle di musim 2026/27.

Newcastle United tengah berupaya mengamankan jasa gelandang Bayern Munich, Joao Palhinha, sebagai pengganti kapten mereka yang hengkang, Bruno Guimaraes. Langkah ini diambil setelah tawaran Aston Villa untuk pemain asal Portugal itu ditolak oleh raksasa Bundesliga tersebut.
Kepergian Guimaraes ke Arsenal dengan nilai transfer 75 juta poundsterling menjadi pukulan telak bagi Newcastle. Selain kehilangan kemampuan teknisnya, The Magpies juga kehilangan sosok pemimpin di lapangan. Kini, dengan musim 2026/27 yang semakin dekat, manajemen klub merasa perlu segera mendatangkan pemain berpengalaman untuk mengisi kekosongan tersebut.
Menurut laporan jurnalis transfer Fabrizio Romano, Newcastle telah menghubungi Bayern Munich dalam 24 jam terakhir untuk menanyakan ketersediaan Palhinha. Bayern disebut membanderol pemain berusia 30 tahun itu dengan harga sekitar 27 juta poundsterling. Ketertarikan ini muncul setelah tawaran Aston Villa ditolak karena dianggap tidak memenuhi persyaratan.
Palhinha, yang musim lalu memperkuat Tottenham Hotspur, dikenal sebagai gelandang bertahan yang tangguh. Analis sepak bola Marcus Bring bahkan menjulukinya sebagai "monster pertahanan". Meski tidak terlalu kreatif dalam membangun serangan, Palhinha memiliki kemampuan luar biasa dalam merebut bola dan memenangkan duel. Statistiknya di Premier League musim lalu menunjukkan rata-rata 3,3 tekel dan 5,8 duel sukses per pertandingan, angka yang lebih baik dibandingkan Bruno Guimaraes dalam hal tekel.
Kebutuhan Newcastle akan pemain seperti Palhinha semakin mendesak setelah mereka kehilangan dua gelandang utama sekaligus, Guimaraes dan Sandro Tonali. Meski telah merekrut Sean Steur (18 tahun) dan Aladji Bamba (20 tahun), kedua pemain muda tersebut masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kerasnya Premier League. Pengalaman dan kepemimpinan Palhinha diharapkan mampu menjadi jembatan bagi para pemain muda tersebut.
Konteks ini juga relevan bagi penggemar sepak bola Indonesia yang kerap mengikuti perkembangan Liga Inggris. Newcastle, yang dimiliki oleh konsorsium asal Arab Saudi, menjadi salah satu klub yang menarik perhatian karena ambisinya yang besar. Keputusan untuk merekrut pemain senior seperti Palhinha menunjukkan strategi klub dalam menyeimbangkan pengalaman dan potensi muda, sebuah pola yang juga sering terlihat di klub-klub besar Eropa lainnya.
Dengan ditunjuknya Dan Burn sebagai kapten baru, Newcastle tampaknya ingin membangun kembali fondasi tim. Namun, kepemimpinan di lapangan tetap menjadi kebutuhan utama. Palhinha, dengan mentalitas juangnya yang tinggi, bisa menjadi sosok yang memberi inspirasi bagi rekan setimnya. Pertanyaannya, mampukah ia menggantikan peran besar Guimaraes di mata para pendukung? Atau justru kehadirannya akan menjadi awal dari era baru kebangkitan Newcastle?



