Scheffler Kokoh di Puncak St Jude Championship, Burns Jadi Ancaman Terdekat
Baca dalam 60 detik
- Peringkat satu dunia asal Amerika Serikat itu unggul dua pukulan memasuki putaran final turnamen pembuka playoff FedEx Cup.
- Sam Burns mencatatkan skor fantastis 62 tanpa bogey untuk menempel ketat, menciptakan duel seru antar sahabat di ronde pamungkas.
- Rory McIlroy dan Justin Rose terpeleset di hole 18, mengubur peluang mereka untuk bersaing di papan atas.

Scottie Scheffler, penguasa peringkat dunia golf, kembali menunjukkan dominasinya dengan memimpin klasemen St Jude Championship memasuki putaran final. Pebelot asal Amerika itu membukukan skor 68 pada Sabtu (10/8) untuk total 13 under par, unggul dua pukulan atas rekan senegaranya, Sam Burns, yang menjadi pesaing terdekatnya. Kemenangan di turnamen ini akan menjadi yang pertama bagi Scheffler sejak Januari lalu, sekaligus memperkuat posisinya di puncak klasemen FedEx Cup.
Burns, yang tampil impresif dengan catatan 62 tanpa bogey, berhasil merangsek ke posisi kedua bersama Im Sung-jae dari Korea Selatan. Penampilan apik Burns di TPC Southwind, Memphis, menjadi sorotan utama, mengingat ia harus mengejar ketertinggalan dari pemain yang juga sahabat dekatnya. Sementara itu, juara bertahan FedEx Cup, Tommy Fleetwood dari Inggris, masih tertinggal tiga pukulan di posisi delapan under bersama Jake Knapp.
Persaingan di papan atas dipastikan berlangsung sengit, terutama dengan hadirnya duel antara Scheffler dan Burns di grup terakhir. Keduanya bukan hanya rival di lapangan, tetapi juga sahabat yang saling mendukung. "Strateginya tetap sama, hanya tinggal eksekusi," ujar Scheffler, yang terakhir kali memimpin setelah 54 hole di The Open 2025. "Ini lapangan yang menuntut fokus penuh. Agak aneh memang, karena saya sangat ingin dia sukses, dan saya yakin dia juga menginginkan hal yang sama untuk saya. Ini akan menjadi kompetisi yang normal, tapi tetap menyenangkan bermain bersama teman."
Di sisi lain, sejumlah pemain top justru mengalami hari yang buruk. Rory McIlroy, peraih enam gelar mayor, dan Justin Rose, juara US Open 2013, sama-sama terpeleset di hole 18. McIlroy mencatat double-bogey setelah bola drive-nya masuk air, sementara Rose bahkan lebih parah dengan triple-bogey setelah dua kali menemui hazard yang sama. Keduanya kini terpuruk di posisi enam over par, jauh dari persaingan gelar.
Bagi penggemar golf di Indonesia, persaingan di St Jude Championship ini menarik untuk diikuti, terutama karena performa para pemain Asia seperti Im Sung-jae yang mampu bersaing di papan atas. Ini menjadi bukti bahwa golf Asia semakin diperhitungkan di kancah global, dan bisa menjadi inspirasi bagi para pegolf muda Indonesia yang bercita-cita menembus panggung dunia. Selain itu, turnamen ini juga menjadi ajang pemanasan menjelang BMW Championship dan Tour Championship yang akan menentukan juara FedEx Cup musim ini.
Dengan hanya 18 hole tersisa, segalanya masih mungkin terjadi. Akankah Scheffler mampu mengamankan kemenangan perdananya tahun ini, atau Burns akan menciptakan kejutan di hadapan publik sendiri? Atau mungkinkah pemain lain seperti Fleetwood atau Hovland yang masih berada di belakang mampu tampil agresif dan merebut gelar? Putaran final St Jude Championship akan menjadi jawabannya.



