Bareskrim Bongkar Sindikat Ganjal ATM Lintas Jawa, Lima Pelaku Ditangkap
Baca dalam 60 detik
- Bareskrim Polri menangkap lima orang yang diduga terlibat sindikat pembobolan ATM dengan modus mengganjal mesin di 14 lokasi di Pulau Jawa.
- Operasi gabungan dengan Jatanras Polda Jawa Timur berlangsung 15โ17 September 2026, dipicu laporan di Situbondo, Malang, Batu, Probolinggo, dan Gresik.
- Polisi menyita kartu ATM dan mobil operasional; sindikat diduga dikendalikan seorang 'kapten' yang berkomunikasi tanpa saling mengetahui alamat rumah anggotanya.

Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengungkap jaringan pencurian uang melalui mesin ATM dengan modus mengganjal kartu, dan menahan lima orang yang diduga sebagai pelaku. Penangkapan dilakukan dalam operasi bersama Jatanras Polda Jawa Timur pada 15โ17 September 2026, setelah serangkaian laporan kerugian nasabah di sejumlah kota di Jawa Timur.
Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, kelima orang yang diamankan berinisial DD, YA, AP, AS, dan MN. DD disebut berperan sebagai pemimpin kelompok atau "kapten", sementara empat lainnya menjadi pelaksana di lapangan. Polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta jaringan yang lebih luas.
Penyelidikan bermula dari laporan pencurian dengan modus serupa di Situbondo, Malang, Batu, Probolinggo, dan Gresik. Tim Unit II Sat Resmob Bareskrim kemudian bergabung dengan anggota Jatanras Polda Jawa Timur untuk menelusuri rekaman kamera pengawas di lokasi kejadian dan gerbang tol yang diduga dilalui para pelaku. Dari analisis CCTV, polisi mengidentifikasi DD yang ciri-cirinya cocok dengan rekaman.
Pemantauan terhadap rumah istri DD di Perumahan Puri Cilegon Hijau, Banten, pada 15 September malam mengarah pada sebuah Toyota Avanza silver bernomor polisi B-2447-SIF. Kendaraan itu identik dengan mobil yang terekam di gerbang Tol Halim dan diduga dipakai sebagai kendaraan operasional. Tim gabungan lalu melakukan upaya paksa dan menangkap DD beserta kartu ATM dan mobil tersebut.
"Benar, kami mengamankan lima pelaku modus ganjal ATM," ujar Kombes Pol Teuku Arsya Khadafi.
Dalam pemeriksaan awal, DD mengaku beraksi bersama YA, AP, AS, dan MN. Ia menyebut para anggota tidak saling mengetahui alamat rumah masing-masing. Mereka berkomunikasi dan bertemu di titik yang telah ditentukan sebelum menjalankan aksi. Pola ini menunjukkan sindikat menerapkan sel terpisah untuk mempersulit penyidik memetakan jaringan secara utuh.
Modus ganjal ATM bukan barang baru di Indonesia. Pelaku biasanya menyisipkan benda tipis di mulut kartu sehingga kartu korban tertahan, lalu mengaku sebagai orang yang hendak membantu dan menawarkan PIN. Begitu korban pergi, pelaku menguras saldo melalui transaksi tunai atau transfer. Karena korban sering panik, banyak yang baru menyadari kerugian setelah beberapa jam.
Bagi nasabah, kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan perbankan bergeser dari pembobolan sistem ke rekayasa fisik di mesin. Otoritas Jasa Keuangan dan bank-bank besar telah mewajibkan penggantian kartu berbasis chip serta pemantauan transaksi mencurigakan, tetapi celah di mesin ATM tetap menjadi titik lemah. Masyarakat diminta tidak menerima bantuan dari orang tak dikenal dan segera melapor ke bank jika kartu tertahan.
Dari sisi industri, pengungkapan ini menambah tekanan bagi penyedia layanan perbankan untuk memperkuat pengawasan di anjungan tunai mandiri, termasuk kamera pengawas dan sensor pada slot kartu. Beberapa bank telah menerapkan teknologi anti-skimming, namun biaya pemeliharaan dan luasnya jaringan ATM membuat penerapannya belum merata. Koordinasi antara kepolisian dan industri perbankan menjadi kunci untuk menutup celah.
Polisi belum mengungkap total kerugian maupun jumlah korban. Penyidik masih menelusuri aliran dana dan kemungkinan keterkaitan dengan komplotan lain di luar Jawa. Bila pola sel terpisah benar, pengungkapan ini baru permukaan dari jaringan yang lebih besar.
Pertanyaan yang tersisa: apakah bank akan mempercepat audit keamanan mesin ATM di titik rawan, dan seberapa cepat regulator memperbarui standar perlindungan nasabah? Tanpa langkah itu, modus ganjal ATM berpotensi terus berulang di kota-kota lain.



