Padikkal Cetak Ton Debut, India Kuasai Hari Pertama Tes Lawan Sri Lanka
Baca dalam 60 detik
- Devdutt Padikkal memanfaatkan peluang di posisi tiga dengan mencetak 131 run tidak terkalahkan, membawa India ke skor 288-2.
- Keputusan kapten Shubman Gill untuk batting pertama terbukti tepat, meski kehilangan Yashasvi Jaiswal dan KL Rahul karena cedera.
- Posisi tiga India kini menemukan jawaban sementara, tetapi ujian sesungguhnya adalah konsistensi Padikkal di sisa seri.

Devdutt Padikkal menjawab keraguan dengan gemilang. Debutannya di posisi tiga langsung dihiasi abad pertama dalam karier Tes-nya, membawa India ke posisi dominan 288-2 pada hari pertama pertandingan pertama melawan Sri Lanka di Galle, Sabtu (15/8). Kapten Shubman Gill yang memutuskan batting pertama di lintasan yang menjanjikan banyak run, kini menuai hasil manis.
Keputusan menempatkan Padikkal di posisi tiga bukan tanpa risiko. India sempat kebingungan mengisi slot tersebut setelah Sai Sudharsan, salah satu dari tujuh batsman yang dicoba dalam dua tahun terakhir, dipastikan absen karena cedera jari kaki. Padikkal, pemain asal Karnataka yang juga bintang di RBS, tampil agresif sejak awal. Ia membuka skor dengan boundary, lalu melancarkan six melawan Prabath Jayasuriya, menunjukkan keberanian yang jarang terlihat dari pendatang baru.
Performa Padikkal seolah menular ke KL Rahul yang menjadi pembuka. Duet mereka membangun kemitraan 150 run tanpa kehilangan wicket, membuat serangan Sri Lanka kewalahan sepanjang sesi kedua yang sempat tertunda hujan. Rahul sendiri tampil solid dengan 77 run sebelum akhirnya retired hurt karena kram, setelah memukul sembilan four dan satu six. Sementara itu, Gill yang baru membuat 16 run, gagal memanfaatkan start baiknya setelah terjebak di mid-off saat mencoba menyerang Jayasuriya.
Bagi Indonesia, pertandingan ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana sebuah tim mengelola transisi pemain kunci. India yang sedang mempersiapkan regenerasi di sektor batting, uji coba di Galle menjadi tolok ukur. Padikkal, yang belum pernah tampil di pentas sebesar ini, justru tampil lepas tanpa beban. Ini pelajaran berharga bagi pengembangan kriket di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang mulai serius menggarap olahraga ini.
Padikkal nyaris saja membuang kesempatan emasnya ketika ia hampir memberikan tangkapan kembali kepada kapten Sri Lanka, Dhananjaya de Silva, di awal inning. Namun, setelah lolos dari momen genting itu, ia tampil semakin percaya diri. Agresivitasnya bahkan menular ke Rahul yang mulai berani menyerang Jayasuriya. Kombinasi antara pertahanan solid dan serangan terukur membuat duo ini tampak seperti pasangan yang sudah lama bermain bersama.
Saat play dilanjutkan pada hari kedua, India jelas mengincar total besar. Rishabh Pant yang belum terkalahkan dengan 27 run akan menjadi kunci untuk mendorong skor melewati angka 400. Namun, Sri Lanka masih punya peluang jika bisa mengambil wicket awal. Pertanyaan besarnya, akankah Padikkal mampu mempertahankan performa ini dan mengamankan posisi tiga dalam jangka panjang? Jika ya, India tidak hanya memenangkan pertandingan ini, tetapi juga menemukan solusi atas salah satu masalah terbesar mereka dalam dua tahun terakhir.



