Gol Debut Stones Bawa Inter Taklukkan Betis di Uji Coba Terakhir
Baca dalam 60 detik
- John Stones langsung mencetak gol kemenangan pada debutnya bersama Inter Milan dalam laga uji coba melawan Real Betis.
- Laga di Bari ini menjadi pemanasan terakhir Inter sebelum musim baru, dengan Lautaro Martinez juga tampil perdana.
- Kemenangan ini menegaskan kesiapan Inter dalam mempertahankan gelar Serie A dan Coppa Italia.

John Stones langsung mencuri perhatian pada laga perdana berseragam Inter Milan. Bek asal Inggris itu menjadi penentu kemenangan 1-0 atas Real Betis dalam uji coba pramusim di Stadio San Nicola, Bari, Sabtu (15/8/2026) malam WIB. Gol tersebut tercipta hanya 12 menit setelah ia masuk sebagai pemain pengganti.
Pertandingan ini merupakan uji coba terakhir Inter sebelum mengarungi musim baru. Pelatih Cristian Chivu sengaja memanfaatkan laga ini untuk meramu komposisi tim, terutama di lini belakang yang baru saja ditinggal sejumlah pilar. Kehadiran Stones, yang direkrut dari Manchester City, menjadi sorotan utama karena langsung menunjukkan kontribusi nyata.
Selain Stones, laga ini juga menjadi ajang kembalinya Lautaro Martinez. Kapten timnas Argentina itu baru pertama kali tampil setelah membela negaranya di final Piala Dunia 2026. Ia masuk bersamaan dengan Stones pada menit ke-70, menggantikan Ange-Yoan Bonny. Sementara itu, Djed Spence yang baru diumumkan sebagai pemain anyar pada sore harinya, belum sempat masuk dalam skuad.
Sepanjang babak pertama, Inter sebenarnya kesulitan membongkar pertahanan Betis. Duet Francesco Pio Esposito dan Bonny di lini depan belum padu, beberapa kali mereka berebut bola yang sama. Betis bahkan nyaris unggul lebih dulu lewat tendangan melengkung Antony yang hanya melenceng tipis di tiang jauh. Hakan Calhanoglu juga sempat mengancam lewat tembakan jarak jauh yang membentur tiang gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah setelah Stones dan Martinez masuk. Berawal dari tendangan bebas Federico Dimarco, bola disundul Benjamin Pavard ke arah Stones yang langsung melepaskan half-volley dari jarak sembilan yard. Gol itu menjadi mimpi indah bagi bek berusia 32 tahun tersebut di awal kariernya bersama Nerazzurri.
Bagi Inter, kemenangan ini bukan sekadar hasil positif. Ini adalah sinyal bahwa skuad asuhan Chivu siap bersaing di papan atas. Dengan tambahan Stones, lini belakang Inter makin kokoh. Apalagi, mereka juga masih memiliki pemain seperti Yann Bisseck dan Benjamin Pavard yang tampil solid.
Dari sisi taktik, Chivu tampak mencoba berbagai variasi. Ia melakukan banyak pergantian pemain di babak kedua, termasuk memasukkan Henrikh Mkhitaryan dan Marko Stankovic. Hampir saja Inter menambah gol di menit akhir, andai tendangan Mkhitaryan setelah memanfaatkan rebound tidak melebar tipis.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik untuk disimak karena menunjukkan tren klub-klub Eropa yang semakin agresif di bursa transfer. Inter, misalnya, tidak ragu mendatangkan pemain berlabel bintang seperti Stones. Ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk berani berinvestasi pada pemain berkualitas demi meningkatkan daya saing di kancah Asia.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah bagaimana Chivu akan mengintegrasikan Stones ke dalam skema utama. Apakah ia akan berduet dengan Bastoni di lini tengah pertahanan, atau justru menjadi opsi rotasi? Jawabannya akan terlihat saat Inter memulai musim baru melawan tim-tim kuat Serie A.



