Tottenham Incar Cody Gakpo: Rekrutan Terakhir yang Bisa Menentukan Musim De Zerbi
Baca dalam 60 detik
- Tottenham dikabarkan telah mengajukan tawaran formal senilai €60 juta untuk Cody Gakpo, yang disebut 'pasti terbuka' pindah ke London Utara.
- Manajer anyar Spurs, Roberto De Zerbi, secara langsung menghubungi pemain Liverpool itu untuk meyakinkannya bergabung, menandakan kendali penuh dalam bursa transfer.
- Kesuksesan transfer Gakpo akan menjadi ujian bagi strategi De Zerbi yang mengutamakan pemain berpengalaman, sekaligus menentukan daya saing Tottenham di Premier League musim ini.

LONDON — Tottenham Hotspur dikabarkan telah mengajukan tawaran formal senilai €60 juta (sekitar £51 juta) kepada Liverpool untuk merekrut Cody Gakpo, sebuah langkah yang bisa menjadi penentu arah musim perdana Roberto De Zerbi di kursi manajer. Laporan yang disiarkan Sport Witness menyebut De Zerbi telah berbicara langsung dengan pemain asal Belanda itu untuk meyakinkannya pindah ke London Utara, dan Gakpo dikabarkan 'pasti terbuka' terhadap kepindahan tersebut.
Kabar ini muncul di tengah kebuntuan Spurs dalam memperkuat lini serang. Hingga saat ini, Tottenham baru merekrut Mateus Fernandes, sementara sejumlah pemain kunci seperti Xavi Simons dan Wilson Odobert masih cedera, serta Mohammed Kudus dan Dejan Kulusevski belum tampil di pramusim. Dengan musim baru yang tinggal sepekan lagi, dua pekan ke depan menjadi penentu bagi De Zerbi untuk membentuk skuad yang kompetitif.
Jika transfer Gakpo terealisasi, ia akan menjadi rekrutan termahal Spurs musim ini, sekaligus bukti nyata pengaruh De Zerbi dalam belanja pemain. Sebelumnya, pelatih asal Italia itu kerap kesulitan mendatangkan pemain yang diinginkan di Brighton karena kebijakan transfer klub yang kaku, yang menjadi salah satu alasan kepergiannya pada 2024. Kini di Tottenham, De Zerbi tampak memegang kendali penuh, dan Gakpo menjadi target utama yang mencerminkan preferensinya terhadap pemain berpengalaman.
Gakpo, yang berusia 27 tahun, memiliki profil yang menarik. Ia mencetak 55 gol dalam 159 penampilan untuk PSV sebelum pindah ke Liverpool pada Januari 2023. Di Anfield, ia mencatatkan 50 gol dalam 180 pertandingan dan turut berkontribusi pada gelar juara Premier League 2024/25, namun belum pernah menjadi pemain kunci yang konsisten. Perbandingan dengan Rafael van der Vaart, yang pindah ke Tottenham pada 2010 di usia yang sama, menjadi sorotan. Van der Vaart, yang gagal bersinar di Real Madrid, justru tampil gemilang di Spurs dengan mencetak 46 gol dan assist dalam 78 pertandingan.
Meski bukan pembelian yang sensasional, Gakpo dinilai memiliki keunggulan yang cocok dengan kebutuhan Tottenham. Ia adalah pemain serba bisa yang bisa bermain di sayap atau sebagai penyerang tengah, mirip dengan Van der Vaart yang fleksibel. Namun, ada juga risiko yang menyertainya. Gakpo belum pernah konsisten di level tertinggi, dan tekanan bermain di klub sebesar Tottenham bisa menjadi ujian berat.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kepindahan Gakpo ke Tottenham akan berdampak pada persaingan di Premier League, yang banyak diikuti penggemar Tanah Air. Jika Gakpo berhasil bersinar, ia bisa menjadi inspirasi bagi pemain Asia Tenggara yang bercita-cita berkarier di liga top Eropa. Namun, jika gagal, ia akan menjadi contoh bagaimana tekanan di klub besar bisa menghancurkan karier seorang pemain.
De Zerbi sendiri dikenal sebagai pelatih yang mampu mengembangkan pemain. Di Brighton, ia berhasil mengangkat performa sejumlah pemain muda. Kini, dengan Gakpo, ia memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa ia bisa mengelola pemain bintang. Pertanyaannya, apakah Gakpo akan menjadi 'Van der Vaart baru' atau justru menjadi rekrutan mahal yang mengecewakan? Jawabannya akan terungkap dalam beberapa pekan ke depan, saat musim baru dimulai dan bursa transfer ditutup.



