Erick Thohir Peringatkan Timnas Indonesia: Jangan Remehkan Bangladesh di Laga Penentu
Baca dalam 60 detik
- Ketua PSSI Erick Thohir menegaskan Bangladesh bukan lawan yang bisa diabaikan pada partai terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
- Posisi Indonesia terancam setelah ditahan Malaysia 0-0; kemenangan besar atas Bangladesh menjadi syarat mutlak untuk lolos ke final.
- Hasil laga Singapura vs Malaysia di Bandung juga akan menentukan nasib Garuda, sehingga fokus penuh di setiap menit menjadi harga mati.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengeluarkan peringatan tegas kepada skuad Timnas Indonesia agar tidak menganggap enteng Bangladesh pada laga pamungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menjadi penentu apakah Garuda bisa melaju ke babak final atau harus angkat koper lebih awal.
Peringatan itu muncul setelah Indonesia hanya mampu bermain imbang 0-0 melawan Malaysia pada laga kedua Grup A, Senin (28/9/2026). Hasil tersebut membuat pasukan Merah Putih turun ke peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi empat poin, kalah selisih gol dari Malaysia yang berada di puncak. Kini, Indonesia tidak lagi memegang kendali penuh atas nasibnya sendiri.
"Bangladesh juga tidak boleh dipandang sebelah mata. Indonesia harus tetap berjuang dan bermain dengan fokus penuh," ujar Erick Thohir, dikutip dari keterangan resminya. Ia menambahkan bahwa peluang masih terbuka, tetapi risikonya juga besar. "Tidak ada jalan mudah. Para pemain harus terus berjuang dan memberikan kemampuan terbaik," lanjutnya.
Erick Thohir juga menyoroti peningkatan kualitas sepak bola Asia Tenggara secara umum. Menurutnya, setiap tim kini memiliki kekuatan dan komposisi pemain yang semakin solid, sehingga tidak ada lagi lawan yang bisa dianggap enteng. "Sekarang kualitas permainan negara-negara Asia Tenggara terus meningkat. Setiap tim memiliki kekuatan dan komposisi pemain yang semakin solid," tuturnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, tim-tim seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari segi taktik maupun fisik. Bangladesh, meski secara peringkat FIFA berada di bawah Indonesia, juga kerap menyulitkan lawan-lawannya dengan permainan disiplin dan serangan balik cepat. Mengabaikan faktor ini bisa berakibat fatal.
"Karena itu, semua pertandingan menjadi sangat penting. Tim yang ingin melaju harus berjuang sejak laga pertama dan tidak boleh menganggap remeh siapa pun."
โ Erick Thohir, Ketua Umum PSSI
Bagi Indonesia, kemenangan atas Bangladesh dengan margin gol besar menjadi harga mati. Selain itu, Garuda juga berharap Singapura mampu memberikan perlawanan sengit kepada Malaysia di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada hari yang sama. Jika Malaysia terpeleset, peluang Indonesia untuk merebut posisi puncak kembali terbuka lebar.
Konteks Indonesia: Laga ini bukan sekadar pertandingan sepak bola biasa. Ini adalah ujian mental dan kematangan strategi bagi tim asuhan pelatih saat ini. Kegagalan lolos ke final akan menjadi pukulan telak bagi program pembinaan yang tengah digalakkan PSSI, sekaligus memengaruhi antusiasme publik dan sponsor. Di sisi lain, keberhasilan melaju ke final akan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan dominan di kawasan, sejalan dengan target jangka panjang menembus Piala Dunia.
Menghadapi Bangladesh, Indonesia diprediksi akan tampil menyerang sejak menit awal. Namun, fokus dan disiplin menjadi kata kunci. Jangan sampai ambisi mencetak banyak gol justru membuka celah bagi lawan untuk mencuri gol. Erick Thohir menekankan bahwa para pemain harus tetap tenang dan bermain sesuai instruksi pelatih.
Dengan tekanan yang tinggi, laga ini akan menjadi tolok ukur karakter skuad Garuda. Mampukah mereka mengatasi ekspektasi dan tampil gemilang? Atau justru tersandung oleh tekanan yang mereka ciptakan sendiri? Jawabannya akan terlihat di lapangan hijau SUGBK, Kamis malam nanti.



