Newcastle Berburu Bek Kanan Baru: Wilfried Singo Jadi Target di Tengah Negosiasi Amar Dedic
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United dikabarkan mengincar Wilfried Singo dari Galatasaray untuk memperkuat lini belakang, di tengah proses transfer Amar Dedic dari Benfica.
- Singo dinilai lebih unggul dalam duel udara dan fisik dibanding Dedic, berdasarkan statistik musim lalu di Liga Champions dan Liga Turki.
- Jika kedua pemain bergabung, Newcastle akan memiliki opsi starter dan pelapis yang saling melengkapi di posisi bek kanan.

Newcastle United tengah bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini. Setelah nyaris mengamankan jasa Amar Dedic dari Benfica, klub asal Inggris itu dikabarkan juga mengincar bek kanan Galatasaray, Wilfried Singo, untuk menambah kedalaman skuad dan memperbaiki pertahanan yang menjadi sorotan.
Kabar ini muncul setelah Newcastle kehilangan Kieran Trippier yang hengkang ke Wolverhampton Wanderers pada akhir musim lalu. Sebagai pengganti, manajemen klub dikabarkan telah menyetujui kesepakatan awal dengan Dedic, pemain internasional Bosnia yang pernah bekerja sama dengan pelatih Mathias Jaissle di RB Salzburg. Nilai transfernya disebut bisa mencapai 30 juta poundsterling, dengan kontrak hingga 2031.
Namun, ada kekhawatiran mengenai kemampuan Dedic dalam duel udara. Pemain berusia 23 tahun itu tercatat memenangkan kurang dari 20 duel udara dalam tiga musim terakhir di berbagai kompetisi, termasuk saat membela Benfica di Liga Champions. Hal ini menjadi perhatian karena Premier League dikenal dengan intensitas fisik dan bola mati yang tinggi.
Untuk mengantisipasi kelemahan tersebut, Newcastle dilaporkan menyiapkan langkah tambahan dengan mendekati Wilfried Singo. Bek asal Pantai Gading itu didatangkan Galatasaray dari Monaco dengan nilai sekitar 26 juta poundsterling musim panas lalu. Laporan dari Turkish-Football menyebut Newcastle siap mengajukan tawaran resmi untuk menguji keteguhan klub Turki tersebut.
Singo memiliki keunggulan fleksibilitas karena bisa bermain sebagai bek tengah maupun bek kanan. Pengalamannya sebagai bek tengah membuatnya terbiasa berduel udara, yang menjadi nilai plus di lini belakang Newcastle. Statistik musim lalu menunjukkan Singo memenangkan 67 persen duel darat dan 60 persen duel udara di Liga Turki, serta tampil impresif di Liga Champions.
Perbandingan statistik ini menjadi dasar penilaian bahwa Singo lebih siap menghadapi kerasnya Premier League, terutama dalam situasi bola mati dan umpan silang. Sementara Dedic menawarkan kreativitas dengan empat assist musim lalu, Singo dianggap lebih solid secara defensif. Newcastle sendiri baru saja menelan kekalahan 3-1 dari Everton dalam laga uji coba, yang menjadi alarm akan kebutuhan perbaikan di lini belakang.
Jika kedua pemain berhasil direkrut, Newcastle akan memiliki opsi menarik: Singo sebagai starter dengan kemampuan bertahan yang kuat, dan Dedic sebagai pelapis yang bisa memberikan dimensi serangan berbeda. Langkah ini menunjukkan ambisi Newcastle untuk bersaing di level tertinggi, meski harus mengeluarkan dana tidak sedikit.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Newcastle ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berinvestasi pada pemain dengan profil fisik dan teknis yang sesuai dengan kebutuhan liga. Selain itu, ketertarikan pada pemain Afrika seperti Singo juga membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara untuk menembus liga top Eropa jika memiliki kualitas setara.
Keputusan akhir Newcastle akan menjadi sinyal apakah mereka lebih mengutamakan aspek defensif atau kreativitas di lini belakang. Apakah Singo akan menjadi prioritas utama, atau justru Dedic yang dianggap cukup? Yang jelas, bursa transfer musim panas ini masih menyimpan banyak kejutan.



