Tempe Mendoan: Jajanan Khas Banyumas yang Mulai Dilirik Pasar Malaysia
Baca dalam 60 detik
- Tempe mendoan, gorengan khas Banyumas, kini mulai dikenal di Malaysia sebagai alternatif camilan sehat berbasis nabati.
- Berbeda dengan gorengan renyah pada umumnya, mendoan justru sengaja digoreng sebentar sehingga teksturnya lembut dan berserat.
- Dengan bahan utama tempe yang kaya protein, camilan ini menawarkan pilihan lebih bergizi dibanding gorengan konvensional, dan berpotensi menjadi tren kuliner baru di Asia Tenggara.

Di tengah maraknya gorengan kekinian yang identik dengan minyak melimpah dan tekstur super renyah, hadir tempe mendoan yang justru menawarkan pendekatan berbeda. Jajanan khas Banyumas, Jawa Tengah, ini sengaja digoreng sebentar sehingga teksturnya tetap lembut, dan kini mulai menarik perhatian pencinta kuliner di Malaysia, negara yang selama ini akrab dengan aneka fritter seperti pisang goreng atau ubi goreng.
Tempe mendoan sebenarnya bukan barang baru di Indonesia. Namun, kehadirannya di kancah kuliner Malaysia menjadi menarik karena di sana tempe masih dianggap sebagai bahan yang kurang populer untuk camilan jalanan. Menurut pengamat kuliner, perbedaan harga dan kebiasaan lokal menjadi faktor utama mengapa mendoan belum sepopuler gorengan lain di negeri jiran. "Blok tempe mungkin tidak semurah pisang," ujar seorang pengamat kuliner Malaysia, menggambarkan tantangan penetrasi pasar.
Dari sisi teknik memasak, mendoan memiliki keunikan tersendiri. Adonan tepungnya memadukan tepung terigu dan sedikit tepung beras, ditambah bumbu seperti kunyit dan ketumbar yang memberikan aroma khas. Proses penggorengan yang singkatโsekitar empat hingga lima menit per sisiโmembuat lapisan tepung tidak mengeras sepenuhnya, menghasilkan sensasi kenyal yang jarang ditemukan pada gorengan lain. "Ini yang membedakan mendoan dari fritter biasa," jelas seorang koki asal Jawa Tengah yang diwawancarai baru-baru ini.
Bagi masyarakat Indonesia, mendoan bukan sekadar camilan. Hidangan ini kerap disajikan dengan sambal kecap atau sambal pedas, menjadikannya teman minum teh yang sempurna. Namun, di tengah tren gaya hidup sehat, mendoan justru bisa menjadi alternatif cerdas. Tempe sebagai bahan utamanya dikenal kaya protein nabati dan serat, sehingga mengurangi rasa bersalah saat menikmati gorengan. "Setidaknya Anda bisa bilang pada diri sendiri bahwa ini camilan yang lebih bergizi," tulis penulis resep dalam artikel aslinya.
Bagi pelaku usaha kuliner di Indonesia, popularitas mendoan di luar negeri bisa menjadi peluang ekspor budaya. Pemerintah daerah Banyumas sendiri telah lama mempromosikan mendoan sebagai ikon kuliner, bahkan menetapkan tanggal tertentu sebagai Hari Mendoan. Dengan meningkatnya minat dari Malaysia, bukan tidak mungkin mendoan akan menyusul rendang atau sate yang lebih dulu mendunia.
Namun, tantangan tetap ada. Standarisasi resep dan ketersediaan tempe berkualitas menjadi kunci agar cita rasa asli tetap terjaga. Di Malaysia, tempe biasanya dijual dalam bentuk yang lebih tebal dan padat, sehingga perlu adaptasi dalam pengirisan. "Kunci mendoan adalah irisan tipis agar cepat matang dan tetap lembut," tambah sumber yang sama.
Ke depan, pertanyaannya bukan hanya apakah mendoan bisa diterima lidah Malaysia, tetapi juga apakah Indonesia mampu memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat diplomasi kuliner. Dengan dukungan promosi yang tepat, bukan tidak mungkin tempe mendoan menjadi duta kuliner Nusantara berikutnya di Asia Tenggara. Apakah Anda siap mencoba membuatnya di rumah?



