Uji Coba Terakhir: Milan Bungkam Manchester United 4-2, Ramos dan Chukwueze Bersinar
Baca dalam 60 detik
- AC Milan menutup pramusim dengan kemenangan meyakinkan atas Manchester United, membalikkan ketertinggalan dua kali.
- Penampilan impresif Goncalo Ramos dan Samuel Chukwueze menjadi sorotan, sementara kiper muda Lorenzo Torriani menunjukkan ketenangan.
- Hasil ini memberi sinyal positif bagi Milan menjelang musim Serie A, meski sejumlah pemain inti masih absen.

AC Milan menuntaskan rangkaian uji coba pramusim dengan kemenangan bergengsi 4-2 atas Manchester United di Stadion Old Trafford, Minggu (3/8) dini hari WIB. Tertinggal lebih dulu, tim asuhan Sergio Conceicao mampu membalikkan keadaan lewat gol-gol Samuel Chukwueze, Goncalo Ramos, Ruben Loftus-Cheek, dan Alphadjo Cisse. Hasil ini menjadi modal berharga bagi Rossoneri menjelang kompetisi resmi, sekaligus memberi pekerjaan rumah bagi pelatih anyar Ruben Amorim.
Laga yang merupakan uji coba terakhir bagi kedua tim sebelum musim bergulir ini menyajikan tempo tinggi sejak menit awal. Manchester United, yang tampil dengan skuad lebih dekat dengan tim utama, unggul cepat melalui sundulan Harry Maguire memanfaatkan sepak pojok pada menit kedua. Namun, Milan tidak gentar. Mereka merespons dengan permainan kolektif yang rapi, memanfaatkan kelemahan lini belakang tuan rumah yang kerap meninggalkan ruang di sisi kanan pertahanan.
Keputusan Amorim untuk merotasi banyak pemain, dengan menurunkan sejumlah nama muda dan pemain pelapis, sempat dipertanyakan. Namun, strategi itu justru memberi kesempatan bagi pemain seperti Lorenzo Torriani, kiper berusia 21 tahun, untuk unjuk kebolehan. Torriani, yang dipercaya mengawal gawang sejak awal, tampil gemilang dengan menepis penalti Bruno Fernandes pada babak pertama. Aksi heroiknya menjadi titik balik mentalitas tim.
Di sisi lain, lini belakang Milan masih menunjukkan kerapuhan, terutama saat membangun serangan dari bawah. Filippo Terracciano, yang dimainkan sebagai bek kanan, dua kali melakukan kesalahan fatal yang berujung pada gol Manchester United. Kesalahan pertama terjadi pada babak pertama yang berujung pada pelanggaran di kotak penalti, dan kesalahan kedua pada awal babak kedua yang dimanfaatkan Patrick Dorgu untuk mencetak gol. Meski demikian, ketangguhan mental para pemain Milan patut diacungi jempol karena mampu bangkit dua kali.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kemenangan ini menjadi sinyal bahwa Milan siap bersaing di papan atas Serie A musim ini. Meski masih ada pekerjaan rumah di lini pertahanan, daya gedor yang ditunjukkan lini serang menjadi nilai plus. Kehadiran pemain anyar seperti Goncalo Ramos yang dipinjam dari Paris Saint-Germain langsung menunjukkan ketajamannya, sementara Chukwueze semakin percaya diri setelah musim pertamanya yang naik turun.
Di kubu Manchester United, kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu masih mencari formula terbaik untuk timnya yang tengah dalam masa transisi. Beberapa pemain baru seperti Youri Tielemans dan Matheus Cunha sudah diturunkan, namun chemistry antarpemain masih perlu ditingkatkan. Kegagalan memanfaatkan peluang dan kesalahan individual menjadi catatan yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi laga pembuka Premier League.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, laga ini juga menarik untuk disimak. Beberapa pemain yang tampil, seperti Patrick Dorgu dan Amad Diallo, pernah menjadi sorotan media karena keturunan atau karier mereka di Eropa. Namun, yang lebih relevan adalah bagaimana gaya bermain Milan di bawah Conceicao bisa menjadi referensi bagi klub-klub Indonesia yang ingin mengadopsi pressing ketat dan transisi cepat. Selain itu, performa kiper muda seperti Torriani bisa menjadi inspirasi bagi kiper-kiper muda Indonesia untuk berani tampil di panggung besar.
“Kami menunjukkan karakter yang luar biasa. Tertinggal dua kali, tapi kami tidak menyerah dan bisa membalikkan keadaan. Ini modal penting untuk musim ini,” ujar Sergio Conceicao seusai pertandingan, seperti dilansir laman resmi klub.
Ke depan, Milan akan menghadapi ujian sebenarnya saat melawan tim-tim kuat Serie A. Pertanyaan besarnya, apakah lini pertahanan yang masih rapuh mampu diperbaiki sebelum kompetisi dimulai? Sementara bagi Manchester United, tekanan semakin besar bagi Amorim untuk segera menemukan konsistensi. Hasil uji coba ini setidaknya memberi gambaran bahwa kedua tim masih memiliki banyak pekerjaan rumah, namun potensi untuk bersaing di level tertinggi tetap ada.



