Julian Ward Kembali ke Liverpool, Prioritas Utama: Bek Kanan Kelas Dunia
Baca dalam 60 detik
- Julian Ward resmi ditunjuk sebagai direktur olahraga Liverpool, menggantikan Richard Hughes yang hengkang ke Al Hilal.
- Ward langsung menyusun strategi transfer, dengan bek kanan menjadi target prioritas musim panas mendatang.
- Liverpool menghadapi persaingan ketat dari Arsenal dan Manchester City untuk mendapatkan Givairo Read dari Feyenoord.

Liverpool secara resmi mengumumkan penunjukan Julian Ward sebagai direktur olahraga baru, menandai kembalinya sosok yang sudah tidak asing lagi bagi klub Merseyside tersebut. Ward, yang sebelumnya menjabat sebagai direktur teknis di Fenway Sports Group (FSG), menggantikan Richard Hughes yang memilih bergabung dengan klub Liga Pro Saudi, Al Hilal, pada akhir jendela transfer musim panas lalu. Kembalinya Ward ke Anfield untuk periode kedua ini diharapkan dapat membawa stabilitas dan arah baru dalam manajemen sepak bola klub.
Pria berusia 45 tahun itu bukanlah figur baru di Liverpool. Ikatan Ward dengan klub telah terjalin lebih dari 14 tahun, dan ia sempat menjabat sebagai direktur olahraga selama masa kepemimpinan Jurgen Klopp sebelum meninggalkan perannya pada 2023. Presiden FSG, Mike Gordon, menyatakan keyakinannya bahwa Ward adalah kandidat yang tepat untuk memimpin operasi sepak bola klub. "Kami sangat senang Julian telah setuju untuk mengambil alih kepemimpinan departemen operasi sepak bola kami pada saat ini, terutama karena kami yakin dia adalah kandidat ideal mengingat pengalamannya yang luas di industri sepak bola pada umumnya dan Liverpool Football Club pada khususnya," ujar Gordon dalam pernyataan resmi klub.
Meski baru kembali, Ward tidak memiliki waktu luang untuk beradaptasi. Sejumlah keputusan besar sudah menanti, terutama terkait kontrak pemain. Beberapa nama penting seperti Virgil van Dijk, Alisson, Joe Gomez, Kostas Tsimikas, dan Wataru Endo akan habis kontraknya pada musim panas mendatang. Setelah kehilangan Mohamed Salah, Andy Robertson, dan Ibrahima Konate secara gratis pada musim panas ini, Liverpool tidak dapat lagi membiarkan pemain-pemain berpengalaman pergi tanpa kompensasi. Ward disebut ingin menghindari kesalahan yang dilakukan pendahulunya, Richard Hughes, yang membiarkan kontrak pemain kunci habis.
Salah satu keputusan sulit yang harus diambil adalah masa depan Alexis Mac Allister. Meskipun kontraknya baru berakhir pada 2028, gelandang asal Argentina itu disebut sebagai pemain yang paling mungkin dijual. Ward tidak berencana menawarkan kontrak baru kepada Mac Allister, meskipun performanya kembali menanjak musim ini. Sebaliknya, pemain berusia 27 tahun itu kemungkinan akan dilepas pada akhir musim, dengan tujuan menghindari terulangnya kesalahan yang sama. Di lini tengah, Ward melihat Ryan Gravenberch dan Dominik Szoboszlai sebagai pilar jangka panjang, dan ia menginginkan seorang gelandang bertahan spesialis untuk melengkapi keduanya. Lamine Camara dari Monaco dikabarkan menjadi target utama untuk posisi tersebut.
Namun, prioritas utama Ward dan Gordon bukanlah lini tengah. Sumber internal Liverpool mengungkapkan bahwa kedua petinggi klub sepakat bahwa posisi bek kanan adalah kebutuhan mendesak. Harapan sebelumnya adalah Jeremie Frimpong dan Conor Bradley dapat mengisi celah yang ditinggalkan Trent Alexander-Arnold. Akan tetapi, Bradley sering mengalami cedera, sementara kualitas Frimpong lebih cocok untuk peran wing-back. Ronald Araujo, yang dipinjam dari Barcelona, memang tampil impresif di posisi bek kanan, tetapi ia adalah bek tengah alami. Klub menilai biaya sekitar 47 juta poundsterling untuk mempermanenkan statusnya terlalu tinggi untuk seorang pemain yang tidak berada di posisi aslinya.
"Liverpool sangat senang dengan kedatangan Araujo, tetapi mereka percaya bahwa bek kanan kelas dunia adalah kebutuhan utama musim panas mendatang," ungkap seorang sumber di dalam klub.
Liverpool diperkirakan tidak akan aktif di jendela transfer musim dingin. Namun, satu nama yang patut diwaspadai adalah Givairo Read dari Feyenoord. Bek kanan asal Belanda itu telah lama menjadi incaran Liverpool, Arsenal, dan Manchester City. Read mencatatkan lima assist dalam tujuh penampilan di Eredivisie musim ini, dan para pemandu bakat terkesan dengan kemampuannya menciptakan peluang dari sisi sayap, sebuah kualitas yang hilang sejak kepergian Alexander-Arnold. Dengan Arsenal dan City juga membayangi, Liverpool akan menghadapi persaingan ketat untuk mendapatkan tanda tangannya. Jika performanya terus menanjak, Read bisa menjadi opsi "kelas dunia" yang dicari Ward pada musim panas mendatang.
Kembalinya Ward membawa angin segar bagi Liverpool, tetapi tantangan yang dihadapi tidaklah mudah. Dengan banyaknya pemain yang akan habis kontrak dan kebutuhan mendesak akan bek kanan berkualitas, keputusan yang diambil dalam beberapa bulan ke depan akan sangat menentukan arah klub. Akankah Ward mampu membawa Liverpool kembali bersaing di puncak, atau justru menghadapi tekanan yang lebih besar? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: era baru di Anfield telah dimulai.



