Swiatek Akhiri Puasa Final Setahun di Toronto, Tantang Rybakina di Partai Puncak
Baca dalam 60 detik
- Iga Swiatek memastikan diri lolos ke final WTA pertamanya tahun ini setelah menaklukkan Elina Svitolina di semifinal Toronto, sekaligus mengakhiri paceklik gelar sejak Cincinnati tahun lalu.
- Elena Rybakina, yang juga comeback dari ketertinggalan, akan menjadi lawan Swiatek di final, menandai pertemuan ke-13 mereka dengan rekor imbang 6-6.
- Kemenangan di final akan menjadi gelar ke-26 bagi Swiatek, sementara Rybakina berpeluang meraih gelar ketiga musim ini setelah sukses di Australia dan Stuttgart.

Iga Swiatek akhirnya menemukan kembali performa terbaiknya. Petenis nomor tujuh dunia itu memastikan tempat di final Kanada Terbuka setelah menaklukkan Elina Svitolina dalam pertarungan tiga set yang menegangkan, 6-3, 1-6, 6-3, di Toronto. Ini adalah final WTA pertamanya sepanjang musim ini, sekaligus penanda kebangkitan setelah melalui periode yang ia akui sebagai musim terberat dalam kariernya.
Bagi Swiatek, perjalanan menuju final kali ini terasa sangat berarti. Sejak menjuarai Cincinnati tahun lalu, ia belum pernah lagi merasakan tampil di partai puncak. Bahkan, sepanjang musim ini ia hanya sekali mencapai semifinal. Namun, di Toronto, ia menunjukkan mental juara yang sempat dipertanyakan. Setelah kehilangan set kedua dengan telak, ia bangkit dan tampil dominan di set penentu.
"Musim ini tidak mudah, mungkin yang terberat dalam hidup saya," ujar Swiatek, seperti dikutip BBC. "Namun, pekan ini sangat positif dan menginspirasi. Ini membuktikan bahwa kita harus terus berjuang apa pun yang terjadi." Pernyataan itu menggambarkan betapa besar arti pencapaian ini bagi kepercayaan dirinya menjelang turnamen-turnamen besar berikutnya.
Di sisi lain, Elena Rybakina juga menunjukkan kegigihan serupa. Juara Australia Terbuka itu harus berjuang keras untuk mengalahkan Coco Gauff, 5-7, 6-2, 6-2. Setelah kehilangan set pertama, ia bangkit dengan memenangi empat game beruntun di set kedua dan terus mendominasi hingga akhir. Ini menjadi kemenangan ketiganya secara beruntun yang harus melalui tiga set, termasuk saat mengalahkan Naomi Osaka di perempat final. "Saya merasa di set pertama kami bermain baik, tapi kemudian saya sedikit terburu-buru. Saya senang bisa menang lagi dalam tiga set," kata Rybakina.
Pertemuan final nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kedua petenis. Rekor pertemuan mereka sangat berimbang, 6-6, dan pertemuan terakhir mereka terjadi di Australia Terbuka tahun ini, di mana Rybakina menang straight set dalam perjalanannya menuju gelar. Rybakina sendiri sadar betul tantangan yang menanti. "Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit lagi. Kami saling mengenal dengan baik dan sering bertemu. Bagi saya, kuncinya adalah pemulihan setelah banyak jam di lapangan dan membawa energi sebanyak mungkin," ujarnya.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, final ini layak dinantikan. Kedua petenis memiliki basis penggemar yang besar di Asia Tenggara, dan gaya bermain mereka yang agresif sering menjadi tontonan menarik. Selain itu, performa Swiatek yang mulai stabil kembali bisa menjadi sinyal persaingan ketat di turnamen Grand Slam mendatang, termasuk Amerika Terbuka yang akan bergulir beberapa pekan lagi.
Di sektor putra, final Kanada Terbuka juga menyajikan cerita menarik. Ben Shelton akan berusaha mempertahankan gelar, sementara Brandon Nakashima berpeluang meraih gelar terbesar dalam kariernya. Shelton, yang tampil impresif sepanjang turnamen, akan menjadi unggulan, namun Nakashima telah membuktikan diri dengan mengalahkan lawan-lawan tangguh secara beruntun.
Dengan final yang mempertemukan dua petenis papan atas yang sama-sama dalam performa terbaik, Kanada Terbuka tahun ini menjanjikan pertarungan sengit. Pertanyaannya, akankah Swiatek akhirnya mengakhiri puasa gelar dan kembali ke jalur juara, atau Rybakina yang akan memperpanjang dominasinya? Jawabannya akan segera terungkap di lapangan Toronto.



