Gugatan Cerai Matt Bellamy: Vokalis Muse Minta Hak Asuh Penuh Anak, Elle Evans Siap Lawan
Baca dalam 60 detik
- Vokalis Muse, Matt Bellamy, resmi mengajukan gugatan cerai terhadap Elle Evans di pengadilan Los Angeles dengan alasan perbedaan yang tak dapat didamaikan.
- Bellamy meminta hak asuh tunggal atas kedua anak mereka, sementara Evans berencana menentang permohonan tersebut dan memperjuangkan hak asuh bersama.
- Proses perceraian ini berpotensi memicu perebutan hak asuh yang alot, mengingat adanya perjanjian pranikah dan perbedaan pandangan mengenai pengasuhan anak.

Gugatan cerai yang diajukan vokalis Muse, Matt Bellamy, terhadap istrinya, Elle Evans, di pengadilan Los Angeles pada Rabu (12/8/2026) menandai babak baru dalam kehidupan rumah tangga mereka. Dalam berkas yang diajukan, Bellamy mencantumkan alasan "perbedaan yang tidak dapat didamaikan" sebagai pemicu perceraian, tanpa menyebutkan tanggal pisah secara spesifik. Langkah hukum ini sekaligus mengonfirmasi kabar perpisahan yang sempat diungkapkan Bellamy pada pertengahan 2025.
Permohonan yang diajukan pria berusia 48 tahun itu tidak hanya berhenti pada perceraian. Bellamy juga meminta hak asuh tunggal atas kedua buah hati mereka, Lovella (6) dan George (2). Selain itu, ia merujuk pada perjanjian pranikah yang mereka buat sebelum menikah, seraya meminta pengadilan untuk memberikan tunjangan bagi Evans. Langkah ini menunjukkan adanya negosiasi yang rumit di balik layar, terutama terkait pembagian harta dan tanggung jawab pengasuhan anak.
Di sisi lain, Evans, yang kini berusia 46 tahun, diberi waktu 30 hari untuk menanggapi gugatan tersebut. Namun, melalui pernyataannya kepada TMZ, ia menegaskan akan melawan permintaan hak asuh tunggal yang diajukan Bellamy. Evans bertekad memperjuangkan hak asuh bersama, sebuah sikap yang lazim dalam kasus perceraian selebritas, di mana kedua orang tua ingin tetap terlibat aktif dalam tumbuh kembang anak.
Kisah rumah tangga Bellamy dan Evans sebenarnya sempat terlihat harmonis. Mereka bertunangan pada Desember 2017 dan menikah pada Agustus 2019. Namun, pada Juni 2025, Bellamy mengungkapkan kepada The i Paper bahwa mereka telah berpisah sejak musim panas tahun itu. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai "serangkaian keadaan yang benar-benar tak terduga" yang membuatnya terpukul dan memaksanya untuk fokus pada anak-anak serta menciptakan stabilitas di rumah. Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa perpisahan mereka bukanlah keputusan yang mudah, melainkan hasil dari tekanan yang tidak mereka duga sebelumnya.
Kabar perceraian ini tentu menarik perhatian penggemar Muse di Indonesia, yang selama ini mengagumi karya-karya Bellamy. Album terbaru Muse, The Wow! Signal, disebut-sebut sebagai wadah katarsis bagi Bellamy dalam menghadapi gejolak hidupnya. Ia mengaku proses kreatif album itu menjadi pelarian emosional yang luar biasa, bahkan menjadi "tali kehidupan" baginya. Ini menunjukkan bahwa di balik hiruk-pikuk kehidupan pribadi, Bellamy tetap mampu menghasilkan karya yang bermakna.
Dari perspektif hukum, kasus ini menyoroti pentingnya perjanjian pranikah di kalangan publik figur. Di Indonesia, meskipun perjanjian pranikah diatur dalam Undang-Undang Perkawinan, praktiknya masih belum sepopuler di negara-negara Barat. Kasus Bellamy-Evans bisa menjadi pelajaran bahwa perjanjian pranikah dapat menjadi instrumen penting untuk melindungi aset dan memperjelas hak masing-masing pihak saat terjadi perceraian. Namun, perjanjian tersebut tidak serta-merta menyelesaikan sengketa hak asuh anak, yang selalu menjadi pertimbangan utama pengadilan demi kepentingan terbaik anak.
Ke depannya, pertarungan hukum antara Bellamy dan Evans diperkirakan akan berlangsung alot, terutama menyangkut hak asuh anak. Pengadilan California akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kedekatan emosional anak dengan masing-masing orang tua, stabilitas lingkungan, dan kemampuan finansial. Pertanyaan besar yang menggantung: akankah kedua belah pihak mencapai kesepakatan damai, atau justru berlarut-larut dalam persidangan yang menguras energi? Yang jelas, keputusan akhir akan berdampak signifikan pada masa depan kedua anak mereka.



