Restu Sam Neill untuk Christopher Chung: Warisan Sang Legenda dalam 'My Brilliant Career'
Baca dalam 60 detik
- Aktor Christopher Chung mengaku mendapat restu langsung dari mendiang Sam Neill untuk membintangi serial Netflix 'My Brilliant Career'.
- Sam Neill, yang memerankan Harry Beecham di film 1979, mengirimkan video dukungan sebelum meninggal dunia pada Juli 2025.
- Casting Chung sebagai tokoh romantis keturunan Asia Timur di era kolonial Australia dinilai sebagai langkah penting bagi representasi di industri hiburan.

Christopher Chung, aktor Australia keturunan Asia, mengungkapkan bahwa mendiang Sam Neill memberikan restunya untuk perannya sebagai Harry Beecham dalam serial terbaru Netflix, My Brilliant Career. Restu tersebut datang melalui video pribadi yang dikirim Neill tak lama sebelum aktor legendaris itu tutup usia pada 13 Juli 2025.
Bagi Chung, dukungan dari Neill bukan sekadar formalitas. Neill adalah aktor pertama yang memerankan Harry Beecham dalam film adaptasi 1979 karya Miles Franklin. Dalam wawancaranya dengan WWD, Chung menceritakan bagaimana ia mengirim video dirinya mengenakan kostum kepada Neill melalui teman dekatnya, Kate Mulvany, yang berperan sebagai bibinya di serial tersebut. Neill kemudian membalas dengan video yang berisi doa dan dukungan penuh. "Dia memberikan restunya untuk peran ini. Itu benar-benar murah hati dan manis," kenang Chung.
Serial My Brilliant Career mengisahkan Sybylla Melvyn, seorang perempuan muda pemberontak yang menolak tekanan sosial untuk menikah. Dalam film orisinal, tokoh ini diperankan oleh Judy Davis, sementara di serial terbaru, Philippa Northeast yang akan memerankannya. Chung sendiri mengaku bahwa peran Harry Beecham memiliki makna mendalam baginya. Ia menyebut casting-nya sebagai "albatross"โsesuatu yang langka dan berharga. "Melihat peran romantis utama yang diperankan aktor East Asian dalam drama periode Australia itu seperti albatross. Anda tidak pernah melihatnya," ujarnya.
Kabar duka Neill sendiri diumumkan keluarganya melalui pernyataan di media sosial. Sang manajer, Philip Grenz, mengonfirmasi bahwa penyebab kematiannya adalah pneumonia. Keluarga memilih menggelar peringatan pribadi di peternakan Neill di Selandia Baru, sesuai dengan karakter Neill yang sangat menjaga privasi. "Sam adalah pria yang sangat pribadi dan benci keramaian," tulis Grenz. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada staf St Vincent's Private Hospital di Sydney atas perawatan yang diberikan.
Bagi industri hiburan Indonesia, kabar ini menjadi pengingat akan pentingnya representasi dan keberagaman dalam produksi film. Langkah Netflix menghadirkan aktor East Asian sebagai pemeran utama dalam drama periode Australia menunjukkan pergeseran paradigma casting yang lebih inklusif. Hal ini sejalan dengan tren global di mana penonton semakin menuntut cerita yang mencerminkan keberagaman masyarakat. Di Indonesia, industri perfilman juga mulai melirik aktor dari berbagai latar belakang, meski masih banyak pekerjaan rumah untuk mencapai kesetaraan representasi.
Dengan meninggalnya Neill, dunia kehilangan salah satu aktor terbaiknya. Namun, warisannya akan terus hidup melalui karya-karya seperti My Brilliant Career. Pertanyaannya, apakah serial ini akan mampu menangkap esensi novel Franklin dan memberikan penghormatan yang layak bagi Neill? Penonton akan menantikan bagaimana Chung dan Northeast menghidupkan kembali kisah klasik ini di layar kaca.



