Sharky Beta Squad Didekati ITV untuk I'm A Celebrity: Strategi Gaet Penonton Muda
Baca dalam 60 detik
- Kreator YouTube Sharky dikabarkan tengah bernegosiasi dengan ITV untuk tampil di musim baru I'm A Celebrity, menyusul keberhasilan AngryGinge tahun lalu.
- Langkah ini dinilai sebagai upaya ITV menarik demografi muda, memanfaatkan basis penggemar Beta Squad yang mencapai puluhan juta.
- Jika terwujud, kehadiran Sharky berpotensi menggeser pola konsumsi televisi tradisional dan membuka peluang kolaborasi lintas platform bagi kreator digital Indonesia.

Kreator YouTube asal Inggris, Sharmarke Mohamud, atau yang lebih dikenal sebagai Sharky, dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan stasiun televisi ITV untuk ambil bagian dalam serial terbaru I'm A Celebrity...Get Me Out of Here!. Kabar ini muncul setelah kesuksesan AngryGinge, sesama kreator digital, yang berhasil memenangkan musim lalu dan menarik perhatian pemirsa baru.
Sharky, yang merupakan anggota grup media sosial Beta Squad, disebut-sebut menjadi target utama ITV untuk menjaring pemirsa muda. Sebuah sumber yang dekat dengan produksi mengungkapkan bahwa pihak ITV menilai popularitas Sharky di kalangan generasi muda sangat besar dan dapat menjadi jembatan untuk memperluas audiens acara yang biasanya didominasi penonton dewasa. "Beta Squad memiliki puluhan juta pengikut, dan mereka yakin para penggemar itu akan turut menonton jika Sharky masuk ke dalam hutan," ujar sumber tersebut kepada The Sun.
Ketertarikan ITV pada kreator digital bukan tanpa alasan. Musim lalu, AngryGinge yang relatif tidak dikenal di kalangan penonton tradisional justru berhasil memikat hati publik dan keluar sebagai pemenang. Fenomena ini menunjukkan bahwa konten kreator digital memiliki daya tarik lintas generasi. Dengan mendekati Sharky, ITV tampaknya ingin mengulang resep sukses tersebut, sekaligus menjawab tantangan era streaming yang menggerus rating televisi konvensional.
Bagi Sharky, tawaran ini bukan sekadar kesempatan tampil di layar kaca. Ia disebut "tertarik dan sedang mempertimbangkan" untuk bergabung. Selain membuka akses ke audiens yang lebih luas, petualangan di hutan Australia yang biasanya dimulai November mendatang juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Namun, keputusan ini tentu tidak mudah mengingat jadwal padat sebagai kreator konten dan komitmennya terhadap Beta Squad.
Langkah ITV ini juga diikuti kabar tentang Ade Adepitan, mantan atlet Paralimpiade yang kini menjadi presenter, yang dikabarkan dalam negosiasi lanjutan. Jika terwujud, Adepitan akan menjadi kontestan pertama yang menggunakan kursi roda dalam sejarah acara tersebut, sebuah langkah inklusif yang diapresiasi banyak pihak. Produser dikabarkan tengah menyiapkan adaptasi kamp agar ramah bagi Adepitan.
Fenomena ini menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Industri televisi di tanah air juga mulai melirik kreator digital sebagai bintang acara, seiring pergeseran kebiasaan menonton generasi muda yang lebih banyak menghabiskan waktu di platform digital. Kolaborasi antara televisi dan kreator konten seperti ini bisa menjadi model yang efektif untuk menjembatani dua dunia yang selama ini berjalan paralel.
Meski demikian, keputusan Sharky untuk bergabung masih belum final. Banyak faktor yang memengaruhi, termasuk kesesuaian jadwal dan kesiapan mental menghadapi tantangan di alam liar. Pertanyaan besarnya, akankah langkah ini menjadi tren baru di industri hiburan global, dan apakah kreator digital Indonesia akan menyusul jejak serupa di masa mendatang?



