Jenna Ortega Ungkap Adegan di Video Musik 'Taste' Sabrina Carpenter Sebagian Besar Improvisasi
Baca dalam 60 detik
- Aktris Jenna Ortega mengaku baru tahu akan terlibat dalam video klip 'Taste' beberapa hari sebelum syuting, sehingga banyak adegan dijalani tanpa koreografi.
- Adegan berantai dengan gergaji mesin pink dan rangkaian ciuman yang bergantian menjadi sorotan, menunjukkan spontanitas di balik produksi yang tampak rumit.
- Kolaborasi ini memperkuat posisi Sabrina Carpenter di industri musik pop, sekaligus membuka peluang bagi artis Indonesia untuk mengeksplorasi kolaborasi lintas industri kreatif.

Jenna Ortega, bintang serial 'Wednesday', mengungkapkan bahwa sebagian besar penampilannya dalam video musik 'Taste' milik Sabrina Carpenter lahir dari improvisasi spontan, bukan koreografi ketat. Dalam wawancara dengan majalah Esquire, aktris berusia 23 tahun itu menceritakan bahwa ia baru mengetahui perannya beberapa hari sebelum pengambilan gambar, sehingga tidak ada waktu untuk persiapan matang.
Video yang dirilis pada pertengahan 2024 ini langsung menjadi perbincangan karena alur visualnya yang dramatis. Salah satu adegan ikonik memperlihatkan Ortega mencium seorang pria yang tiba-tiba berubah menjadi Sabrina, lalu ia menebas ilusi tersebut dengan gergaji mesin berwarna pink. Menurut Ortega, momen-momen seperti itu justru lahir dari arahan sederhana di lokasi syuting. "Kami hanya berlarian, tidak ada waktu untuk berlatih atau berdiskusi," ujarnya. Adegan ciuman, misalnya, dilakukan dengan pola bergantian: Ortega mencium pria tersebut, lalu Sabrina menggantikannya, dan begitu seterusnya. "Seperti komidi putar para kekasih," candanya.
Meski terkesan seram, Ortega mengaku menikmati nuansa 'camp' dan menyenangkan dari aksi gergaji mesin tersebut. Ia bahkan menyebut alat peraga itu memiliki nama unik, 'Espresso 3000', merujuk pada salah satu lagu hits Sabrina. "Rasanya sangat menghibur, dan kami mengenakan kostum yang lucu," tambahnya. Video yang sarat darah ini juga diawali dengan peringatan penonton tentang konten eksplisit dan kekerasan grafis.
Sabrina Carpenter, yang kini berusia 27 tahun, sejak awal memang menginginkan Ortega sebagai lawan mainnya. Dalam unggahan Instagram saat video dirilis, ia menulis bahwa lagu 'Taste' sangat istimewa dan ia bersyukur bisa mewujudkan salah satu video paling ambisiusnya. "Saya hanya memikirkan satu orang untuk proyek ini, yaitu Jenna Ortega. Menontonnya di layar adalah mimpi yang menjadi kenyataan," tulisnya. Lagu 'Taste' sendiri merupakan bagian dari album 'Short n' Sweet' yang sukses menempati puncak tangga lagu.
Fenomena kolaborasi lintas industri seperti ini sebenarnya bukan hal baru, tetapi tetap menarik untuk dicermati. Di Indonesia, industri musik dan perfilman kerap berjalan sendiri-sendiri, padahal potensi sinerginya besar. Kolaborasi antara musisi dan aktor/aktris bisa menjadi strategi pemasaran yang efektif, seperti yang ditunjukkan Sabrina dan Jenna. Video musik yang kuat secara visual tidak hanya meningkatkan engagement, tetapi juga memperluas jangkauan audiens ke penggemar dari masing-masing artis.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah para musisi Indonesia akan berani mengambil langkah serupa dengan melibatkan figur publik dari ranah lain, atau bahkan memanfaatkan teknologi seperti AI untuk menciptakan pengalaman visual yang lebih imersif. Jika tren ini terus berkembang, bukan tidak mungkin industri kreatif Tanah Air akan semakin terdorong untuk berinovasi, menghasilkan karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga memanjakan mata.



