Afghanistan Jadi Tuan Rumah di Kandang India: Seri T20I Digelar di Delhi
Baca dalam 60 detik
- Afghanistan akan berstatus tim tuan rumah saat menjamu India dalam tiga laga T20I di Delhi, September mendatang.
- Lantaran keamanan di dalam negeri belum kondusif pasca-Taliban, Afghanistan terus menggelar laga kandang di luar negeri, termasuk India dan UEA.
- Keputusan ini memperkuat hubungan bilateral kedua negara dalam kancah kriket, sekaligus membuka peluang bagi Afghanistan untuk tampil di hadapan publik yang lebih luas.

Afghanistan akan resmi berstatus sebagai tim tuan rumah saat bersua India dalam tiga pertandingan Twenty20 International (T20I) yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Arun Jaitley, Delhi, pada September mendatang. Meski bermain di kandang lawan, laga ini tetap tercatat sebagai seri kandang bagi Afghanistan, sebuah keputusan yang diumumkan oleh Dewan Kriket Afghanistan (ACB) pada Senin (12/8).
Keputusan ini bukan tanpa alasan. Sejak Taliban mengambil alih kekuasaan pada 2021, Afghanistan belum mampu menggelar pertandingan internasional di dalam negeri karena masalah keamanan yang belum pulih. Sebagai gantinya, mereka kerap menggunakan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai markas sementara. Namun, untuk seri bergengsi melawan India, ACB memilih Delhi sebagai lokasi, sebuah pilihan yang dinilai strategis baik dari segi logistik maupun dampak komersial.
Ketua ACB, Mirwais Ashraf, dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa India merupakan tempat yang ideal untuk ajang sebesar ini. "Kami telah menggelar laga kandang di India dan UEA dalam beberapa tahun terakhir, dan mengingat pentingnya serta skala seri ini, kami yakin India menyediakan latar yang sangat baik," ujarnya. Sementara itu, Presiden Dewan Kriket India (BCCI), Mithun Manhas, menyambut baik keputusan tersebut dan menegaskan komitmen India untuk mendukung perkembangan kriket Afghanistan. "Kami percaya masih ada ruang untuk bekerja sama lebih erat dan akan terus mendukung kriket Afghanistan sambil memperkuat hubungan kedua negara," tambahnya.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada Juni lalu, di mana India tampil dominan dengan menang telak dalam satu-satunya pertandingan Test dan menyapu bersih seri ODI 3-0. Kini, dengan format T20 yang lebih dinamis, Afghanistan diharapkan mampu memberikan perlawanan yang lebih sengit, terlebih dengan pengalaman mereka di pentas internasional yang terus meningkat.
Bagi Indonesia, fenomena ini menarik untuk dicermati. Meski kriket bukan olahraga utama di Tanah Air, perkembangan kriket Afghanistan menunjukkan bagaimana sebuah negara tetap bisa berkompetisi di level internasional meski terkendala kondisi domestik. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pengembangan olahraga di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, bahwa infrastruktur dan dukungan internasional memegang peranan penting.
Selain itu, keputusan Afghanistan untuk 'bermarkas' di India juga menegaskan posisi India sebagai pusat kriket dunia. Bagi para penggemar kriket di Asia Tenggara, seri ini tentu menjadi tontonan menarik, apalagi dengan rivalitas yang sudah terbangun. Pertanyaannya, akankah Afghanistan mampu memanfaatkan 'kandang' baru ini untuk meraih kemenangan perdana atas India di format T20? Atau justru India akan kembali menunjukkan dominasinya?



