The Kooks Rampungkan Album Baru: Lebih Gelap, Psikedelik, dan Sentuhan Tony Berg
Baca dalam 60 detik
- Album lanjutan The Kooks setelah 'Never/Know' telah selesai, digarap bersama produser Tony Berg yang dikenal lewat karya dengan Phoebe Bridgers.
- Proses rekaman berlangsung selama empat minggu dalam satu atap, menghasilkan nuansa yang lebih gelap dan psikedelik namun tetap mempertahankan ciri khas band.
- Vokalis Luke Pritchard menyebut karya ini sebagai yang paling 'matang' dalam diskografi mereka, menandai evolusi signifikan setelah dua dekade berkarier.

The Kooks mengonfirmasi bahwa album terbaru mereka telah memasuki tahap akhir produksi. Vokalis Luke Pritchard mengungkapkan bahwa proses kreatif kali ini menghadirkan warna yang lebih kelam dan nuansa psikedelik, sebuah pergeseran dari karya-karya sebelumnya yang lebih ringan. Yang menarik, di balik perubahan ini ada nama Tony Berg, produser yang selama ini masuk dalam daftar impian Pritchard untuk diajak bekerja sama.
Berg, yang dikenal lewat sentuhannya pada album-album Phoebe Bridgers dan Sombr, dinilai berhasil mendorong The Kooks keluar dari zona nyaman. Dalam wawancaranya dengan Daily Star, Pritchard menyebut bahwa Berg bukan sekadar produser biasa. "Dia benar-benar mendorong saya, terutama dalam hal penulisan lagu," ujarnya. Hasilnya, menurut Pritchard, bisa menjadi salah satu karya paling 'matang' dalam perjalanan band yang telah eksis sejak 2004 ini.
Proses rekaman album ini juga tidak biasa. Para personel yang kini tersebar di berbagai penjuru Inggris memutuskan untuk tinggal bersama selama empat minggu penuh. "Kami berkumpul, hidup bersama, bernapas bersama, dan menciptakan album ini," kata Pritchard. Suasana kebersamaan itu, menurutnya, sangat memengaruhi energi dan kedalaman materi yang dihasilkan. Ini adalah pendekatan yang jarang dilakukan di era di mana produksi musik sering kali dilakukan secara terpisah-pisah.
Bagi penggemar The Kooks di Indonesia, kabar ini tentu menjadi angin segar. Band yang sempat populer di era 2000-an dengan lagu-lagu seperti "Naรฏve" dan "She Moves in Her Own Way" ini memang memiliki basis penggemar yang cukup loyal di Tanah Air. Rilisan terbaru mereka, "Never/Know" pada 2025 lalu, masih mendapat sambutan hangat. Namun, album baru ini dijanjikan akan membawa pendekatan yang lebih berani, dengan tetap mempertahankan 'DNA' khas The Kooks yang melodius.
Pritchard juga menyoroti dinamika internal band yang sempat diuji oleh keluarnya sejumlah personel, seperti Max Rafferty dan Paul Garred. Meski demikian, ia menegaskan bahwa The Kooks tidak pernah mengambil jeda panjang atau berpura-pura bubar. "Kami hanya benar-benar menikmati bermain musik bersama," katanya. Kimia antara Pritchard dan gitaris Hugh Harris, khususnya dalam permainan gitar, disebutnya masih terasa sangat elektrik hingga kini.
Dengan selesainya proses rekaman, publik kini menanti tanggal rilis resmi dan detail lebih lanjut mengenai album tersebut. Pertanyaan besarnya, apakah The Kooks akan membawa nuansa psikedelik yang lebih kental dalam tur berikutnya, dan akankah mereka kembali menyapa penggemar di Asia Tenggara? Yang jelas, album ini menjadi penanda bahwa The Kooks tidak gentar bereksperimen di usia dua dekade karier mereka.



