Kamerun Hentikan Hegemoni Nigeria, Tiket Piala Dunia Wanita 2027 Diraih
Baca dalam 60 detik
- Kamerun menyingkirkan juara bertahan Nigeria lewat gol tendangan bebas Myriam Nyadjou di perempat final WAFCON.
- Kekalahan ini memastikan juara baru WAFCON dan membuka peluang Nigeria melalui jalur play-off yang rumit.
- Kamerun menyusul Aljazair dan Maroko sebagai wakil Afrika di Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil.

Kamerun memastikan satu tempat di Piala Dunia Wanita 2027 setelah menaklukkan Nigeria 1-0 pada perempat final Piala Afrika Wanita (WAFCON) di Casablanca, Minggu (9/8). Gol semata wayang dicetak gelandang muda Myriam Nyadjou melalui tendangan bebas spektakuler dari jarak jauh pada menit ke-19. Hasil ini sekaligus menghentikan dominasi Nigeria yang telah memenangi turnamen sepuluh kali.
Kemenangan ini bukan sekadar tiket ke Brasil, tetapi juga pukulan telak bagi Nigeria yang selama ini selalu tampil di setiap edisi Piala Dunia Wanita. Catatan sembilan partisipasi beruntun mereka kini terputus. Nigeria harus melewati babak play-off yang rumit untuk bisa tampil di turnamen yang akan digelar pada 24 Juni hingga 25 Juli 2027 tersebut. Sementara itu, Kamerun bergabung dengan Aljazair dan Maroko sebagai tiga wakil Afrika yang sudah memastikan diri.
Kejutan di Casablanca ini memastikan akan ada juara WAFCON baru. Sepanjang sejarah, hanya Nigeria, Guinea Khatulistiwa, dan Afrika Selatan yang pernah merasakan gelar juara. Guinea Khatulistiwa bahkan tidak lolos ke turnamen tahun ini, sementara Afrika Selatan tersingkir setelah kalah 1-2 dari tuan rumah Maroko pada Sabtu. Dengan demikian, persaingan menuju final semakin terbuka dan menarik untuk disimak.
Bagi sepak bola wanita Indonesia, perkembangan ini menjadi cermin betapa ketatnya persaingan di level Afrika. Timnas putri Indonesia yang tengah berbenah tentu bisa mengambil pelajaran dari kegigihan Kamerun yang mampu menjungkalkan raksasa seperti Nigeria. Keberhasilan negara-negara Afrika menunjukkan bahwa investasi pada pembinaan usia muda, seperti yang dilakukan Kamerun dengan menurunkan pemain belia Nyadjou, adalah kunci untuk bersaing di panggung dunia.
Pertandingan perempat final lainnya mempertemukan Ghana melawan Malawi di Rabat. Ghana terakhir kali tampil di Piala Dunia Wanita pada 2007, sementara Malawi belum pernah merasakan atmosfer turnamen sebesar itu. Pemenang laga ini akan menyusul Kamerun, Aljazair, dan Maroko ke Brasil. Dengan satu tiket tersisa dari empat perempat finalis, tensi persaingan di babak ini sangat tinggi.
Kekalahan Nigeria juga memunculkan pertanyaan besar tentang regenerasi tim. Selama bertahun-tahun, Nigeria mengandalkan pemain-pemain senior yang bermain di liga Eropa. Namun, kegagalan di WAFCON kali ini bisa menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan usia muda mereka. Sementara itu, Kamerun justru menuai hasil manis dari keberanian memainkan pemain muda di turnamen besar.
Dengan tiga wakil Afrika sudah pasti, satu tiket lagi akan diperebutkan melalui play-off yang melibatkan tim-tim yang tersingkir di perempat final. Nigeria dipastikan menjadi salah satu pesertanya, dan mereka masih punya peluang untuk tampil di Brasil. Namun, jalan itu tidak mudah karena mereka harus melewati beberapa ronde melawan tim-tim kuat dari benua lain. Pertanyaannya, mampukah Nigeria bangkit dari keterpurukan ini, atau justru era baru sepak bola wanita Afrika telah dimulai?



