Malaysia Umumkan Nomor Punggung untuk ASEAN Cup 2026: Bergson Da Silva Pegang Nomor 9, Arif Aiman Warisi Nomor Keramat
Baca dalam 60 detik
- Bergson Da Silva langsung dipercaya mengenakan nomor 9 di skuad Malaysia untuk FIFA ASEAN Cup 2026, menandakan peran sebagai striker utama.
- Arif Aiman menerima nomor 10 yang bersejarah, mengingatkan pada era Safee Sali dan Mokhtar Dahari, sebagai bagian regenerasi Harimau Malaya.
- Langkah Malaysia ini mempertegas persiapan serius menghadapi turnamen, sekaligus memanaskan persaingan di Grup B yang juga dihuni Indonesia.

Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) resmi merilis daftar nomor punggung pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Dalam pengumuman tersebut, penyerang naturalisasi anyar, Bergson Da Silva, langsung mendapatkan nomor 9, sementara gelandang muda Arif Aiman dipercaya memakai nomor 10 yang identik dengan legenda Harimau Malaya.
Keputusan ini menandai babak baru bagi skuad asuhan Tan Cheng Hoe. Bergson, yang menghabiskan lima tahun memperkuat Johor Darul Ta'zim (JDT), baru saja menyelesaikan proses naturalisasi. Penyerahan nomor 9 bukan sekadar formalitas, melainkan sinyal bahwa ia diproyeksikan menjadi ujung tombak utama di lini serang Malaysia selama turnamen.
Di sisi lain, Arif Aiman menerima tanggung jawab besar dengan nomor punggung 10. Pada usia 24 tahun, ia dianggap sebagai bintang masa depan yang siap mengemban ekspektasi tinggi, menyusul jejak nama-nama besar seperti Safee Sali, Mokhtar Dahari, dan Hardi Jaafar yang pernah menghiasi nomor tersebut.
Langkah Malaysia ini tidak bisa dipandang sebelah mata oleh Timnas Indonesia. Sebagai rival di Grup B, kekuatan baru Harimau Malaya berpotensi mengubah peta persaingan. Bergson yang telah malang melintang di Liga Super Malaysia dengan torehan gol konsisten akan menjadi ancaman nyata bagi lini belakang Garuda. Sementara Arif Aiman, dengan kecepatan dan visi bermainnya, bisa menjadi kreator serangan yang merepotkan.
Pelatih Tan Cheng Hoe sebelumnya menyatakan bahwa persiapan timnya berjalan sesuai rencana. "Kami ingin memastikan setiap pemain memahami peran dan tanggung jawabnya, termasuk dalam hal nomor punggung," ujarnya dalam konferensi pers virtual, seperti dikutip media Malaysia. Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan disiplin yang diterapkan sang pelatih.
Bagi Indonesia, keputusan Malaysia ini menjadi pengingat bahwa persaingan di ASEAN Cup tidak hanya soal kualitas individu, tetapi juga strategi dan mentalitas. Timnas Indonesia sendiri tengah bersiap dengan skuad campuran pemain lokal dan diaspora. Duel kedua tim diprediksi menjadi salah satu laga paling dinanti di fase grup.
FIFA ASEAN Cup 2026 akan digelar pada November mendatang di lima negara. Malaysia memulai kiprahnya dengan menghadapi Kamboja, sebelum bertemu Vietnam dan Indonesia. Dengan komposisi pemain yang kian matang, Harimau Malaya berambisi melampaui capaian semifinal edisi sebelumnya. Mampukah Indonesia menjawab tantangan ini?



