Roma Siap Tebus Mora dari Porto dengan €45 Juta, Sinyal Ambisi Giallorossi di Pasar Transfer
Baca dalam 60 detik
- Klub ibu kota Italia itu dikabarkan mengalihkan strategi dari sekadar meminjam dengan opsi beli menjadi pembelian langsung Rodrigo Mora pada bursa musim panas ini.
- Langkah ini dipicu desakan pelatih Gian Piero Gasperini yang menginginkan skuad kompetitif sebelum berlaga di Liga Champions, sekaligus untuk mengungguli minat Galatasaray.
- Nilai yang ditawarkan Roma, €45 juta plus bonus, masih jauh di bawah klausul rilis €70 juta yang tertera dalam kontrak Mora di FC Porto.

AS Roma dikabarkan siap mengajukan pembelian langsung Rodrigo Mora dari FC Porto dengan nilai €45 juta plus bonus, sebuah langkah yang menunjukkan ambisi klub Serie A itu untuk memperkuat skuadnya secara signifikan pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas desakan pelatih Gian Piero Gasperini yang menginginkan skuad kompetitif sebelum menghadapi babak kualifikasi Liga Champions.
Kabar ini muncul di tengah spekulasi yang berkembang di Italia bahwa Roma sebelumnya lebih condong pada skema pinjaman dengan opsi beli, senilai €5 juta untuk peminjaman dan €45 juta untuk pembelian permanen. Namun, menurut laporan dari pakar transfer Sportitalia, Alfredo Pedullà, dan spesialis Roma, Eleonora Trotta, Giallorossi kini berupaya untuk langsung menebus pemain berusia 19 tahun tersebut secara penuh. Proposal ini dinilai lebih menarik bagi Porto karena memberikan kepastian finansial lebih awal, sekaligus memangkas biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan klausul rilis Mora yang mencapai €70 juta.
Mora, yang genap berusia 19 tahun pada Mei lalu, merupakan pemain serbabisa di lini depan. Secara teknis ia beroperasi sebagai trequartista di belakang penyerang, namun ia juga dinilai mampu dimainkan sebagai winger. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah bagi Roma yang tengah membangun kedalaman skuad untuk menghadapi padatnya jadwal musim depan, termasuk kompetisi Eropa. Pada musim lalu, Mora mencatatkan lima gol dan dua assist dalam 44 pertandingan kompetitif bersama Porto, sebuah kontribusi yang solid untuk pemain seusianya.
Ketertarikan Roma terhadap Mora tidak lepas dari situasi internal klub. Gasperini, yang dikenal sebagai pelatih dengan standar tinggi, dikabarkan merasa frustrasi dengan lambatnya pergerakan klub di bursa transfer. Tekanan ini mendorong manajemen untuk bergerak cepat, terutama dengan adanya kualifikasi Liga Champions yang akan segera bergulir. Dengan mendatangkan Mora, Roma tidak hanya menjawab kebutuhan taktis, tetapi juga mengirim sinyal keseriusan kepada para pesaingnya, termasuk Galatasaray yang juga dikabarkan mengincar pemain yang sama. Meski demikian, Roma disebut berada pada tahap negosiasi yang lebih maju dibandingkan klub Turki tersebut.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Roma ini menarik untuk dicermati karena menunjukkan tren klub-klub Eropa yang semakin berani menggelontorkan dana besar untuk pemain muda berbakat. Jika transfer ini terealisasi, Mora akan menjadi salah satu pembelian termahal Roma dalam beberapa tahun terakhir, sejalan dengan strategi klub untuk membangun tim jangka panjang. Namun, pertanyaan yang muncul adalah apakah Mora mampu langsung beradaptasi dengan kerasnya persaingan di Serie A dan Liga Champions, atau justru akan menjadi investasi yang membutuhkan waktu untuk berkembang.
Ke depannya, keputusan Roma untuk membeli Mora secara langsung, alih-alih meminjam, menunjukkan kepercayaan penuh klub terhadap potensi pemain asal Portugal tersebut. Dengan masih berusia 19 tahun, Mora memiliki ruang pengembangan yang besar, dan jika ia mampu menembus tim utama secara konsisten, nilai transfernya bisa berlipat ganda. Namun, risiko tetap ada, terutama jika ia gagal memenuhi ekspektasi di musim pertamanya. Akankah Mora menjadi bintang baru di Olimpico, atau justru menjadi beban finansial bagi Roma? Waktu yang akan menjawab.



