Vietnam Mendarat di Jakarta, Langsung Gas ke Bandung untuk FIFA ASEAN Cup 2026
Baca dalam 60 detik
- Timnas Vietnam tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan langsung bertolak ke Bandung untuk mempersiapkan diri di Grup B FIFA ASEAN Cup 2026.
- Sebagai juara bertahan ASEAN Hyundai Cup 2026, Vietnam mengusung modal berharga dan optimisme tinggi menghadapi Filipina, Thailand, dan Pakistan.
- Turnamen perdana bentukan FIFA ini menjadi ujian prestise bagi sepak bola Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang tidak tergabung di Grup B.

Timnas Vietnam resmi menginjakkan kaki di Indonesia. Rombongan The Golden Star Warriors mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Rabu (23/9/2026), sebelum langsung melanjutkan perjalanan darat menuju Bandung, Jawa Barat, dengan bus. Perjalanan Jakarta–Bandung yang menempuh sekitar tiga setengah jam itu menjadi langkah awal persiapan mereka menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen anyar yang digelar perdana oleh FIFA.
Keputusan Vietnam memilih Bandung sebagai basis bukan tanpa alasan. Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, akan menjadi panggung bagi seluruh pertandingan Grup B Division 1. Vietnam dijadwalkan membuka kiprah melawan Filipina pada 26 September 2026, lalu bersua Thailand tiga hari berselang, dan menutup fase grup dengan menghadapi Pakistan pada 2 Oktober 2026. Tiga laga dalam rentang sepekan menuntut manajemen pemulihan yang cermat, terutama karena Vietnam harus menghadapi dua tim yang secara peringkat tidak bisa diremehkan.
Grup B sendiri dihuni Thailand, Filipina, dan Pakistan—komposisi yang menempatkan Vietnam sebagai salah satu unggulan. Thailand, rival klasik di kawasan, diprediksi menjadi pesaing terberat. Sementara Filipina dan Pakistan, meski di atas kertas bukan favorit, kerap menyulitkan lawan dengan gaya permainan disiplin dan fisik. Vietnam menyadari bahwa tidak ada laga yang bisa dianggap enteng.
"Ini turnamen baru, yang pertama. Kami sangat bersemangat. Turnamen ini diselenggarakan oleh FIFA, jadi saya berharap semuanya berjalan baik dan mendapat banyak dukungan dari para penggemar di semua negara," ujar bek kiri Vietnam, Jason Quang-Vinh Pendant, di Bandara Soekarno-Hatta, seperti dikutip dari rilis PSSI.
Jason, yang juga dikenal dengan nama Vietnam Cao Pendant Quang Vinh, menegaskan bahwa ambisi timnya tidak setengah-setengah. Ia menyebut setiap tim di Grup B memiliki kualitas, sehingga Vietnam harus bekerja ekstra sejak menit pertama. "Kami akan memberikan yang terbaik untuk memenangkan grup ini," tegasnya. Pernyataan itu mencerminkan kepercayaan diri yang tumbuh dari hasil positif yang baru diraih Vietnam.
Modal Vietnam menuju turnamen ini memang tidak main-main. Mereka baru saja mempertahankan gelar juara regional dengan mengalahkan Thailand secara agregat 4-2 di final ASEAN Hyundai Cup 2026. Kesuksesan itu tidak hanya menegaskan dominasi Vietnam di level Asia Tenggara, tetapi juga menjadi bekal psikologis berharga sebelum bersaing di turnamen yang levelnya lebih tinggi. Kemenangan atas Thailand di partai puncak memberi keyakinan bahwa Vietnam mampu bersaing dengan tim-tim terbaik di kawasan.
Bagi Indonesia, kehadiran Vietnam di Bandung menyimpan implikasi tersendiri. Meski Timnas Indonesia tidak tergabung di Grup B, turnamen ini menjadi barometer perkembangan sepak bola Asia Tenggara di bawah payung FIFA. PSSI, sebagai tuan rumah penyelenggara, diuntungkan secara tidak langsung: penyelenggaraan turnamen internasional di Bandung berpotensi mendongkrak perputaran ekonomi lokal, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, hingga UMKM di sekitar stadion. Selain itu, keberhasilan penyelenggaraan menjadi ujian kredibilitas Indonesia di mata FIFA, yang bisa berdampak pada peluang menjadi tuan rumah event sepak bola lebih besar di masa depan.
Dari sisi kompetitif, Grup B menjadi etalase kekuatan sepak bola Asia Tenggara. Vietnam dan Thailand, dua raksasa kawasan, akan saling mengukur kekuatan. Filipina dan Pakistan mencoba mencuri perhatian. Sementara Indonesia, yang berada di grup berbeda, tetap menjadi penonton yang berkepentingan—sebab performa Vietnam dan Thailand akan menjadi cermin sejauh mana Indonesia harus meningkatkan kualitas jika ingin bersaing di panggung yang lebih tinggi.
Pertanyaan besarnya, akankah Vietnam melanjutkan dominasinya di turnamen perdana FIFA ini, atau justru Thailand yang mengambil alih kendali? Jawabannya akan mulai terlihat di Si Jalak Harupat, tempat di mana ambisi, strategi, dan mental juara diuji dalam satu pekan penuh.



