Liverpool Incar Tyrick Mitchell, Bek Kiri Crystal Palace yang Bisa Ditebus Murah
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan masuk dalam perburuan bek kiri Crystal Palace, Tyrick Mitchell, yang kontraknya berakhir 2027 dan berpotensi ditebus dengan harga miring.
- Palace berupaya keras mempertahankan Mitchell, tetapi tekanan dari Manchester United dan Chelsea membuat negosiasi kontrak baru berjalan alot.
- Kedatangan Mitchell ke Anfield dapat memicu perombakan lini belakang, terutama jika performa Milos Kerkez tak kunjung membaik.

Liverpool dilaporkan tengah menjajaki peluang merekrut bek kiri Crystal Palace, Tyrick Mitchell, dengan harga yang jauh di bawah nilai pasar pemain Premier League pada umumnya. Ketertarikan ini muncul setelah performa Milos Kerkez dinilai belum stabil sejak didatangkan dengan mahar 40 juta poundsterling.
Menurut laporan TEAMtalk, The Reds kini bersaing dengan Manchester United dan Chelsea untuk mendapatkan tanda tangan Mitchell. Kontrak pemain berusia 25 tahun itu di Selhurst Park akan berakhir pada 2027, sehingga Palace berada dalam posisi rentan jika negosiasi perpanjangan kontrak tak segera rampung. Situasi ini membuka celah bagi klub peminat untuk menebusnya dengan biaya yang relatif rendah pada jendela transfer Januari mendatang.
Palace tidak tinggal diam. Manajemen klub dikabarkan akan mengupayakan segala cara untuk mempertahankan Mitchell, yang telah mencatatkan 212 penampilan di Premier League dan menjadi pilar utama di sisi kiri pertahanan. Meski begitu, ketertarikan dari klub-klub besar membuat masa depan bek asal Inggris itu semakin tidak pasti.
Kebutuhan Liverpool akan bek kiri yang lebih konsisten menjadi latar belakang langkah ini. Kerkez, yang didatangkan dari Bournemouth, masih dalam sorotan setelah penampilan buruk melawan Newcastle United pada laga pembuka. Dalam pertandingan itu, ia hanya memenangkan empat dari sepuluh duel darat, kehilangan bola 15 kali, dan tidak mencatatkan satu pun umpan silang sukses.
"Kerkez itu seperti Darwin Nunez-nya bek sayap. Semuanya serba terburu-buru, kepala menunduk dan lari," ujar Jamie Carragher, pundit Sky Sports, dalam analisisnya.
Meski demikian, Carragher memahami keputusan manajer Andoni Iraola yang tetap mempertahankan Kerkez. Menurutnya, pemain asal Hongaria itu masih memiliki waktu lebih dari tiga bulan untuk membuktikan kualitasnya sebelum bursa transfer musim dingin dibuka. Namun, jika performa tak kunjung membaik, Liverpool disebut siap mengalihkan fokus ke Mitchell.
Bagi Palace, kehilangan Mitchell akan menjadi pukulan telak. Selain sebagai bek kiri andalan, ia juga menunjukkan kemampuan ofensif dengan mencetak dua gol di Premier League musim iniโjumlah tertinggi di antara pemain Palace lainnya. Pada Mei lalu, pengamat HLTCO, Dan Cook, bahkan menyebut kemampuan bertahannya sebagai "luar biasa".
Dari kacamata Indonesia, saga transfer ini menjadi cerminan bagaimana klub-klub Liga Primer Inggris semakin jeli memanfaatkan situasi kontrak pemain untuk mendapatkan harga terbaik. Liverpool, yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia, tentu menjadi sorotan. Jika Mitchell benar-benar mendarat di Anfield, hal itu bisa memengaruhi dinamika lini belakang yang selama ini menjadi perhatian publik sepak bola nasional, terutama dalam konteks persaingan gelar juara.
Pertanyaannya, akankah Palace mampu membendung gelombang minat dari klub-klub raksasa, atau justru harus merelakan salah satu aset terbaiknya pergi dengan harga miring? Januari akan menjadi momen penentu.



