Makinson Pensiun Akhir Musim: Karier Penuh Trofi Berakhir di Klub Masa Kecil
Baca dalam 60 detik
- Pemain sayap Catalans Dragons, Tommy Makinson, mengumumkan gantung sepatu setelah musim 2026 berakhir.
- Sepanjang kariernya, ia mengoleksi lima gelar Grand Final dan satu Piala Challenge bersama St Helens.
- Pertandingan terakhirnya akan digelar di kandang Wigan Warriors, klub masa kecilnya, pada 11 September.

Tommy Makinson, pemain sayap veteran Catalans Dragons, memastikan bahwa musim 2026 menjadi musim terakhirnya sebagai atlet profesional. Pengumuman ini disampaikan melalui akun media sosial pribadinya, menandai akhir dari perjalanan panjang yang diwarnai segudang trofi dan pengabdian di dua liga terkuat Eropa.
Pemain berusia 34 tahun ini memutuskan pensiun setelah karier gemilang yang membawanya meraih lima gelar Grand Final dan satu Piala Challenge selama membela St Helens pada periode 2011 hingga 2024. Sejak pindah ke Catalans Dragons pada 2025, ia mencatatkan 20 try dalam 37 penampilan, menjadi salah satu pilar penting tim asal Prancis tersebut.
Keputusan ini muncul setelah kekalahan telak Catalans 20-42 dari Huddersfield Giants pada akhir pekan lalu, yang secara matematis menghapus peluang tipis tim untuk lolos ke babak play-off. Dengan demikian, laga pamungkas Makinson akan berlangsung di kandang Wigan Warriors, klub yang membesarkan namanya, pada Jumat, 11 September mendatang.
Dalam unggahannya, Makinson mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan kariernya. "Rugby league telah sangat baik kepada saya. Ketika saya melihat ke belakang, saya hanya merasakan kebanggaan dan rasa terima kasih," tulisnya. Ia juga menekankan bahwa mewakili klub-klub besar di Inggris dan Prancis, serta tampil untuk tim nasional, adalah mimpi yang menjadi kenyataan.
Keputusan pensiun di usia 34 tahun menempatkan Makinson dalam jajaran pemain yang memilih mundur di puncak performa. Meski demikian, ia masih menyisakan beberapa pertandingan dan bertekad menikmati setiap momen. "Saya masih punya beberapa laga tersisa, dan saya ingin menikmati setiap detiknya," tambahnya.
Bagi penggemar rugby league di Indonesia, kabar ini mungkin terasa jauh, tetapi karier Makinson menjadi cermin bagaimana dedikasi dan konsistensi dapat mengantarkan seorang atlet ke panggung tertinggi. Di tengah gencarnya promosi olahraga rugbi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang mulai mengembangkan tim nasional, sosok seperti Makinson bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda yang menekuni olahraga ini.
Laga pamungkasnya melawan Wigan Warriors tidak hanya menjadi ajang perpisahan, tetapi juga simbol lingkaran kehidupan yang sempurna: memulai karier di klub kota kelahiran dan mengakhirinya di tempat yang sama. Pertanyaannya, akankah Makinson mampu menutup kariernya dengan kemenangan manis di hadapan pendukung sendiri? Semua akan terjawab pada September nanti.



