Depay Tuding Corinthians Ingkar Janji Perpanjang Kontrak, Siap Buka Suara
Baca dalam 60 detik
- Eks bintang Manchester United dan Barcelona itu menyatakan kesepakatan perpanjangan kontrak telah disetujui presiden klub, namun kemudian dibatalkan sepihak.
- Keputusan Corinthians tidak memperpanjang kontrak Depay dipicu oleh pertimbangan finansial, dengan klub yang tengah berjuang menjaga keseimbangan anggaran.
- Depay mengancam akan bereaksi keras dan membuka suara ke publik dalam beberapa hari ke depan, sementara klub belum memberikan tanggapan resmi.

Jakarta, LyndHub โ Bintang tim nasional Belanda, Memphis Depay, secara terbuka menuduh klub asal Brasil, Corinthians, telah melanggar perjanjian dengan memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Pernyataan ini disampaikan Depay melalui media sosial pada Selasa (12/8), memicu spekulasi mengenai masa depannya dan menambah ketegangan antara pemain dan manajemen klub.
Depay, yang bergabung dengan Corinthians pada awal 2024 dengan kontrak dua tahun, telah menjadi salah satu pemain kunci klub. Selama membela tim yang bermarkas di Sao Paulo tersebut, ia berhasil mempersembahkan gelar Copa do Brasil pada 2025 dan Supercopa do Brasil pada tahun ini. Total, ia mencatatkan 79 penampilan dan mencetak 20 gol di semua kompetisi, menjadikannya aset berharga bagi skuad.
Dalam unggahannya, Depay menegaskan bahwa perpanjangan kontrak sebenarnya telah disepakati secara eksplisit oleh presiden klub beserta departemen olahraga, hukum, dan keuangan. Namun, keputusan sepihak untuk membatalkan kesepakatan tersebut membuatnya merasa dikhianati. "Saya tidak menginginkan situasi ini dan selalu menghormati klub sepanjang proses, tetapi sekarang saya terpaksa bereaksi keras untuk melindungi kepentingan saya," tulisnya. Ia juga menambahkan bahwa dalam beberapa hari ke depan ia akan berbicara di depan publik dan tidak akan membiarkan perilaku yang tidak dapat diterima ini tanpa konsekuensi.
Di sisi lain, Corinthians, yang saat ini menempati peringkat ketujuh di Serie A Brasil, telah memberikan alasan finansial sebagai dasar keputusan mereka. Dalam pernyataan resmi, klub menyatakan bahwa mengambil komitmen baru dengan nilai sebesar itu tidak sejalan dengan keseimbangan keuangan yang harus dijaga untuk memastikan keberlanjutan institusi. "Kami menyadari bahwa ini adalah keputusan yang sulit, tetapi tidak diragukan lagi diperlukan untuk masa depan Corinthians," demikian bunyi pernyataan klub. Presiden klub, Osmar Stabile, dijadwalkan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan keputusan tersebut.
Kontroversi ini menyoroti dinamika yang sering terjadi dalam sepak bola modern, di mana kepentingan finansial klub kerap berbenturan dengan ambisi pemain. Bagi Depay, yang pernah bermain di klub-klub besar Eropa seperti Manchester United dan Barcelona, pengalaman ini mungkin menjadi pelajaran berharga tentang realitas bisnis sepak bola di luar Eropa. Sementara itu, bagi Corinthians, keputusan ini berisiko menimbulkan ketidakpuasan di kalangan suporter yang mengagumi performa Depay di lapangan.
Di Indonesia, kasus ini menarik untuk dicermati mengingat semakin banyaknya pemain asing yang bermain di liga-liga Asia Tenggara, termasuk Liga 1. Keputusan klub untuk tidak memperpanjang kontrak pemain bintang sering kali menjadi perdebatan, terutama ketika faktor finansial menjadi alasan utama. Hal ini juga mengingatkan bahwa kontrak pemain tidak hanya soal kesepakatan di atas kertas, tetapi juga melibatkan komitmen dan kepercayaan antara kedua belah pihak.
Hingga berita ini diturunkan, Corinthians belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan Depay. Namun, dengan adanya konferensi pers yang dijadwalkan, publik berharap ada kejelasan mengenai masa depan pemain berusia 32 tahun tersebut. Pertanyaannya, apakah Depay akan tetap bertahan di Brasil atau mencari peluang baru di liga lain? Keputusan ini tentu akan menjadi sorotan, tidak hanya bagi penggemar Corinthians, tetapi juga bagi para pengamat sepak bola di seluruh dunia.



