Joshoyu Targetkan Karier Cemerlang di Dunia Sumo: Debut Profesional di Nagoya Jadi Titik Awal
Baca dalam 60 detik
- Pegulat sumo kelahiran Mongolia, Joshoyu, resmi memulai debut profesionalnya di turnamen Nagoya bulan lalu dan bertekad menembus divisi elite sekitori.
- Perjalanannya penuh tantangan karena aturan satu pegulat asing per stable, memaksanya bertahan di sumo amatir sambil bekerja di panti jompo.
- Dengan berat badan kini di atas 130 kg, Joshoyu terinspirasi oleh generasi barunya seperti Aonishiki dan Fujinokawa yang sudah tampil di makuuchi.

Debut profesional Joshoyu di turnamen Nagoya bulan lalu langsung dibumbui ambisi besar: menembus jajaran sekitori, status tertinggi dalam hierarki sumo, secepat mungkin. Bagi pecinta sumo, nama ini mungkin masih asing, tetapi perjalanannya menuju dohyo penuh liku dan menjadi bukti bahwa tekad bisa mengalahkan keterbatasan.
Pegulat berusia 22 tahun ini tercatat sebagai murid pertama di stable Minatogawa, yang kini diasuh oleh mantan ozeki Takakeisho. Stable tersebut baru saja mengambil alih manajemen Tokiwayama yang bubar pada Januari lalu. Langkah Joshoyu menjadi tonggak sejarah bagi stable baru tersebut, sekaligus membuka lembaran baru bagi karier pria kelahiran Mongolia itu.
Namun, jalan menuju panggung profesional tidaklah mulus. Aturan ketat yang membatasi hanya satu pegulat asing per stable sempat membuat Joshoyu kesulitan menemukan tempat berlatih. Setelah lulus dari Tottori Johoku High School, sekolah yang terkenal sebagai lumbung pegulat sumo, ia terpaksa bertahan di level amatir selama hampir dua tahun. Selama masa penantian itu, ia bekerja di panti jompo untuk menyambung hidup.
Pengalaman bekerja di panti jompo ternyata meninggalkan kesan mendalam. Joshoyu mengaku terharu melihat para lansia di sana menonton siaran pertandingan sumo dengan antusias. โJika saya mulai tampil di TV, semua orang akan senang,โ ujarnya, menggambarkan motivasi yang muncul dari interaksi sederhana tersebut. Baginya, kesuksesan di atas dohyo bukan hanya soal prestasi pribadi, tetapi juga kebahagiaan orang-orang di sekitarnya.
Dari sisi fisik, Joshoyu menunjukkan perkembangan pesat. Dengan tinggi 177 sentimeter, ia kini memiliki bobot lebih dari 130 kilogram setelah menambah hampir 10 kilogram sejak tes rekrutmen bulan Mei. Penambahan massa tubuh ini menjadi modal penting untuk bersaing di divisi bawah yang kerap dihuni pegulat-pegulat bertubuh besar.
Kehadiran generasi baru seperti Aonishiki asal Ukraina dan Fujinokawa yang sudah tampil di makuuchi menjadi sumber inspirasi tersendiri. โKeberadaan mereka memotivasi saya,โ kata Joshoyu, merujuk pada pegulat seangkatannya yang kini berada di papan atas. Fenomena ini menunjukkan bahwa sumo semakin terbuka terhadap talenta asing, meski tetap ada batasan ketat.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, kisah Joshoyu mungkin terasa jauh, tetapi ada pelajaran yang relevan: kerja keras dan kesabaran bisa membuka jalan meski rintangan tampak mustahil. Di tengah dominasi pegulat Mongolia dan Eropa Timur di panggung sumo, perjalanan Joshoyu menjadi pengingat bahwa setiap atlet memiliki cerita unik yang layak diapresiasi.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah seberapa cepat Joshoyu bisa menembus jajaran sekitori dan apakah ia mampu mengikuti jejak para pendahulunya yang sukses. Dengan dukungan stable baru dan tekad yang bulat, bukan tidak mungkin nama Joshoyu akan semakin sering terdengar di dunia sumo profesional.



