Amar Brkic Tinggalkan Jerman, Borneo FC Rekrut Penggawa Timnas U-20 di Hari Terakhir Pendaftaran
Baca dalam 60 detik
- Amar Brkic resmi bergabung dengan Borneo FC setelah memutuskan mengakhiri kariernya di Jerman.
- Perekrutan ini menjadi langkah strategis Borneo FC yang mendatangkan total 23 pemain baru untuk BRI Super League 2026/2027.
- Kepindahan Brkic ke liga domestik mencerminkan pergeseran tren pemain diaspora muda yang memilih pulang kampung.

Samarinda โ Amar Brkic, gelandang muda Timnas Indonesia U-20, resmi menanggalkan kariernya di Jerman dan memilih bergabung dengan Borneo FC Samarinda. Pengumuman ini disampaikan manajemen Pesut Etam pada Rabu (23/9/2026), bertepatan dengan hari terakhir pendaftaran pemain awal musim BRI Super League 2026/2027.
Langkah Brkic menandai perpindahan signifikan bagi pemain berusia 19 tahun tersebut. Sebelumnya, ia menimba ilmu di akademi TSG 1899 Hoffenheim dan Darmstadt 98 U-19, dua klub yang dikenal memiliki pembinaan usia muda mumpuni di Jerman. Keputusan pulang ke Indonesia ini menjadi sinyal bahwa liga domestik mulai dilirik sebagai tujuan karier yang kompetitif, bukan sekadar pelabuhan terakhir.
Borneo FC tidak menyebut secara spesifik durasi kontrak, namun menegaskan bahwa Brkic akan menjadi bagian dari proyek jangka panjang klub. "Penggawa muda Timnas Indonesia ini bakal menjadi bagian rencana panjang Borneo FC Samarinda," tulis akun Instagram resmi klub, @borneofc.id, dalam pengumumannya.
Rekrutmen ini melengkapi daftar panjang pemain anyar Borneo FC. Selain Brkic, klub telah mendatangkan Reva Adi Utama, Van Basty Sousa, Ibrah Ohorella, Moussa Diarra, Aditya Warman, Carlos Patrick Barros, Gabriel Oliveira, Rodrigo Varanda, Kablan Davy N'Goma, Hugo Samir, Achmad Figo, Rakasurya Handika, Muhammad Ridho, Muhamad Darmawan, dan Rifad Marasebyssy. Nama-nama seperti Daniel Mikolajewski, Kadu, Rei Okada, Rubio, Christian Matheus Lima da Silva, Iago Mendonca, serta Njabulo Blom juga memperkuat skuad. Total 23 pemain baru menunjukkan ambisi besar manajemen untuk bersaing di papan atas.
"Selamat datang Amar Brkic! Penggawa muda Timnas Indonesia ini bakal menjadi bagian rencana panjang Borneo FC Samarinda. Kasih manyala," tulis Borneo FC di Instagram.
Kepindahan Brkic ke BRI Super League juga menyoroti fenomena meningkatnya pemain diaspora yang memilih berkarier di Indonesia. Jika sebelumnya banyak pemain muda Indonesia bertahan di Eropa untuk menimba pengalaman, kini liga domestik dinilai mampu menawarkan menit bermain lebih banyak, eksposur bersama timnas, dan kedekatan dengan pasar sepak bola nasional. Bagi Borneo FC, kehadiran Brkic tidak hanya menambah opsi di lini tengah, tetapi juga memperkuat branding klub sebagai destinasi pengembangan talenta muda.
Dari sisi Timnas Indonesia, keputusan Brkic bisa menjadi berkah tersendiri. Bermain secara reguler di kompetisi domestik memudahkan pemantauan oleh tim pelatih nasional, terutama menjelang agenda internasional kelompok umur. Namun, tantangannya adalah membuktikan bahwa kualitas kompetisi BRI Super League mampu menjaga ketajaman dan perkembangan teknis pemain yang terbiasa dengan disiplin sepak bola Eropa.
Borneo FC sendiri tengah membangun fondasi jangka panjang dengan merekrut banyak pemain muda dan berpengalaman sekaligus. Perekrutan di hari terakhir pendaftaran menunjukkan perencanaan yang matang, meski juga menimbulkan pertanyaan tentang seberapa cepat para pemain baru dapat beradaptasi dengan gaya permainan tim. Musim 2026/2027 akan menjadi ujian bagi strategi besar ini.
Ke depan, publik sepak bola Indonesia akan menantikan bagaimana Brkic menjawab ekspektasi. Apakah ia mampu menjadi tulang punggung Borneo FC dan mengantar klub bersaing di jalur juara, sekaligus memperkuat posisinya di Timnas U-20? Jawabannya akan terlihat seiring bergulirnya kompetisi.



